KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 67. | Dalam peredaran waktu terdapatlah apa yang dinamakan "wahyu pribadi", yang beberapa di antaranya diakui oleh pimpinan Gereja. Namun wahyu pribadi itu tidak termasuk dalam perbendaharaan iman. Bukanlah tugas mereka untuk "menyempurnakan" wahyu Kristus yang definitif atau untuk "melengkapinya", melainkan untuk membantu supaya orang dapat menghayatinya lebih dalam lagi dalam rentang waktu tertentu. Di bawah bimbingan Wewenang Mengajar Gereja, maka dalam kesadaran iman, umat beriman tahu membedakan dan melihat dalam wahyu-wahyu ini apa yang merupakan amanat otentik dari Kristus atau para kudus kepada Gereja.Iman Kristen tidak dapat "menerima" wahyu-wahyu yang mau melebihi atau membetulkan wahyu yang sudah dituntaskan dalam Kristus. Hal ini diklaim oleh agama-agama bukan Kristen tertentu dan sering kali juga oleh sekte-sekte baru tertentu yang mendasarkan diri atas "wahyu-wahyu" yang demikian itu.
| | 68. | Allah sudah mewahyukan dan mengaruniakan Diri kepada manusia karena cinta. Dengan demikian Ia memberi jawaban yang berlimpah dan definitif atas pertanyaan mengenai arti dan tujuan kehidupan ini yang dihadapi manusia.
| | 69. | Allah mewahyukan Diri kepada manusia dengan cara menyampaikan misteri-Nya kepadanya secara bertahap melalui perbuatan dan perkataan.
| | 70. | Melampaui kesaksian tentang Diri dalam makhluk ciptaan, Allah telah menyatakan Diri kepada leluhur kita. Ia berkata-kata kepada mereka, sesudah jatuh dalam dosa Ia menjanjikan keselamatan Bdk. Kej 3:15. dan menawarkan perjanjian-Nya kepada mereka.
| | 71. | Tuhan mengadakan perjanjian kekal dengan Nuh, perjanjian antara Dia dan segala makhluk hidup Bdk. Kej 9:16.. Selama dunia ini berlangsung, berlangsung pulalah perjanjian ini.
| | 72. | Allah memilih Abraham dan mengadakan perjanjian dengan dia dan dengan keturunannya. Dari mereka itu Ia membentuk satu bangsa bagi diri-Nya, kepadanya Ia mewahyukan hukum-Nya dengan perantaraan Musa. Ia mempersiapkan bangsa ini melalui para nabi agar menerima keselamatan yang dimaksudkan untuk seluruh umat manusia.
| | 73. | Allah mewahyukan Diri secara penuh dengan mengutus Putera-Nya sendiri; di dalam Dia Ia mengadakan perjanjian untuk selama-lamanya. Kristus adalah Sabda Bapa yang definitif, sehingga sesudah Dia tidak akan ada wahyu lain lagi.
| | 74. | Allah "menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran" (1 Tim 2:4), artinya supaya semua orang mengenal Yesus Kristus Bdk. Yoh 14:6.. Karena itu Kristus harus diwartakan kepada semua bangsa dan manusia dan wahyu mesti sampai ke batas-batas dunia.
"Dalam kebaikan-Nya Allah telah menetapkan, bahwa apa yang diwahyukan-Nya demi keselamatan semua bangsa, harus tetap utuh untuk selamanya dan diteruskan kepada segala keturunan" (DV 7).
| | 75. | "Maka Kristus Tuhan, yang menjadi kepenuhan seluruh wahyu Allah yang Maha tinggi, memerintahkan kepada para Rasul, supaya Injil, yang dahulu telah dijanjikan melalui para nabi dan dipenuhi oleh-Nya serta dimaklumkan-Nya sendiri, mereka wartakan kepada semua orang, sebagai sumber segala kebenaran yang menyelamatkan serta sumber ajaran kesusilaan, dan dengan demikian dibagi-bagikan karunia-karunia ilahi kepada mereka" (DV 7).
| | 76. | Sesuai dengan kehendak Allah terjadilah pengalihan Injil atas dua cara:
? secara lisan "oleh para Rasul, yang dalam pewartaan lisan, dengan teladan serta penetapan-penetapan meneruskan entah apa yang mereka terima dari mulut, pergaulan, dan karya Kristus sendiri, entah apa yang atas dorongan Roh Kudus telah mereka pelajari";
? secara tertulis "oleh para Rasul dan tokoh-tokoh rasuli, yang atas ilham Roh Kudus itu juga membukukan amanat keselamatan" (DV 7).
| | 77. | "Adapun, supaya Injil senantiasa terpelihara secara utuh dan hidup di dalam Gereja, para Rasul meninggalkan Uskup-Uskup sebagai pengganti-pengganti mereka, yang 'mereka serahi kedudukan mereka untuk mengajar'" (DV 7). Maka, "pewartaan para Rasul, yang secara istimewa diungkapkan dalam kitab-kitab yang diilhami, harus dilestarikan sampai kepenuhan zaman melalui penggantian, penggantian yang tiada putusnya" (DV 8).
| << >>
|