KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 416. | Oleh dosanya, Adam sebagai manusia pertama kehilangan kekudusan dan keadilan aslinya, yang telah ia terima dari Allah tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk semua manusia.
| | 417. | Adam dan Hawa oleh dosa mereka yang pertama meneruskan kepada turun-temurunnya kodrat manusiawi yang terluka, jadi yang mengalami kekurangan kekudusan dan keadilan asli. Kekurangan ini dinamakan "dosa asal".
| | 418. | Sebagai akibat dosa asal kodrat manusiawi diperlemah dalam kekualannya, ditaklukkan kepada kebodohan, kesengsaraan, dan kekuasaan kematian, dan condong kepada dosa. Kecondongan ini dinamakan "concupiscentia".
| | 419. | "Sambil mengikuti Konsili Trente, kami memegang teguh, bahwa dosa asal diturunkan bersama dengan kodrat manusiawi melalui pembiakan dan tidak hanya melalui peniruan, dan bahwa dosa asal itu berada di dalam diri setiap manusia sebagai keadaan pribadinya " (SPF 16).
| | 420. | Kemenangan Kristus atas dosa memberi kepada kita hal-hal yang lebih baik daripada yang diambil dari kita oleh dosa. "Di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah" (Rm 5:20).
| | 421. | "Menurut iman umat Kristiani [dunia] diciptakan dan dilestarikan oleh cinta kasih Sang Pencipta; dunia memang berada dalam perbudakan dosa, tetapi telah dibebaskan oleh Kristus yang disalibkan dan bangkit, sesudah kuasa si Jahat dihancurkan " (GS 2,2).
| | 422. | "Setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak" (Gal 4:4-5). Inilah "kabar gembira Yesus Kristus, Putera Allah" (Mrk 1:1): Allah mengunjungi bangsa-Nya Bdk. Luk 1:68.; Ia memenuhi janji, yang Ia berikan kepada Abraham dan keturunannya Bdk. Luk 1:55.; Ia membuat jauh lebih banyak daripada yang dapat diharapkan orang: Ia telah mengutus "Putera-Nya terkasih" (Mrk 1:11).
| | 423. | Kita percaya dan mengakui: Yesus dari Nasaret, seorang Yahudi, pada waktu kekuasaan Raja Herodes Agung dan Kaisar Agustus, dilahirkan oleh seorang puteri Israel di Betlehem, bekerja sebagai tukang kayu, dan pada waktu kekuasaan Kaisar Tiberius, di bawah Wali Negeri Pontius Pilatus, dihukum mati pada kayu salib di Yerusalem, adalah Putera Allah yang abadi yang telah menjadi manusia. "Ia datang dari Allah" (Yoh 13:3), "turun dari surga" (Yoh 3:13; 6:33), "Ia datang sebagai manusia" (1 Yoh 4:2). Karena "Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya, sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran... Dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia" (Yoh 1:14.16).
| | 424. | Digerakkan oleh rahmat Roh Kudus dan ditarik oleh Bapa, kita percaya dan mengakui tentang Yesus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup" (Mat 16:16). Atas wadas iman ini, yang diakui santo Petrus, Kristus membangun Gereja-Nya Bdk. Mat 16:18; Leo Agung, serm. 4,3; 51,1; 62,2; 83,3.
| | 425. | Pentradisian iman Kristen pada tempat pertama terjadi oleh pewartaan tentang Yesus Kristus: Ia harus menghantar orang kepada iman terhadap-Nya. Sejak awal para murid pertama menyala-nyala karena kerinduan untuk mewartakan Kristus: "Tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar" (Kis 4:20). Dan mereka mengundang manusia dari segala zaman supaya mereka masuk ke dalam kegembiraan persatuan dengan Kristus:
"Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan, dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup - itulah yang kami tuliskan kepada kamu. Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami. Apa yang telah kami lihat dan yang kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya Yesus Kristus. Dan semuanya itu kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna" (1 Yoh 1:1-4).
| | 426. | "Dalam jantung katekese kita jumpai seorang pribadi yaitu pribadi Yesus dari Nazaret, Putera tunggal Bapa... yang menderita sengsara dan wafat demi kita dan yang sekarang, sesudah bangkit mulia, hidup beserta kita... Memberi katekese berarti menampilkan dalam pribadi Kristus seluruh rencana kekal Allah yang mencapai kepenuhannya dalam pribadi itu. Katekese mendalami arti kegiatan dan kata-kata Kristus, begitu pula tanda-tanda yang dikerjakan-Nya" (CT 5). Tujuan katekese "ialah menghubungkan manusia dengan Yesus Kristus; hanya Dialah yang dapat membimbing kita kepada cinta kasih Bapa dalam Roh, dan mengajak kita ikut serta menghayati hidup Tritunggal kudus" (CT 5).
| << >>
|