KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 676. | Kebohongan yang ditujukan kepada Kristus ini selalu muncul di dunia, apabila orang mengkhayalkan bahwa dalam sejarahnya mereka sudah memenuhi harapan mesianis, yang hanya dapat mencapai tujuannya sesudah sejarah melalui pengadilan eskatologis. Gereja telah menolak pemalsuan Kerajaan yang akan datang Bdk. DS 3839., juga dalam bentuknya yang halus, yang dinamakan "milenarisme", tetapi terutama bentuk politis dari mesianisme sekular yang secara mendalam bersifat salah Bdk. GS 20-21.
| | 677. | Gereja dapat masuk ke dalam kemuliaan Kerajaan, hanya melalui Paskah terakhir ini, di mana ia akan mengikuti Tuhannya dalam kematian dan kebangkitan-Nya Bdk. Why 19:1-9.. Kerajaan itu tidak akan terwujud dalam kemajuan yang terus-menerus oleh kemenangan historis Gereja Bdk. Why 3:18., tetapi oleh kemenangan Allah dalam perjuangan akhir melawan yang jahat Bdk. Why 20:7-10.. Dalam kemenangan ini pengantin Kristus akan turun dari surga Bdk. Why 21:2- 4.. Sesudah keguncangan kosmis yang terakhir dunia ini yang akan lenyap Bdk. 2 Ptr 3:12-13., maka dalam bentuk pengadilan terakhir akan terjadi kemenangan Allah atas pemberontakan si jahat Bdk. Why 20:12.
| | 678. | Seperti para nabi Bdk. Ul 7:10. Yl 3-4; Mal 3:19. dan Yohanes Pembaptis Bdk. Mat 3:7-12., Yesus pun mengumumkan pengadilan pada hari terakhir dalam khotbah-Nya. Di sana akan disingkapkan tingkah laku Bdk. Mrk 12:38-40. dan isi hati yang paling rahasia dari setiap orang Bdk. Luk 12:1-3; Yoh 3:20-21; Rm 2:16; 1Kor 4:5.. Lalu ketidak-percayaan orang berdosa, yang telah menolak rahmat yang ditawarkan Allah, akan diadili Bdk. Mat 11:20-24; 12:41-42.. Sikap terhadap sesama akan menunjukkan, apakah orang menerima atau menolak rahmat dan cinta Allah Bdk. Mat 5:22; 7:1-5.. Yesus akan mengatakan: "Segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku" (Mat 25:40).
| | 679. | Kristus adalah Tuhan kehidupan abadi. Sebagai Penebus dunia, Kristus mempunyai hak penuh untuk mengadili pekerjaan dan hati manusia secara definitif. Ia telah "mendapatkan" hak ini oleh kematian-Nya di salib. Karena itu, Bapa "menyerahkan seluruh pengadilan kepada putera-Nya" (Yoh 5:22) Bdk. Yoh 5:27; Mat 25:31; Kis 10:41; 17:31; 2 Tim 4:1.. Akan tetapi, Putera tidak datang untuk mengadili, tetapi untuk menyelamatkan Bdk. Yoh 3:17. dan untuk memberikan kehidupan yang ada pada-Nya Bdk. Yoh 5:26.. Barang siapa menolak rahmat dalam kehidupan ini, telah mengadili dirinya sendiri Bdk. Yoh 3:18; 12:48.: Setiap orang menerima ganjaran atau menderita kerugian sesuai dengan pekerjaannya Bdk. 1 Kor 3:12-15.; ia malahan dapat mengadili dirinya sendiri untuk keabadian, kalau ia tidak mau tahu Bdk. Mat 12:32; Ibr 6:4-6; 10:26-31. tentang cinta.
| | 680. | Kristus Tuhan sekarang ini sudah memerintah melalui Gereja, tetapi segala sesuatu di dunia ini belum ditaklukkan kepada-Nya. Kerajaan Kristus baru akan menang sesudah serangan terakhir kekuatan-kekuatan jahat.
| | 681. | Pada hari pengadilan, pada hari kiamat, Kristus akan datang dalam kemuliaan-Nya, untuk menentukan kemenangan kebaikan secara definitif atas kejahatan, yang dalam perjalanan sejarah hidup berdampingan bagaikan gandum dan rumput di ladang yang sama.
| | 682. | Kalau Ia datang pada akhir zaman untuk mengadili orang hidup dan orang mati, Kristus yang dimuliakan akan menyingkapkan isi hati yang terdalam dan akan membalas setiap manusia sesuai dengan pekerjaannya, tergantung pada, apakah ia menerima rahmat Tuhan atau menolaknya.
| | 683. | "Tidak ada seorang pun yang dapat mengaku: Yesus adalah Tuhan, selain oleh Roh Kudus" (1 Kor 12:3). Allah mengirim "Roh Putera-Nya dalam hati kita, Roh, yang berseru: Abba, Bapa" (Gal 4:6). Pengertian iman ini hanya mungkin dalam Roh Kudus. Supaya bisa berhubungan dengan Kristus, lebih dahulu orang harus disentuh oleh Roh Kudus. Ia datang menemui kita dan membangkitkan iman dalam kita. Oleh Sakramen iman pertama, yakni Pembaptisan, kehidupan yang berasal dari Bapa dan yang dianugerahkan kepada kita dalam Putera, dilanjutkan kepada kita, atas cara yang sangat mendalam dan pribadi, di dalam Gereja melalui Roh Kudus:"
Pembaptisan memberi rahmat kepada kita, supaya kita dilahirkan kembali dalam Allah Bapa oleh Putera dan dalam Roh Kudus. Mereka yang memiliki Roh Allah, dibawa kepada Sabda, artinya kepada Putera; tetapi Putera memperkenalkan mereka kepada Bapa, dan Bapa menganugerahkan kepada mereka kebakaan. Jadi, tidak mungkin melihat Putera Allah tanpa Roh, dan mendekati Bapa tanpa Putera, karena pengetahuan tentang Bapa adalah Putera, dan pengetahuan tentang Allah Putera terjadi dalam Roh Kudus" (Ireneus, dem. 7).
| | 684. | Melalui rahmat-Nya, Roh Kuduslah yang pertama membangkitkan iman kita dan mengkomunikasikan kehidupan baru. Kehidupan ini berarti "mengakui Bapa dan Yesus Kristus" yang Ia utus (Yoh 17:3). Tetapi Roh Kuduslah yang diwahyukan terakhir dari Pribadi-pribadi Tritunggal Maha Kudus. Santo Gregorius dari Nasiansa, "sang teolog", menjelaskan urutan ini sebagai hasil pedagogi ilahi yang penuh cinta:
"Perjanjian Lama mewahyukan Bapa secara terbuka, Putera samar-samar. Perjanjian Baru mewahyukan Putera dan memberi kepada kita tanda-tanda awal mengenai ke-Allah-an Roh. Sekarang Roh tinggal di antara kita dan memberi kepada kita satu pandangan yang jelas mengenai diri-Nya. Ketika orang belum mengakui ke-Allah-an Bapa, rasanya tidak bijaksana untuk mengumumkan Putera secara terbuka, dan ketika ke-Allah-an Putera belum diterima, maka tidak bijaksana pula menambahkan lagi Roh Kudus sebagai beban baru, untuk sekedar menggunakan ungkapan yang agak berani... Setelah maju dan berkembang dari satu kemuliaan kepada kemuliaan yang lain, cahaya Tritunggal akan bersinar bagi mereka yang sudah lebih matang" (or. theol. 5,26).
| | 685. | Percaya akan Roh Kudus berarti mengakui bahwa Roh Kudus adalah satu Pribadi dalam Tritunggal Maha Kudus, sehakikat dengan Bapa dan Putera, dan bahwa Ia "bersama dengan Bapa dan Putera disembah dan dimuliakan" (Syahadat Nisea-Konstantinopel). Oleh karena itu, rahasia ilahi Roh Kudus sudah kita bicarakan dalam "teologi" Tritunggal. Di sini dibicarakan tentang tempat Roh Kudus dalam karya keselamatan.
| | 686. | Bersama Bapa dan Putera, Roh Kudus melaksanakan dari awal sampai pada kepenuhannya, keputusan demi keselamatan kita. Tetapi baru sekarang, dalam "waktu terakhir ini", yang dibuka oleh inkarnasi Putera yang menebuskan, Ia diwahyukan dan dikenal, diberikan dan diterima sebagai Pribadi. Sekarang keputusan ilahi itu - yang Kristus laksanakan sebagai "Anak sulung" dan Kepala ciptaan baru melalui Roh yang dicurahkan itu - di dalam umat manusia memperoleh bentuknya sebagai Gereja, persekutuan para kudus, sebagai pengampunan dosa, kebangkitan badan, dan kehidupan kekal.
| | 687. | "Tidakada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah" (1 Kor 2:11). Roh yang mewahyukan Allah itu, membuat kita mengenal Kristus, Sabda-Nya yang hidup; tetapi ia tidak berbicara tentang diri-Nya sendiri. la, yang "bersabda melalui para nabi", membuat kita mendengarkan Sabda Bapa. Tetapi kita tidak mendengarkan Dia sendiri. Kita hanya mendengarkan Dia secara tidak langsung, bila ia mewahyukan Sabda kepada kita dan mempersiapkan kita, menerima-Nya dalam iman. Roh kebenaran, yang "mengungkapkan" Kristus bagi kita, tidak berbicara "dari diri-Nya sendiri" (Yoh 16:13). Sikap rendah hati yang ilahi ini menjelaskan, mengapa "dunia tidak dapat menerima-Nya, karena ia tidak melihat-Nya dan tidak mengenal-Nya", sedangkan mereka yang percaya kepada Kristus mengenal-Nya, karena Ia menyertai mereka (Yoh 14:17).
| | 688. | Sebagai persekutuan iman yang hidup, yang meneruskan iman para Rasul, Gereja adalah tempat kita mengenal Roh Kudus:
? dalam Kitab-Kitab yang diilhami oleh-Nya;
? dalam tradisi, dengan para bapa Gereja sebagai saksi-saksi yang tetap aktual;
? dalam Wewenang Mengajar Gereja, yang Ia dampingi;
? dalam liturgi sakramental: oleh perkataan dan lambang-lambang yang dengannya Roh menghubungkan kita dengan Kristus;
? dalam doa, di mana Ia membela kita;
? dalam karisma dan tugas-tugas pelayanan, yang olehnya Gereja dibangun;
? dalam kehidupan apostolik dan misionaris;
? dalam kesaksian para kudus, di mana Ia menyatakan kekudusan-Nya dan melanjutkan karya keselamatan.
| | 689. | Roh Putera Bdk. Gal 4:6., yang Bapa utus ke dalam hati kita, adalah sungguh-sungguh Allah. Sehakikat dengan Bapa dan Putera, Ia tidak dapat dipisahkan dari mereka, baik dalam kehidupan batin Tritunggal, maupun sebagai anugerah cinta untuk dunia. Gereja menyembah Tritunggal Maha Kudus yang menghidupkan, yang sehakikat dan yang tidak terpisahkan; tetapi imannya juga mengakui bahwa Pribadi pribadi itu berbeda satu dari yang lain. Kalau Bapa mengutus Sabda-Nya, maka Ia selalu juga mengutus Napas-Nya, karena itu adalah perutusan bersama, di mana Putera dan Roh Kudus berbeda satu dari yang lain, tetapi tidak dapat dipisahkan satu dari yang lain. Kristus nampak sebagai rupa yang kelihatan dari Allah yang tidak kelihatan, tetapi Roh Kuduslah yang mewahyukan-Nya.
| | 690. | Yesus adalah Kristus, "yang terurapi", karena Roh adalah urapan-Nya, dan karena segala sesuatu yang terjadi sejak penjelmaan menjadi manusia, mengalir dari kepenuhan ini Bdk. Yoh 3:34.. Dan kalau pada akhirnya Kristus dimuliakan Bdk. Yoh 7:39., Ia akan mengirim Roh Kudus dari Bapa kepada mereka yang percaya kepada-Nya: Putera menyampaikan kemuliaan-Nya kepada mereka Bdk. Yoh 17:22., artinya Ia memberikan Roh Kudus yang memuliakan Dia Bdk. Yoh 16:14.. Sejak waktu itu perutusan bersama dinyatakan dalam anak-anak, yang telah diangkat oleh Bapa dalam Tubuh Mistik Putera-Nya. Roh keputeraan bertugas untuk mempersatukan mereka dengan Kristus dan membuat mereka hidup di dalam Dia.
"Istilah "urapan" mengingatkan kita... bahwa antara Putera dan Roh, tidak ada jarak. Sama seperti akal budi maupun pancaindera tidak melihat sesuatu antara permukaan badan dan minyak yang dioles di atasnya, demikian pula kontak antara Putera dan Roh itu sifatnya langsung, sehingga siapa pun yang hendak berkontak dengan Putera melalui iman, lebih dahulu berkontak dengan minyak. Pada hakikatnya tidak ada satu bagian pun yang tidak ditutupi oleh Roh Kudus. Itulah sebabnya, mengapa pengakuan ke-Tuhan-an Putera dibuat di dalam Roh Kudus, karena bagaimanapun juga untuk menghampiri Putera dalam iman lebih dahulu harus bertemu dengan Roh" (Gregorius dafi Nisa, Spir. 16).
| | 691. | "Roh Kudus" adalah nama Dia, yang kita sembah dan kita muliakan bersama Bapa dan Putera. Gereja menerima nama ini dari Tuhan dan mengucapkan-Nya waktu Pembaptisan anak-anaknya yang baru Bdk. Mat 28:19..Ungkapan "Roh" sepadan dengan kata Ibrani "Ruakh" yang berarti, napas, udara, angin. Yesus memakai lambang yang mengesankan ialah angin, supaya membuat Nikodemus merasakan kenyataan baru, ialah napas Allah, Roh ilahi sebagai Pribadi Bdk. Yoh 3:5-8.. Di pihak lain "roh" dan "kudus" adalah sifat ilahi, yang sama-sama berlaku untuk ketiga Pribadi ilahi. Kitab Suci, liturgi, dan bahasa teologi, menggabungkan kedua istilah itu, untuk dapat menyebut Pribadi Roh Kudus - yang tidak dapat diungkapkan dalam kata-kata itu - tanpa terjadi pencampuran dengan penggunaan yang lain dari kata "roh" dan "kudus".
| | 692. | Kalau Yesus mengumumkan dan menjanjikan kedatangan Roh Kudus, Ia menamakan-Nya "Parakletos", secara harafiah: "ad-vocatus", yang "dipanggil mendampingi seseorang" Bdk. Yoh 14:16.26; 15:26; 16:7.. "Parakletos" biasanya diterjemahkan dengan "penghibur" atau "pembantu", tetapi tidak boleh dilupakan bahwa Yesus adalah pembantu yang pertama Bdk. 1 Yoh 2:1.. Tuhan sendiri menamakan Roh Kudus "Roh kebenaran" (Yoh 16:13).
| | 693. | Di samping nama yang paling banyak dipergunakan dalam Kisah Para Rasul dan dalam surat-surat, terdapat pada santo Paulus nama-nama seperti: "Roh yang dijanjikan" (Gal 3:14; Ef 1: 13); "Roh yang menjadikan kamu anak Allah" (Rm 8:15; Gal 4:6); "Roh Kristus" (Rm 8:11); "Roh Tuhan" (2 Kor 3:17); "Roh Allah" Bdk. Rm 8:9.14; 15:19; 1 Kor 6:11; 7:40., dan pada santo Petrus "Roh kemuliaan" (1 Ptr 4:14).
| | 694. | Air. Dalam upacara Pembaptisan air adalah lambang tindakan Roh Kudus, karena sesudah menyerukan Roh Kudus, air menjadi tanda sakramental yang berdaya guna bagi kelahiran kembali. Seperti pada kelahiran kita yang pertama kita tumbuh dalam air ketuban, maka air Pembaptisan adalah tanda bahwa kelahiran kita untuk kehidupan ilahi, dianugerahkan kepada kita dalam Roh Kudus. "Dibaptis dalam satu Roh", kita juga "diberi minum dari satu Roh" (1 Kor 12:13). Jadi Roh dalam pribadi-Nya adalah air yang menghidupkan, yang mengalir Bdk. Yob 19:34; 1 Yoh 5:8. dari Kristus yang disalibkan dan yang memberi kita kehidupan abadi Bdk. Yoh 4:10-14; 7:38; Kel 17:1-6; Yes 55:1; Za 14:8; 1 Kor 10:4; Why 21:6; 22:17.
| | 695. | Urapan. Salah satu lambang Roh Kudus adalah juga urapan dengan minyak, malahan sampai ia menjadi sinonim dengan-Nya Bdk. 1 Yoh 2:20.27; 2 Kor 1:21.. Dalam inisiasi Kristen, urapan adalah tanda sakramental dalam Sakramen Penguatan, yang karenanya dinamakan "Khrismation" dalam Gereja-gereja Timur. Tetapi untuk mengerti sepenuhnya bobot nilai dari lambang ini, orang harus kembali ke urapan pertama, yang Roh Kudus kerjakan: Urapan Yesus. "Khristos" (terjemahan dari perkataan Ibrani "Messias") berarti yang "diurapi dengan Roh Allah". Dalam Perjanjian Lama sudah ada orang yang "diurapi" Tuhan Bdk. Kel 30:22-32.; terutama Daud adalah seorang yang diurapi Bdk. 1 Sam 16:13.. Tetapi Yesus secara khusus adalah Dia yang diurapi Allah: kodrat manusiawi yang Putera terima, diurapi sepenuhnya oleh "Roh Kudus". Oleh Roh Kudus, Yesus menjadi "Kristus" Bdk. Luk 4:18-19; Yes 61:1.. Perawan Maria mengandung Kristus dengan perantaraan Roh Kudus, yang mengumumkan-Nya melalui malaikat pada kelahiran-Nya sebagai Kristus, Bdk. Luk 2:11. dan yang membawa Simeon ke dalam kenisah, supaya ia dapat melihat yang diurapi Tuhan Bdk. Luk 2:26-27.. Ialah yang memenuhi Kristus, Bdk. Luk 4:1. dan kekuatan-Nya keluar dari Kristus, waktu Ia melakukan penyembuhan dan karya-karya keselamatan Bdk. Luk 6:19; 8:46.. Pada akhirnya Ia jualah yang membangkitkan Yesus dari antara orang mati Bdk. Rm 1:4; 8:11.. Dalam kodrat manusiawi-Nya, yang adalah pemenang atas kematian Bdk. Kis 2:36., setelah sepenuhnya dan seutuhnya menjadi "Kristus", Yesus memberikan Roh Kudus secara berlimpah ruah, sampai "orang-orang kudus" dalam persatuan-Nya dengan kodrat manusiawi Putera Allah menjadi "manusia sempurna" dan "menampilkan Kristus dalam kepenuhan-Nya" (Ef 4:13): "Kristus paripurna", seperti yang dikatakan santo Agustinus.
| | 696. | Api. Sementara air melambangkan kelahiran dan kesuburan kehidupan yang dianugerahkan dalam Roh Kudus, api melambangkan daya transformasi perbuatan Roh Kudus. Nabi Elia, yang "tampil bagaikan api dan perkataannya bagaikan obor yang menyala" (Sir 48:1), dengan perantaraan doanya menarik api turun atas kurban di gunung Karmel Bdk. 1 Raj 18:38-39.- lambang api Roh Kudus yang mengubah apa yang Ia sentuh. Yohanes Pembaptis, yang mendahului Tuhan "dalam roh dan kuasa Elia" (Luk 1:17) mengumumkan Kristus sebagai Dia, yang "akan membaptis dengan Roh Kudus dan dengan api" (Luk 3:16). Mengenai Roh ini Yesus berkata: "Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapa Aku harapkan, api itu telah menyala" (Luk 12:49). Dalam "lidah-lidah seperti api" Roh Kudus turun atas para Rasul pada pagi hari Pentekosta dan memenuhi mereka (Kis 2:3-4). Dalam tradisi rohani, lambang api ini dikenal sebagai salah satu lambang yang paling berkesan mengenai karya Roh Kudus Bdk. Yohanes dari Salib, llama.. "Janganlah padamkan Roh" (1 Tes 5:19).
| | 697. | Awan dan sinar. Kedua lambang ini selalu berkaitan satu sama lain, kalau Roh Kudus menampakkan Diri. Sejak masa teofani Perjanjian Lama, awan - baik yang gelap maupun yang cerah - menyatakan Allah yang hidup dan menyelamatkan, dengan menyelubungi kemuliaan-Nya yang adikodrati. Demikian juga dengan Musa di gunung Sinai Bdk. Kel 24:15-18., dalam kemah wahyu Bdk. Kel 33:9-10. dan selama perjalanan di padang gurun Bdk. Kel 40:36-38; 1 Kor 10:1-2.; pada Salomo waktu pemberkatan kenisah Bdk. 1 Raj 8:10-12.. Semua gambaran ini telah dipenuhi dalam Roh Kudus oleh Kristus. Roh turun atas Perawan Maria dan "menaunginya", supaya ia mengandung dan melahirkan Yesus (Luk 1:35). Di atas gunung transfigurasi Ia datang dalam awan, "yang menaungi" Yesus, Musa, Elia, Petrus, Yakobus dan Yohanes, dan "satu suara kedengaran dari dalam awan: Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia" (Luk 9:34-35). "Awan" yang sama itu akhirnya menyembunyikan Yesus pada hari kenaikan-Nya ke surga dari pandangan para murid (Kis 1:9); pada hari kedatangan-Nya awan itu akan menyatakan Dia sebagai Putera Allah dalam segala kemuliaan-Nya Bdk. Luk 21:27.
| | 698. | Meterai adalah sebuah lambang, yang erat berkaitan dengan pengurapan. Kristus telah disahkan oleh "Bapa dengan meterai-Nya" (Yoh 6:27) dan di dalam Dia, Bapa juga memeteraikan tanda milik-Nya atas kita Bdk. 2 Kor 1:22; Ef 1:13; 4:30.. Karena gambaran meterai [bahasa Yunani "sphragis"] menandaskan akibat pengurapan Roh Kudus yang tidak terhapuskan dalam penerimaan Sakramen Pembaptisan, Penguatan, dan Tahbisan, maka ia dipakai dalam beberapa tradisi teologis untuk mengungkapkan "karakter", yang tidak terhapuskan, tanda yang ditanamkan oleh ketiga Sakramen yang tidak dapat diulangi itu.
| | 699. | Tangan. Yesus menyembuhkan orang sakit Bdk. Mrk 6:5; 8:23. dan memberkati anak-anak kecil Bdk. Mrk 10:16., dengan meletakkan tangan ke atas mereka. Atas nama-Nya para Rasul melakukan yang sama Bdk. Mrk 16:18; Kis 5:12; 14:3.. Melalui peletakkan tangan para Rasul, Roh Kudus diberikan Bdk. Kis 8:17-19; 13:3; 19:6.. Surat kepada umat Ibrani memasukkan peletakkan tangan dalam "unsur-unsur pokok" ajarannya Bdk. Ibr 6:2.. Dalam epiklese sakramentalnya, Gereja mempertahankan tanda pencurahan Roh Kudus ini yang mampu mengerjakan segala sesuatu.
| << >>
|