KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 477. | Gereja juga mengakui sejak dulu bahwa kita "mengenal Allah yang tak kelihatan dalam diri Penebus yang kelihatan", (MR, Prefasi Natal). Memang kekhususan individual tubuh Kristus menyatakan Pribadi ilahi Putera Allah. Ia sudah menerima bentuk-bentuk tubuh manusiawi-Nya sedemikian, sehingga mereka boleh dihormati dalam gambar pada lukisan kudus, karena orang beriman yang menghormati gambar-Nya, "menghormati Pribadi yang digambarkan di dalamnya" (Konsili Nisea II: DS 601).
| | 478. | Selama hidup-Nya, sakratul maut-Nya di taman Zaitun dan dalam kesengsaraan-Nya, Yesus mengenal dan mencintai kita semua dan setiap orang dan menyerahkan Diri untuk setiap kita: "Putera Allah" telah "mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku" (Gal 2:20). Ia mencintai kita dengan hati seorang manusia. Atas dasar itu, maka hati Yesus tersuci, yang ditembus oleh dosa kita dan demi keselamatan kita Bdk. Yoh 19:34. dilihat sebagai tanda pengenal paling ampuh dan sebagai lambang cinta, yang dengannya Penebus ilahi tetap mencintai Bapa abadi dan semua manusia" (Pius XII, Ens. "Haurietis aquas": DS 3924) Bdk. DS 3812.
| | 479. | Pada waktu yang telah ditentukan Allah, Putera Allah yang tunggal, Sabda abadi, dan citra hakikat Bapa, telah menjadi manusia: Ia telah menerima kodrat manusiawi, tanpa kehilangan kodrat ilahi.
| | 480. | Yesus Kristus sungguh Allah dan sungguh manusia dalam kesatuan Pribadi ilahi-Nya; karena itu Ia adalah perantara satu-satunya antara Allah dan manusia.
| | 481. | Yesus Kristus memiliki dua kodrat, yang ilahi dan yang manusiawi; keduanya tidak dicampur-adukkan satu dengan yang lain, tetapi disatukan dalam Pribadi Putra Allah yang satu.
| | 482. | Karena Kristus sungguh Allah dan sungguh manusia, Ia memiliki akal budi manusiawi dan kehendak manusiawi. Keduanya serasi dengan dan patuh terhadap akal budi ilahi-Nya dan kehendak ilahi-Nya, yang Ia miliki bersama Bapa dan Roh Kudus.
| | 483. | Inkarnasi [penjelmaan menjadi manusia] dengan demikian adalah misteri persatuan yang mengagumkan dari kodrat ilahi dan kodrat manusiawi dalam Pribadi Sabda.
| << >>
|