Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

372.Pria dan wanita diciptakan "satu untuk yang lain", bukan seakan-akan Allah membuat mereka sebagai manusia setengah-setengah dan tidak lengkap, melainkan Ia menciptakan mereka untuk satu persekutuan pribadi, sehingga kedua orang itu dapat menjadi "penolong" satu untuk yang lain, karena di satu pihak mereka itu sama sebagai pribadi ("tulang dari tulangku"), sedangkan di lain pihak mereka saling melengkapi dalam kepriaan dan kewanitaannya. Dalam perkawinan Allah mempersatukan mereka sedemikian erat, sehingga mereka "menjadi satu daging" (Kej 2:24) dan dapat meneruskan kehidupan manusia: "Beranak-cuculah dan bertambah banyaklah; penuhilah bumi" (Kej 1:28). Dengan meneruskan kehidupan kepada anak-anaknya, pria dan wanita sebagai suami isteri dan orang-tua bekerja sama dengan karya Pencipta atas cara yang sangat khusus Bdk. GS 50,1.

373.Menurut rencana Allah, pria dan wanita memiliki panggilan supaya sebagai "wakil" yang ditentukan Allah, "menaklukkan dunia". Keunggulan ini tidak boleh menjadi kelaliman yang merusak. Diciptakan menurut citra Allah, yang "mengasihi segala yang ada" (Keb 11:24), pria dan wanita terpanggil untuk mengambil bagian dalam penyelenggaraan ilahi untuk makhluk-makhluk lain. Karena itu, mereka bertanggung jawab untuk dunia yang dipercayakan Allah kepada mereka.

374.Manusia pertama diciptakan sebagai makhluk yang baik dan ditempatkan dalam persahabatan dengan Penciptanya dan dalam keselarasan dengan diri sendiri dan dengan ciptaan yang berada di sekitamya. Hanya oleh kemuliaan penciptaan baru dalam Kristus, persahabatan dan harmoni ini dapat dilampaui.

375.Gereja menjelaskan perlambangan bahasa biblis dalam terang Perjanjian Baru dan tradisi secara otentik dan mengajarkan bahwa nenek moyang kita Adam dan Hawa ditempatkan dalam satu keadaan "kekudusan dan keadilan" yang asli (Konsili Trente: DS 1511). Rahmat kekudusan yang asli itu adalah "berpartisipasi dalam kehidupan ilahi" (LG 2).

376.Oleh sinar rahmat ini kehidupan manusiawi diperkuat menurut segala aspek. Selama manusia tinggal dalam hubungan erat dengan Allah ia tidak perlu mati Bdk. Kej 2:17; 3:19. atau bersengsara Bdk. Kej 3:16., Keselarasan batin dari pribadi manusiawi, keselarasan antara pria dan wanita Bdk. Kej 2:25., dan keselarasan antara pasangan suami isteri pertama dan seluruh ciptaan merupakan keadaan yang dinamakan "keadilan purba".

377."Kekuasaan" atas dunia yang diberikan oleh Allah kepada manusia sejak awal, dilaksanakan pada tempat pertama sekali di dalam manusia itu sendiri yaitu kekuasaan atas diri sendiri. Manusia dalam seluruh kodratnya utuh dan teratur, karena ia bebas dari tiga macam hawa nafsu Bdk. 1 Yoh 2:16., yang membuat dia menjadi hamba kenikmatan hawa nafsu, ketamakan akan harta duniawi, dan penonjolan diri yang bertentangan dengan petunjuk akal budi.

378.Bukti hubungan baik dengan Allah ialah bahwa Allah menempatkan manusia dalam "kebun" Bdk. Kej 2:8.. Ia hidup di dalamnya "untuk mengusahakan dan memelihara" taman itu (Kej 2:15). Pekerjaan itu untuk pria dan wanita bukan kerja paksa Bdk. Kej 3:17-19., melainkan kerja sama dengan Allah demi penyempurnaan ciptaan yang kelihatan.

379.Seluruh keselarasan keadilan purba, yang rencana Allah persiapkan untuk manusia, hilang karena dosa nenek moyang kita.

380."Engkau menjadikan manusia menurut gambaran-Mu, Engkau menyerahkan kepadanya tugas menguasai alam raya; agar dengan demikian dapat mengabdi kepada-Mu, satu-satunya Pencipta" (MR, Doa Syukur Agung IV 118).

381.Manusia sudah ditentukan untuk mencerminkan dengan setia citra Putera Allah yang menjadi manusia - "gambar Allah yang tidak kelihatan " (Kol 1:15) - supaya Kristus menjadi yang sulung di antara banyak saudara Bdk. Ef 1:3-6; Rm 8:29.

382.Manusia adalah "satu jiwa maupun raganya" (GS 14, 1). Ajaran iman mengatakan bahwa jiwa yang rohani dan tidak dapat mati langsung diciptakan oleh Allah.

<<   >>