KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 316. | Karya penciptaan secara khusus dihubungkan dengan Bapa, tetapi adalah juga satu kebenaran iman bahwa Bapa, Putera, dan Roh Kudus merupakan prinsip pencipta yang satu dan tidak terbagi-bagi.
| | 317. | Allah sendiri menciptakan alam semesta secara bebas, langsung dan tanpa bantuan apa pun.
| | 318. | Tidak ada makhluk yang mempunyai kekuasaan tak terbatas yang perlu untuk "mencipta" dalam arti kata yang sebenarnya, artinya menghasilkan sesuatu yang sama sekali belum ada, dan memberi kepadanya keberadaan, memanggilnya "dari ketidak-adaan" [ex nihilo] ke dalam keberadaan Bdk. DS 3624.
| | 319. | Allah menciptakan bumi supaya menunjukkan dan menyampaikan kemuliaan-Nya. Supaya makhluk-Nya mengambil bagian dalam kebenaran-Nya, kebaikan-Nya, dan keindahan-Nya - itulah kemuliaan untuknya Allah menciptakannya.
| | 320. | Allah, yang menciptakan alam semesta, mempertahankannya dalam keberadaannya oleh Sabda-Nya, Sang Putera, "yang menopang segala yang ada dengan sabda-Nya yang penuh kekuasaan" (Ibr 1:3) dan melalui Roh Pencipta-Nya yang memberi kehidupan.
| | 321. | Penyelenggaraan ilahi terdiri dari keputusan-keputusan, olehnya Allah menghantar segala makhluk dengan kebijaksanaan dan cinta menuju tujuan akhir.
| | 322. | Kristus mengajak kita agar kita menyerahkan diri sebagai anak kepada penyelenggaraan Bapa surgawi Bdk. Mat 6:26-34. dan Rasul Petrus mengulanginya: "Serahkanlah segala kekhawatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu" (1 Ptr 5:7) Bdk. Mzm 55:23.
| | 323. | Penyelenggara ilahi bertindak juga melalui kegiatan makhluk-makhluk. Allah memberi kepada manusia kemungkinan, supaya bekerja sama dengan sukarela dalam rencana-rencana-Nya.
| | 324. | Bahwa Allah membiarkan kejahatan fisik dan moral itu terjadi, adalah satu misteri, yang Ia terangkan melalui Putera-Nya Yesus Kristus, yang wafat dan bangkit, untuk mengalahkan kejahatan. Iman memberi kita kepastian bahwa Allah tidak akan membiarkan kejahatan, kalau Ia tidak sanggup menghasilkan yang baik dari yang jahat itu, melalui jalan-jalan yang baru kita akan ketahui sepenuhnya dalam kehidupan abadi.
| | 325. | Syahadat para Rasul mengakui bahwa Allah adalah "Pencipta langit dan bumi" dan pengakuan iman Nisea-Konstantinopel menjelaskan: "dunia yang kelihatan dan yang tak kelihatan".
| | 326. | Dalam Kitab Suci pasangan kata "langit dan bumi" berarti segala sesuatu yang ada: seluruh ciptaan. Ia menyebut juga ikatan yang dalam ciptaan sekaligus mempersatukan dan membedakan langit dan bumi: "Bumi" ialah dunia manusia Bdk. Mzm 115:16.; "langit" atau "surga" dapat berarti cakrawala Bdk. Mzm 19:2., tetapi juga "tempat" Allah yang sebenarnya karena Ia adalah "Bapa kita di surga" (Mat 5:16) Bdk. Mzm 115:16. - dan sebagai akibatnya surga adalah kemuliaan definitif. Akhirnya perkataan "surga" berarti "tempat" makhluk-makhluk rohani, malaikat-malaikat, yang mengelilingi Allah.
| | 327. | Pengakuan iman Konsili Lateran IV mengatakan: "Allah mengadakan pada awal segala waktu sekaligus dua ciptaan dari ketidakadaan, yang rohani dan yang jasmani, yaitu malaikat dan dunia: dan sesudah itu yang manusiawi, yang boleh dikatakan sekaligus terdiri dari roh dan badan" (DS 800) Bdk. DS 3002; SPF 8.
| | 328. | Bahwa ada makhluk rohani tanpa badan, yang oleh Kitab Suci biasanya dinamakan "malaikat", adalah satu kebenaran iman. Kesaksian Kitab Suci dan kesepakatan tradisi tentang itu bersifat sama jelas.
| | 329. | Santo Agustinus mengatakan: "'Malaikat' menunjukkan jabatan, bukan kodrat. Kalau engkau menanyakan kodratnya, maka ia adalah roh; kalau engkau menanyakan jabatannya, maka ia adalah malaikat" (Psal. 103,1,15). Menurut seluruh keadaannya malaikat adalah pelayan dan pesuruh Allah. Karena "mereka selalu memandang wajah Bapa-Ku, yang ada di surga" (Mat 18:10), mereka "melaksanakan firman-Nya dengan mendengarkan suara firman-Nya" (Mzm 103:20).
| | 330. | Sebagai makhluk rohani murni mereka mempunyai akal budi dan kehendak; mereka adalah wujud pribadi Bdk. Pius XII: DS 3891. dan tidak dapat mati Bdk. Luk 20:36.. Mereka melampaui segala makhluk yang kelihatan dalam kesempurnaan. Cahaya kemuliaannya membuktikan itu Bdk. Ul 10:9-12.
| | 331. | Kristus adalah pusat dunia malaikat. Mereka adalah malaikat-Nya: "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia..." (Mat 25:31). Mereka adalah milik-Nya karena mereka diciptakan oleh Dia dan untuk Dia: "Karena di dalam Dia telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di surga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintahan, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia" (Kol 1: 16). Mereka lebih lagi milik-Nya, karena ia menjadikan mereka pesuruh rencana keselamatan-Nya: "Mereka adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan" (Ibr 1:14).
| | 332. | Mereka ada sejak penciptaan dunia Bdk. Ayb 38:7 pada tempat itu para mataikat dinamakan "putera-putera Allah". dan sepanjang seluruh sejarah keselamatan; mereka mengabarkan keselamatan dari jauh dan dari dekat, dan melayani rencana ilahi, untuk melaksanakan keselamatan itu. Mereka mengunci firdaus duniawi Bdk. Kej 3:24., melindungi Lot Bdk. Kej 19., meluputkan Hagar dan anaknya Bdk. Kej 21:17., menghalangi tangan Abraham Bdk. Kej 22:11., menyampaikan hukum kepada bangsa Israel Bdk. Kis 7:53., menghantar bangsa Allah Bdk. Kel 23:20-23., mewartakan kelahiran Bdk. Hak 13. dan panggilan Bdk. Hak 6:11-24; Yes 6:6., membantu para nabi Bdk. 1 Raj 19:5., sekedar untuk menyebut beberapa contoh. Akhirnya malaikat Gabriel menampakkan diri untuk menyampaikan kelahiran perintis dan kelahiran Yesus sendiri Bdk. Luk 1:11.26.
| | 333. | Mulai dari penjelmaan menjadi manusia sampai kepada kenaikan ke surga, kehidupan Sabda yang menjadi manusia dikelilingi oleh penyembahan dan pelayanan malaikat. Ketika Allah "membawa Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: 'Semua malaikat harus menyembah'"(Ibr 1:6). Lagu pujiannya waktu Kristus dilahirkan - "Kemuliaan bagi Allah:.." (Luk 2:14) - bergema terus dalam lagu pujian Gereja. Mereka melindungi Yesus dalam usia anak-anak Bdk. Mat 1:20; 2:13.19., melayani Dia di padang gurun Bdk. Mrk 1:12; Mat 4:11., menguatkan-Nya dalam sakratul maut Bdk. Luk 22:43., dan mereka juga dapat membebaskan-Nya - seperti Israel dahulu Bdk. 2 Mak 10:29-30; 11:8. - dari tangan musuh-musuh Nya Bdk. Mat 26:53.. Malaikat-malaikat itu pula, "yang mewartakan Injil" (Luk 2:10), dengan menyampaikan Kabar Gembira mengenai penjelmaan Bdk. Luk 2:8-14. dan kebangkitan Bdk. Mrk 16:5-7. Kristus. Pada kedatangan kembali Kristus, yang mereka maklumkan Bdk. Kis 1:10-11., mereka akan menyertai Dia dan melayani Dia waktu pengadilan Bdk. Mat 13:41; 25:31; Luk 12:8-9.
| | 334. | Sampai Kristus datang kembali, pertolongan para malaikat yang penuh rahasia dan kuasa itu sangat berguna bagi seluruh kehidupan Gereja Bdk. Kis 5:18-20; 8:26-29; 10:3-8; 12:6-11; 27:23-25.
| | 335. | Dalam liturginya Gereja mempersatukan diri dengan para malaikat untuk menyembah Allah yang Maha Kudus Bdk. MR "Sanctus".; ia minta bantuan mereka Bdk. "Supplices te rogainus..." dalam Doa Syukur Agung I (Romawi); "In paradisum deducant te angeli..." dalam Upacara Pemakaman dan "Himne Kherubim" dalam liturgi Santo Yohanes Krisostomus., dan merayakan terutama peringatan akan malaikat tertentu (Mikael, Gabriel dan Rafael, dan para malaikat pelindung yang suci).
| | 336. | Sejak masa anak-anak Bdk. Mat 18:10. sampai pada kematiannya Bdk. Luk 16:22. malaikat-malaikat mengelilingi kehidupan manusia dengan perlindungan Bdk. Mzm 34:8; 91:10-13. dan doa permohonan Bdk. Ayb 33:23-24; Za 1:12; Tob 12:12.. "Seorang malaikat mendampingi setiap orang beriman sebagai pelindung dan gembala, supaya menghantarnya kepada kehidupan" (Basilius, Eun. 3, 1). Sejak di dunia ini, dalam iman, kehidupan Kristen mengambil bagian di dalam kebahagiaan persekutuan para malaikat dan manusia yang bersatu dalam Allah.
| | 337. | Allah sendiri telah menciptakan dunia yang kelihatan ini dengan segala kekayaannya, keaneka-ragamannya, susunannya. Kitab Suci menggambarkan karya penciptaan secara simbolis sebagai satu rentetan "enam hari kerja" ilahi, yang ditutup dengan "istirahat" pada hari ketujuh Bdk. Kej 1:1-2:4.. Berhubungan dengan penciptaan Kitab Suci mengajarkan kebenaran-kebenaran yang Allah wahyukan demi keselamatan kita Bdk. DV 11. dan yang mendorong orang, "mengakui makna sedalam-dalamnya, nilai serta tujuan segenap alam tercipta yakni: demi kemuliaan Allah" (LG 36).
| | 338. | Tidak ada sesuatu pun, yang tidak menerima keberadaannya dari Pencipta. Dunia mulai, ketika ia diciptakan oleh Sabda Allah dari ketidakadaan. Segala makhluk yang ada, seluruh alam, seluruh sejarah umat manusia, berakar dalam kejadian pokok ini; oleh "kejadian" ini dunia dibentuk dan waktu mulai bergulir Bdk. Agustinus, Gen. Man. 1,2,4.
| | 339. | Tiap makhluk memiliki kebaikan dan kesempurnaannya sendiri. Dari tiap karya selama "enam hari itu", dikatakan: "Dan Allah melihat bahwa semuanya itu baik". "Sebab berdasarkan kenyataannya sebagai ciptaan, segala sesuatu dikaruniai kemandirian, kebenaran dan kebaikannya sendiri, lagi pula menganut hukum-hukum dan mempunyai tata susunannya sendiri" (GS 36,2). Makhluk-makhluk yang berbeda-beda itu mencerminkan dalam kekhususan mereka yang dikehendaki Allah, tiap-tiapnya dengan caranya sendiri, satu sinar kebijaksanaan dan kebaikan Allah yang tidak terbatas. Karena itu manusia harus menghormati kodrat yang baik dari setiap makhluk dan bersikap waspada terhadap penyalah-gunaan benda-benda itu. Kalau tidak, maka Allah dihina dan terjadilah akibat -akibat yang sangat buruk bagi manusia dan alam sekitarnya.
| | 340. | Ketergantungan makhluk-makhluk satu sama lain dikehendaki Allah. Matahari dan bulan, pohon aras dan bunga liar, rajawali dan burung pipit - semua keanekaan dan ketidak-samaan yang tidak terhitung banyaknya itu mengatakan bahwa tidak ada satu makhluk pun yang mencukupi dirinya sendiri, bahwa makhluk-makhluk hanya ada dalam ketergantungan satu sama lain untuk saling melengkapi dalam pelayanan timbal balik.
| | 341. | Keindahan alam semesta: Peraturan dan harmoni dari dunia yang diciptakan berasal dari keaneka-ragaman makhluk dan hubungan antar mereka. Manusia menemukannya satu demi satu sebagai hukum alam. Mereka menimbulkan keheranan pada para ilmuwan. Keindahan ciptaan mencerminkan keindahan Pencipta yang tidak terbatas. Ia harus membangkitkan rasa hormat dan menggerakkan manusia supaya menundukkan akal budi dan kehendaknya kepada Pencipta.
| | 342. | Tingkat-tingkat makhluk-makhluk dinyatakan oleh urutan "enam hari", yang melangkah dari yang kurang sempurna kepada yang lebih sempurna. Allah mencintai semua makhluk-Nya Mzm 145:9., memperhatikan tiap-tiapnya, bahkan burung pipit pun. Walaupun demikian Yesus berkata: "Kamu lebih berharga daripada banyak burung pipit" (Luk 12:7) dan "Manusia lebih berharga daripada seekor domba" (Mat 12:12).
| | 343. | Manusia adalah puncak karya penciptaan. Kisah penciptaan dalam Kitab Suci menandaskan ini, dengan membedakan penciptaan manusia secara jelas dari penciptaan makhluk-makhluk yang lain Bdk. Kej 1:26.
| << >>
|