KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 339. | Tiap makhluk memiliki kebaikan dan kesempurnaannya sendiri. Dari tiap karya selama "enam hari itu", dikatakan: "Dan Allah melihat bahwa semuanya itu baik". "Sebab berdasarkan kenyataannya sebagai ciptaan, segala sesuatu dikaruniai kemandirian, kebenaran dan kebaikannya sendiri, lagi pula menganut hukum-hukum dan mempunyai tata susunannya sendiri" (GS 36,2). Makhluk-makhluk yang berbeda-beda itu mencerminkan dalam kekhususan mereka yang dikehendaki Allah, tiap-tiapnya dengan caranya sendiri, satu sinar kebijaksanaan dan kebaikan Allah yang tidak terbatas. Karena itu manusia harus menghormati kodrat yang baik dari setiap makhluk dan bersikap waspada terhadap penyalah-gunaan benda-benda itu. Kalau tidak, maka Allah dihina dan terjadilah akibat -akibat yang sangat buruk bagi manusia dan alam sekitarnya.
| | 340. | Ketergantungan makhluk-makhluk satu sama lain dikehendaki Allah. Matahari dan bulan, pohon aras dan bunga liar, rajawali dan burung pipit - semua keanekaan dan ketidak-samaan yang tidak terhitung banyaknya itu mengatakan bahwa tidak ada satu makhluk pun yang mencukupi dirinya sendiri, bahwa makhluk-makhluk hanya ada dalam ketergantungan satu sama lain untuk saling melengkapi dalam pelayanan timbal balik.
| | 341. | Keindahan alam semesta: Peraturan dan harmoni dari dunia yang diciptakan berasal dari keaneka-ragaman makhluk dan hubungan antar mereka. Manusia menemukannya satu demi satu sebagai hukum alam. Mereka menimbulkan keheranan pada para ilmuwan. Keindahan ciptaan mencerminkan keindahan Pencipta yang tidak terbatas. Ia harus membangkitkan rasa hormat dan menggerakkan manusia supaya menundukkan akal budi dan kehendaknya kepada Pencipta.
| | 342. | Tingkat-tingkat makhluk-makhluk dinyatakan oleh urutan "enam hari", yang melangkah dari yang kurang sempurna kepada yang lebih sempurna. Allah mencintai semua makhluk-Nya Mzm 145:9., memperhatikan tiap-tiapnya, bahkan burung pipit pun. Walaupun demikian Yesus berkata: "Kamu lebih berharga daripada banyak burung pipit" (Luk 12:7) dan "Manusia lebih berharga daripada seekor domba" (Mat 12:12).
| | 343. | Manusia adalah puncak karya penciptaan. Kisah penciptaan dalam Kitab Suci menandaskan ini, dengan membedakan penciptaan manusia secara jelas dari penciptaan makhluk-makhluk yang lain Bdk. Kej 1:26.
| | 344. | Antara semua makhluk terdapat suatu solidaritas, karena semua mereka mempunyai Pencipta yang sama, dan semua mereka diarahkan kepada kemuliaan-Nya.
Terpujilah Engkau, Tuhanku, dengan sekalian makhluk-Mu
terutama tuanku saudara Surya,
dia itu siang dan menerangi dengan pancarannya.
Dia itu elok dan bersinar dengan teramat cerahnya,
pembawa lambang-Mu, sang Mahaluhur.
Terpujilah Engkau Tuhanku
karena saudari Air,
besar gunanya, merendah, mulia, dan murni.
Terpujilah Engkau, Tuhanku,
karena saudari kami, Ibu Pertiwi,
penyuap dan pengasuh kami,
penghasil buah-buahan,
bunga beraneka-warna dan hijau-hijauan.
Puji dan muliakanlah Tuhanku,
beri syukur kepada-Nya,
abdilah Dia dengan kerendahan hati besar.
(Fransiskus dari Assisi, Gita Sang Surya)
| | 345. | Sabat - penutup "enam hari kerja". Kitab Suci mengatakan "pada hari ketujuh Allah telah menyelesaikan pekerjaan yang dilakukan-Nya itu" - demikianlah "langit dan bumi diselesaikan" - "berhentilah Ia pada hari ketujuh... Dan Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskan-Nya" (Kej 2:1-3). Kata-kata terilham ini sangat informatif:
| | 346. | Allah memberikan dasar dan hukum kepada ciptaan-Nya, yang tetap berilaku Bdk. Ibr 4:3-4.. Orang beriman dapat mengandalkannya; mereka dipandangnya sebagai tanda dan jaminan kesetiaan Allah yang tidak tergoyahkan baginya, yang dengannya Allah memegang perjanjian-Nya dengan teguh Bdk. Yer 31:35-37; 33:19-26.. Manusia dari pihaknya harus taat dengan setia kepada dasar dan menghormati hukum, yang telah Allah ukirkan ke dalam ciptaan.
| | 347. | Tujuan penciptaan itu ialah Sabat dan dengan demikian penghormatan dan penyembahan Allah. Kebaktian telah terukir dalam tata penciptaan Bdk. Kej 1:14.. "Kebaktian harus didahulukan dari apa pun" demikian bunyi peraturan santo Benediktus, yang dengan demikian menunjukkan kepada kita urutan kepentingan manusiawi yang tepat.
| | 348. | Sabat merupakan pusat hukum Israel. Menghayati perintah-perintah berarti hidup menurut kebijaksanaan dan kehendak Allah yang nyata dalam karya penciptaan-Nya.
| | 349. | Hari kedelapan. Tetapi bagi kita tiba satu hari baru: hari kebangkitan Kristus. Hari ketujuh menyelesaikan ciptaan pertama. Pada hari kedelapan mulailah penciptaan baru. Dengan demikian karya penciptaan berpuncak pada karya penebusan yang lebih besar lagi. Ciptaan pertama mendapat arti dan puncaknya dalam penciptaan baru dalam Kristus, yang melampaui yang pertama dalam kecemerlangan Bdk. MR Malam Paskah 24: Doa sesudah bacaan pertama.
| << >>
|