KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 584. | Yesus naik ke kenisah sebagai tempat yang sangat baik untuk pertemuan dengan Allah. Bagi-Nya kenisah adalah tempat kediaman Bapa-Nya, satu rumah doa, dan Ia sangat marah bahwa halaman depannya dijadikan pasar Bdk. Mat 21:13.. Karena cinta yang penuh semangat kepada Bapa-Nya Ia mengusir pedagang-pedagang keluar dari kenisah: "Jangan membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat untuk berjualan. Murid-murid-Nya mengenangkan kata-kata Kitab Suci: 'Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan aku' (Mzm 69: 10)" (Yoh 2:16-17). Sesudah kebangkitan-Nya para Rasul mempertahankan sikap yang penuh hormat terhadap kenisah Bdk. misalnya Kis 2:46; 3:1; 5:20-21.
| | 585. | Namun sebelum kesengsaraan-Nya Yesus meramalkan penghancuran gedung yang megah ini, padanya tidak akan satu batu tinggal terletak di atas batu yang lain Bdk. Mat 24:1-2.. Itulah satu pratanda akan waktu terakhir, yang mulai dengan Paskah-Nya Bdk. Mat 24:3; Luk 13:35.. Tetapi pada sidang pengadilan terhadap-Nya, ramalan ini ditafsirkan salah oleh saksi-saksi palsu di depan imam agung Bdk. Mrk 14:57-58. dan kemudian Dia Yang Terpaku di salib diolok-olok dengan ramalan itu Bdk. Mat 27:39-40.
| | 586. | Yesus memberikan sebagian besar pengajaran-Nya dalam kenisah Bdk. Yoh 18:20. dan sama sekali tidak bermusuhan dengannya Bdk. Mat 8:4; 23:21; Luk 17:14; Yoh 4:22.. Ia bersedia membayar pajak kenisah bagi Diri sendiri dan bagi Petrus Bdk. Mat 17:24-27., yang baru saja Ia jadikan batu dasar bagi Gereja-Nya yang akan datang Bdk. Mat 16:18.. Ia malahan mengidentikkan diri dengan kenisah, waktu Ia menyatakan Diri sendiri sebagai tempat tinggal Allah yang definitif di antara manusia Bdk. Yoh 2:21; Mat 12:6.. Karena itu pelaksanaan hukuman mati atas tubuh-Nya Bdk. Yoh 2:18-22. menandakan penghancuran kenisah, yang membuka satu masa baru sejarah keselamatan: "Saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem" (Yoh 4:21) Bdk. Yoh 4:23-24; Mat 27:51; Ibr 9:11; Why 21:22.
| | 587. | Jadi, hukum dan kenisah Yerusalem dapat memberi alasan untuk otoritas religius Israel, untuk "menyanggah" Yesus Bdk. Luk 2:34.. Tetapi batu sandungan Bdk. Luk 20:17-18; Mzm 118:22. yang sebenarnya untuk mereka ialah peranan-Nya dalam pengampunan dosa, satu karya yang sesungguhnya ilahi.
| | 588. | Untuk orang Farisi adalah suatu skandal bahwa Yesus makan bersama para pemungut cukai dan para pendosa dengan cara yang sama akrab Bdk. Luk 5:30., sebagaimana dengan mereka sendiri Bdk. Luk 7:36; 11:37; 14:1.. Terhadap mereka yang "menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain" (Luk 18:9) Bdk. Yoh 7:49; 9:34., Yesus mengatakan: "Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa supaya mereka bertobat" (Luk 5:32). Ya, terhadap orang Farisi Ia menjelaskan bahwa semua orang berada dalam dosa Bdk. Yoh 8:33-36. dan siapa yang menganggap diri tidak membutuhkan keselamatan, ia sudah buta Bdk. Yoh 9:40-41.
| | 589. | Tetapi terutama Yesus lebih menghebohkan lagi, karena Ia menyamakan sikap-Nya yang penuh belas kasih terhadap kaum pendosa dengan sikap Allah terhadap mereka Bdk. Mat 9:13; Hos 6:6.. Waktu Ia duduk makan bersama orang berdosa Bdk. Luk 15:1-2., Ia malahan mengisyaratkan bahwa Ia akan mengizinkan mereka turut serta dalam perjamuan mesianis Bdk. Luk 15:23-32.. Tetapi lebih khusus lagi, Ia menimbulkan masalah bagi pemimpin religius Israel, karena Ia mengampuni dosa. Bukankah mereka benar, ketika penuh rasa heran mereka menanyakan: "Siapa yang dapat mengampuni dosa, selain daripada Allah sendiri?" (Mrk 2:7). Atau Yesus menghujah Allah, waktu Ia mengampuni dosa, karena Ia sebagai manusia menyamakan diri dengan Allah Bdk.Yoh 5:18; 10:33., atau Ia mengatakan kebenaran dan pribadi-Nya mewakili Allah dan mewahyukan nama Allah Bdk. Yoh 17:6.26.
| << >>
|