KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 428. | Yang mendapat tugas untuk "mengajar Kristus" harus lebih dahulu mencari "pengetahuan yang mengatasi segala sesuatu mengenai Yesus Kristus"; ia harus bersedia "melepaskan semuanya untuk memperoleh Kristus dan berada dalam Dia", untuk "mengenal Dia dan kekuasaan kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya", menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya "akhirnya sampai kepada kebangkitan dari antara orang mati" (Flp 3:8-11).
| | 429. | Pengetahuan penuh cinta terhadap Kristus ini membangkitkan kerinduan untuk mewartakan, untuk "mengevangelisasikan", dan untuk membimbing orang lain kepada iman kepada Yesus Kristus. Pada waktu yang sama dirasakan perlu untuk mengenal iman ini semakin baik. Dengan maksud ini dijelaskan seturut kerangka pengakuan iman lebih dahulu gelar kebesaran Yesus: Kristus, Putera Allah, Tuhan (artikel 2). Sesudah itu syahadat mengakui misteri pokok kehidupan Kristus: penjelmaan-Nya menjadi manusia (artikel 3), Paskah-Nya (artikel 4 dan 5) dan akhirnya kemuliaan-Nya (artikel 6 dan 7).
| | 430. | "Yesus" dalam bahasa Ibrani berarti "Allah membebaskan". Pada waktu menyampaikan pewartaan, malaikat Gabriel menamakan Dia Yesus, yang menandaskan sekaligus Siapa Dia dan untuk apa Ia diutus Bdk. Luk 1:31.. Karena tidak ada seorang pun dapat "mengampuni dosa selain Allah sendiri" (Mrk 2:7), maka Allah sendirilah yang "akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka" (Mat 1:21) dalam Yesus, Putera-Nya yang abadi yang telah menjadi manusia. Jadi, dalam Yesus Allah menyimpulkan seluruh karya keselamatan-Nya untuk umat manusia.
| << >>
|