KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 375. | Gereja menjelaskan perlambangan bahasa biblis dalam terang Perjanjian Baru dan tradisi secara otentik dan mengajarkan bahwa nenek moyang kita Adam dan Hawa ditempatkan dalam satu keadaan "kekudusan dan keadilan" yang asli (Konsili Trente: DS 1511). Rahmat kekudusan yang asli itu adalah "berpartisipasi dalam kehidupan ilahi" (LG 2).
| | 376. | Oleh sinar rahmat ini kehidupan manusiawi diperkuat menurut segala aspek. Selama manusia tinggal dalam hubungan erat dengan Allah ia tidak perlu mati Bdk. Kej 2:17; 3:19. atau bersengsara Bdk. Kej 3:16., Keselarasan batin dari pribadi manusiawi, keselarasan antara pria dan wanita Bdk. Kej 2:25., dan keselarasan antara pasangan suami isteri pertama dan seluruh ciptaan merupakan keadaan yang dinamakan "keadilan purba".
| | 377. | "Kekuasaan" atas dunia yang diberikan oleh Allah kepada manusia sejak awal, dilaksanakan pada tempat pertama sekali di dalam manusia itu sendiri yaitu kekuasaan atas diri sendiri. Manusia dalam seluruh kodratnya utuh dan teratur, karena ia bebas dari tiga macam hawa nafsu Bdk. 1 Yoh 2:16., yang membuat dia menjadi hamba kenikmatan hawa nafsu, ketamakan akan harta duniawi, dan penonjolan diri yang bertentangan dengan petunjuk akal budi.
| | 378. | Bukti hubungan baik dengan Allah ialah bahwa Allah menempatkan manusia dalam "kebun" Bdk. Kej 2:8.. Ia hidup di dalamnya "untuk mengusahakan dan memelihara" taman itu (Kej 2:15). Pekerjaan itu untuk pria dan wanita bukan kerja paksa Bdk. Kej 3:17-19., melainkan kerja sama dengan Allah demi penyempurnaan ciptaan yang kelihatan.
| | 379. | Seluruh keselarasan keadilan purba, yang rencana Allah persiapkan untuk manusia, hilang karena dosa nenek moyang kita.
| | 380. | "Engkau menjadikan manusia menurut gambaran-Mu, Engkau menyerahkan kepadanya tugas menguasai alam raya; agar dengan demikian dapat mengabdi kepada-Mu, satu-satunya Pencipta" (MR, Doa Syukur Agung IV 118).
| | 381. | Manusia sudah ditentukan untuk mencerminkan dengan setia citra Putera Allah yang menjadi manusia - "gambar Allah yang tidak kelihatan " (Kol 1:15) - supaya Kristus menjadi yang sulung di antara banyak saudara Bdk. Ef 1:3-6; Rm 8:29.
| | 382. | Manusia adalah "satu jiwa maupun raganya" (GS 14, 1). Ajaran iman mengatakan bahwa jiwa yang rohani dan tidak dapat mati langsung diciptakan oleh Allah.
| | 383. | "Allah tidak menciptakan manusia seorang diri: sebab sejak awal mula 'Ia menciptakan mereka pria dan wanita' (Kej 1:27). Rukun hidup mereka merupakan bentuk pertama persekutuan antar pribadi - pribadi (GS 12,4).
| | 384. | Wahyu memperlihatkan kepada kita keadaan kekudusan dan keadilan asli pria dan wanita sebelum berdosa. Dari persahabatannya dengan Allah muncullah kebahagiaan hidup mereka dalam firdaus.
| | 385. | Allah itu baik secara tak terbatas dan segala karya-Nya baik. Namun tidak ada seorang yang luput dari pengalaman penderitaan, kebobrokan alami - yang rupanya sudah termasuk keterbatasan ciptaan - dan terutama tidak seorang pun dapat mengelak masalah kejahatan moral. Dari manakah datangnya kejahatan? "Aku bertanya-tanya mengenai awal kejahatan, tetapi tidak menemukan jalan keluar" demikian santo Agustinus (conf. 7,7,11), dan pencariannya yang menyedihkan hati, baru akan mendapat jalan keluar dalam pertobatannya kepada Allah yang hidup. "Kuasa rahasia kedurhakaan" (2 Tes 2:7) hanya menyingkapkan diri dalam cahaya "rahasia iman" (1 Tim 3:16). Wahyu cinta ilahi yang terjadi dalam Kristus menunjukkan sekaligus banyaknya dosa dan melimpahnya rahmat Bdk. Rm 5:20.. Kalau kita menghadapi pertanyaan mengenai awal kejahatan, kita juga harus mengarahkan pandangan iman kita kepada Dia, yang mengalahkannya Bdk. Luk 11:21-22; Yoh 16:11; 1 Yoh 3:8.
| << >>
|