KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 468. | Sesudah Konsili Kalsedon, beberapa orang menafsirkan kodrat manusiawi Kristus seperti semacam pribadi yang berdiri sendiri. Melawan mereka konsili ekumenis kelima yang berkumpul di Konstantinopel pada tahun 553 mengakui dalam hubungan dengan Kristus, "satu hupostasis [pribadi] ialah Tuhan Yesus Kristus, yang adalah satu dari Tritunggal Maha Kudus" (DS 424). Dengan demikian, segala sesuatu yang ada pada kodrat manusiawi Kristus harus dikenakan kepada Pribadi ilahi-Nya sebagai pembawa-Nya yang sebenarnya Bdk. Konsili Efesus: DS 255., bukan hanya mukjizat-mukjizat melainkan juga penderitaan Bdk. DS 424. dan malahan juga kematian, karena "Tuhan Yesus Kristus yang disalibkan dalam daging adalah sungguh Allah dan Tuhan kemuliaan dan satu dari Tritunggal Maha Kudus" (DS 432).
| | 469. | Jadi, Gereja mengakui bahwa Yesus itu sungguh Allah dan sungguh manusia secara tidak terpisahkan. Ia sesungguhnya Putera Allah, yang menjadi manusia, saudara kita, dan tetap tinggal Allah Tuhan kita:
"Ia tetap Allah, namun sekaligus juga manusia sejati", demikian nyanyian liturgi Romawi (Ibadat Pagi 1 Januari) Bdk. St. Leo Agung, serm. 21, 2-3.. Dan liturgi santo Yohanes Krisostomus mewartakan dan menyanyikan: "O Putera yang tunggal dan Sabda Allah, walaupun tidak dapat mati, Engkau berkenan demi keselamatan kami, menerima daging dari Maria Bunda Allah yang suci dan tetap perawan. Tanpa perubahan Engkau menjadi manusia dan disalibkan, O Kristus, Allah; melalui kematian-Mu Engkau menghancurkan kematian; Engkau adalah satu dari Tritunggal Kudus, dimuliakan bersama Bapa dan Roh Kudus: selamatkanlah kami" (Tropafion"O monogenis").
| << >>
|