KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 38. | Karena itu, perlu bahwa oleh wahyu ilahi, manusia tidak hanya diterangi mengenai apa yang mengatasi daya akal budinya, tetapi juga mengenai apa yang sebenarnya dapat diterobos oleh akal budi dalam masalah-masalah agama dan susila", sehingga "juga dalam kondisi umat manusia dewasa ini hal-hal itu dapat diketahui oleh semua orang tanpa kesulitan, dengan kepastian yang jitu, tanpa mencampur-adukkannya dengan suatu kekeliruan" (ibid., 3876) Bdk. Konsili Vatikan I: DS 3005; DV 6; Tomas Aqu., s.th. 1,1,1..
| | 39. | Gereja berkeyakinan, bahwa akal budi manusia dapat mengenal Allah. Dengan itu, ia memperlihatkan kepercayaan teguh bahwa mungkin sekali ia berbicara tentang Allah kepada semua manusia dan dengan semua manusia. Keyakinan itu mendasari dialognya dengan agama-agama lain, dengan filsafat dan dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga dengan kaum tak beriman dan dengan kaum ateis.
| | 40. | Karena pengetahuan kita tentang Allah itu terbatas, maka pembicaraan kita tentang Allah pun demikian juga. Kita hanya dapat berbicara tentang Allah dari sudut pandang ciptaan dan sesuai dengan cara mengerti dan cara berpikir manusiawi kita yang terbatas.
| << >>
|