KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 474. | Karena Kristus dalam pribadi Sabda terjelma dipersatukan dengan kebijaksanaan ilahi, maka pengetahuan manusiawi-Nya mengetahui sepenuhnya keputusan-keputusan abadi, yang untuk menyingkapkannya Ia telah datang Bdk. Mrk 8:31; 9:31; 10:33-34; 14:18-20.26-30.. Mengenai apa, yang dalam hubungan ini Ia akui bahwa Ia tidak tahu Bdk. Mrk 13:32., Ia jelaskan pada tempat lain bahwa Ia tidak ditugaskan untuk menyingkapkan-Nya Bdk. Kis 1:7.
| | 475. | Oleh karena itu, Gereja mengakui dalam konsili ekumenis keenam (Konsili Konstantinopel III pada tahun 661) imannya bahwa Kristus menurut kodrit-Nya mempunyai dua macam kehendak dan tindakan - satu ilahi dan satu manusiawi. Keduanya ini tidak bertentangan satu sama lain, tetapi bekerja sama sedemikian, sehingga Sabda yang telah menjadi manusia dalam ketaatan-Nya sebagai manusia terhadap Bapa-Nya menghendaki segala sesuatu, yang Ia sebagai Allah bersama Bapa dan Roh Kudus sudah putuskan demi keselamatan kita Bdk. DS 556-559.. Kehendak manusiawi Kristus "patuh dan tidak melawan dan tidak menentang, tetapi menyesuaikan diri dengan kehendak-Nya yang ilahi dan mahakuasa" (DS 356).
| << >>
|