KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 42. | Allah itu agung melebihi setiap makhluk. Karena itu, kita harus membersihkan pembicaraan kita tentang Dia terus-menerus dari segala keterbatasan, dari segala gambaran, dari segala ketidaksempurnaan, supaya jangan menggantikan Allah "yang tidak terucapkan, yang tidak dimengerti, yang tidak kelihatan, yang tidak dibayangkan" (Liturgi santo Yohanes Kristostomus, Doa Syukur Agung) dengan gambaran-gambaran manusiawi kita tentang Dia. Kata-kata manusiawi kita tidak pernah akan mencapai misteri Allah.
| | 43. | Kalau kita berbicara tentang Allah dengan cara demikian, maka bahasa kita memang mengungkapkan diri secara manusiawi, namun dengan sebenarnya menyangkut Allah sendiri, walaupun tidak mampu menyatakan Dia dalam kesederhanaan-Nya yang tidak terbatas. Kita harus sadar, bahwa "antara Pencipta dan ciptaan tidak dapat dinyatakan satu keserupaan tanpa menegaskan satu ketidakserupaan yang lebih besar lagi" (Konsili Lateran 4: DS 806). "Mengenai Allah kita tidak dapat memahami Siapa Dia, tetapi hanya Siapa yang bukan Dia, dan bagaimana semua makhluk yang lain berhubungan dengan Dia" (Tomas Aqu., s.gent. 1,30).
| << >>
|