KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 440. | Yesus menerima pengakuan iman Petrus, yang mengakui-Nya sebagai Mesias, tetapi menyatakan dalam kaitan dengan itu kesengsaraan yang harus ditanggung Putera Manusia Bdk. Mat 16:16-23.. Ia menyatakan bahwa Kerajaan Mesias-Nya terletak, baik dalam asalnya yang ilahi sebagai putera manusia "yang telah turun dari surga" (Yoh 3:13) Bdk. Yoh 6:62; Dan 7:13., maupun juga dalam perutusan-Nya sebagai Penebus, sebagai Hamba Allah yang menderita: "Anak Manusia tidak datang untuk dilayani, tetapi untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang" (Mat 20:28) Bdk. Yes 53:10-12.. Karena itu arti benar tentang Kerajaan-Nya baru dinyatakan melalui salib Bdk. Yoh 19:19-22; Luk 23:39-43.. Baru sesudah kebangkitan-Nya Kerajaan Mesias-Nya dapat diumumkan oleh Petrus di depan umat Allah: "Seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus" (Kis 2:36).
| | 441. | Dalam Perjanjian Lama gelar "Putera Allah" diberikan kepada para malaikat Bdk. Ul 32:8 LXX; Ayb 1:6., kepada bangsa terpilih Bdk. Kel 4:22; Hos 11: 1; Yer 3:19; Sir 36:11; Keb 18:3., kepada anak-anak Israel Bdk. Ul 14:1; Hos 2:1. dan kepada para raja Bdk. 2 Sam 7:14; Mzm 82:6.. Ia berarti status sebagai anak angkat, yang membangun hubungan yang sangat mesra antara Allah dan ciptaan-Nya. Kalau raja Mesias terjanji dinamakan "Putera Allah Bdk. 1 Taw 17:13; Mzm 2:7.", maka arti harafiah dari teks-teks itu tidak selalu memaksudkan bahwa Ia lebih dari manusia biasa saja. Mereka yang menyatakan Yesus sebagai Mesias Israel Bdk. Mat 27:54., mungkin dengan demikian tidak mau mengatakan lebih dari itu Bdk. Luk 23:47.
| | 442. | Itu tidak berlaku bagi Petrus, waktu ia mengakui Yesus sebagai "Mesias, Putera Allah yang hidup" (Mat 16:16), karena Yesus menjawab dengan meriah: "Bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang ada di surga" (Mat 16:17). Demikian juga santo Paulus dalam hubungan dengan pertobatannya di jalan ke Damaskus mengatakan: "Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya, berkenan menyatakan anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaat pun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia" (Gal 1:15-16). "Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah" (Kis 9:20). Sejak awal Bdk. 1 Tes 1:10., pengakuan ini adalah sentrum iman apostolik Bdk. Yoh 20:31.. Sebagai orang pertama Petrus mengakui iman ini sebagai dasar Gereja Bdk. Mat 16:18.
| | 443. | Petrus dapat mengenal sifat transenden dari keputraan ilahi, Yesus, Mesias, karena Yesus telah menyatakan ini dengan jelas. Atas pertanyaan pendakwa-pendakwa-Nya: "Jadi Engkau Putera Allah?" Yesus menjawab di depan Mahkamah Agung: "Kamu sendiri mengatakan, bahwa Akulah Anak Allah" (Luk 22:70) Bdk. Mat 26:64; Mrk 14:61.. Sudah sejak lama sebelumnya Ia menyatakan Diri sebagai "Putera", yang mengenal Bapa Bdk. Mat 11:27; 21:37-38. dan yang membedakan diri dari "hamba-hamba", yang dulu Allah kirimkan kepada bangsa-Nya Bdk. Mat 21:34-36., dan yang malahan lebih tinggi daripada malaikat Bdk. Mat 24:36.. Ia membeda-bedakan keputeraan-Nya dari keputeraan murid-murid, karena Ia tidak pernah mengatakan "Bapa kita" Bdk. Mat 5:48, 6:8; 7:21; Luk 11:13., kecuali untuk menugaskan mereka: "kamu harus berdoa demikian: Bapa kami" (Mat 6:9). Ya, Ia menyatakan perbedaan dengan jelas: "Bapa-Ku dan Bapamu" (Yoh 20:17).
| | 444. | Sebagaimana diberitakan Injil-injil, pada dua kesempatan resmi, waktu pembaptisan dan waktu perubahan rupa Kristus, kedengaran suara Bapa, yang menyatakan Dia sebagai "Putera-Nya yang kekasih" Bdk. Mat 3:17; 17:5. Yesus menamakan Diri "Putera Allah yang tunggal" (Yoh 3:16) dan meneguhkan dengan demikian praada-Nya yang abadi Bdk. Yoh 10:36.. Ia menginginkan supaya orang percaya kepada "nama Putera Allah yang tunggal" (Yoh 3:18). Pengakuan Kristen ini sudah tampak dalam seruan kepala pasukan di depan Yesus yang bergantung di salib: "Sungguh, orang ini adalah Anak Allah" (Mrk 15:39). Karena baru dalam misteri Paskah orang beriman dapat memberikan arti yang sepenuhnya kepada gelar "Putera Allah".
| | 445. | Sesudah kebangkitan kelihatanlah keputraan ilahi-Nya dalam kekuasaan kodrat manusiawi-Nya yang dimuliakan. Ia "dinyatakan sebagai Putera Allah dalam kekuasaan-Nya sesuai dengan Roh kekudusan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati" (Rm 1:4) Bdk. Kis 13:33.. Lalu para Rasul dapat mengakui: "Kami telah melihat kemuliaan-Nya yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran" (Yoh 1:14).
| << >>
|