KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 620. | Keselamatan kita bersumber pada prakarsa cinta Allah terhadap kita, karena Ia "telah mengasihi kita dan telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita - (1 Yoh 4:10). "Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus. " (2 Kor 5:19).
| | 621. | Yesus menyerahkan Diri secara sukarela demi keselamatan kita. Dalam perjamuan akhir Ia menyatakan penyerahan Diri-Nya ini dan mengantisipasinya: "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu " (Luk 22:19).
| | 622. | Kristus menyelamatkan kita dengan "datang, untuk menjadi tebusan bagi banyak orang" (Mat 20:28), artinya untuk menunjukkan kepada mereka "cinta-Nya sampai kepada kesudahannya" (Yoh 13:1), supaya mereka "ditebus dari cara hidup [mereka] yang sia-sia yang [mereka warisi dari nenek moyang [mereka] ", (1 Ptr 1:18).
| | 623. | Yesus taat kepada Bapa-Nya dalam cinta "sampai mati di salib" (Flp 2:8). Dengan demikian Yesus memenuhi perutusan-Nya untuk membawa pendamaian Bdk. Yes 53:10. sebagai Hamba Allah yang menderita, yang "membenarkan banyak orang" dengan memikul "kejahatan mereka" (Yes 53:11) Bdk. Rm 5:19.
| | 624. | "Oleh kasih karunia Allah, Ia mengalami maut bagi semua manusia" (Ibr 2:9). Dalam rencana keselamatan-Nya, Allah menentukan bahwa Putera-Nya tidak hanya mati "karena dosa-dosa kita" (1 Kor 15:3), tetapi juga harus "merasakan" kematian, mengalami keadaan kematian, pemisahan jiwa-Nya dari badan-Nya, antara saat terakhir-Nya di salib dan saat Ia dibangkitkan dari kematian. Keadaan Kristus yang mati ini adalah misteri pemakaman dan turun ke dalam kerajaan maut. Itulah misteri Sabtu Agung, di mana Kristus diletakkan dalam makam Bdk. Yoh 19:42., masuk dalam istirahat Sabat Allah yang besar Bdk. Ibr 4:4-9., setelah Ia menghasilkan keselamatan manusia Bdk. Yoh 19:30. dan mendamaikan semesta alam Bdk. Kol 1:18-20.
| << >>
|