Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

398.Dalam dosa manusia mendahulukan dirinya sendiri daripada Allah dan dengan demikian mengabaikan Allah: ia memilih dirinya sendiri melawan Allah, melawan kebutuhan-kebutuhan keberadaannya sendiri sebagai makhluk dan dengan demikian juga melawan kesejahteraannya sendiri. Diciptakan dalam keadaan kekudusan, manusia ditentukan supaya "di-ilahi-kan" sepenuhnya oleh Allah dalam kemuliaan. Digoda oleh setan, ia hendak "menjadi seperti Allah" Bdk. Kej 3:5., tetapi "tanpa Allah dan sebelum Allah dan tidak sesuai dengan Allah" (Maksimus Pengaku iman, ambig.).

399.Kitab Suci menunjukkan akibat-akibat dari ketidak-taatan pertama yang membawa malapetaka. Adam dan Hawa langsung kehilangan rahmat kekudusan asli Bdk. Rm 3:23.. Mereka takut kepada Allah Bdk. Kej 3:9-10., tentang Siapa mereka telah membuat karikatur seorang Allah, yang terutama mencari kepentingan-kepentingan-Nya sendiri Bdk. Kej 3:5.

400.Keselarasan yang mereka miliki berkat keadilan asli, sudah rusak; kekuasaan kemampuan-kemampuan rohani dari jiwa atas badan, sudah dipatahkan Bdk. Kej 3:7.; kesatuan antara pria dan wanita mengalami ketegangan Bdk. Kej 3:11-13.; hubungan mereka ditandai dengan keinginan dan nafsu untuk berkuasa. Juga keselarasan dengan ciptaan rusak: ciptaan kelihatan menjadi asing dan bermusuhan dengan manusia Bdk. Kej 3:17.19.. Karena manusia, seluruh makhluk "telah ditaklukkan kepada kesia-siaan" (Rm 8:20). Akhirnya akan jadilah akibatnya, yang telah diramalkan dengan jelas sebelum dosa ketidak-taatan: "manusia adalah debu, dan akan kembali menjadi debu" (Kej 3:19). Maut memasuki sejarah umat manusia Bdk. Rm 5:12.

401.Sejak dosa pertama ini, dosa benar-benar membanjiri dunia: Kain membunuh saudaranya Abel Bdk. Kej 4:3-15.; sebagai akibat dosa, manusia pada umumnya menjadi rusak sama sekali Bdk. Kej 6:5.12; Rm 1:18-32.; dalam sejarah Israel dosa ini sering menampakkan diri - terutama sebagai ketidaksetiaan kepada perjanjian dengan Allah dan sebagai pelanggaran hukum Musa; dan juga sesudah penebusan oleh Kristus orang Kristen masih juga berdosa dengan berbagai macam cara Bdk. 1 Kor 1-6; Why 2-3.. Kitab Suci dan Tradisi Gereja selalu mengingatkan lagi bahwa ada dosa dan bahwa ia tersebar luas dalam seluruh sejarah manusia.
"Apa yang kita ketahui berkat pewahyuan itu memang cocok dengan pengalaman sendiri. Sebab bila memeriksa batinnya sendiri manusia memang menemukan juga, bahwa ia cenderung untuk berbuat jahat, dan tenggelam dalam banyak hal yang buruk, yang tidak mungkin berasal dari Penciptanya yang baik. Sering ia menolak mengakui Allah sebagai dasar hidupnya. Dengan demikian ia merusak keterarahannya yang sejati kepada tujuannya terakhir, begitu pula seluruh hubungannya yang sesungguhnya dengan dirinya sendiri, dengan sesama manusia, dan dengan segenap ciptaan" (GS 13,1).

402.Semua manusia terlibat dalam dosa Adam. Santo Paulus mengatakan: "Oleh ketidak-taatan satu orang, semua orang telah menjadi orang berdosa" (Rm 5: 191. "Sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa" (Rm 5:12). Rasul mempertentangkan universalitas dosa dan kematian dengan universalitas keselamatan dalam Kristus: "Sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang mendapat penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang mendapat pembenaran untuk hidup" (Rm 5:18).

403.Sehubungan dengan santo Paulus Gereja selalu mengajar bahwa penderitaan yang sangat banyak membebani manusia, dan kecondongannya kepada yang jahat dan kepada kematian tidak dapat dimengerti tanpa hubungan dengan dosa Adam dan dengan kenyataan bahwa ia meneruskan kepada kita suatu dosa, yang kita semua sudah terima pada saat kelahiran dan yang "merupakan kematian jiwa" Bdk. Konsili Trente: DS 1512.. Karena keyakinan iman ini Gereja memberi Pembaptisan untuk pengampunan dosa juga kepada anak-anak kecil yang belum melakukan dosa pribadi Bdk. Konsili Trente: DS 1514.

<<   >>