KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 690. | Yesus adalah Kristus, "yang terurapi", karena Roh adalah urapan-Nya, dan karena segala sesuatu yang terjadi sejak penjelmaan menjadi manusia, mengalir dari kepenuhan ini Bdk. Yoh 3:34.. Dan kalau pada akhirnya Kristus dimuliakan Bdk. Yoh 7:39., Ia akan mengirim Roh Kudus dari Bapa kepada mereka yang percaya kepada-Nya: Putera menyampaikan kemuliaan-Nya kepada mereka Bdk. Yoh 17:22., artinya Ia memberikan Roh Kudus yang memuliakan Dia Bdk. Yoh 16:14.. Sejak waktu itu perutusan bersama dinyatakan dalam anak-anak, yang telah diangkat oleh Bapa dalam Tubuh Mistik Putera-Nya. Roh keputeraan bertugas untuk mempersatukan mereka dengan Kristus dan membuat mereka hidup di dalam Dia.
"Istilah "urapan" mengingatkan kita... bahwa antara Putera dan Roh, tidak ada jarak. Sama seperti akal budi maupun pancaindera tidak melihat sesuatu antara permukaan badan dan minyak yang dioles di atasnya, demikian pula kontak antara Putera dan Roh itu sifatnya langsung, sehingga siapa pun yang hendak berkontak dengan Putera melalui iman, lebih dahulu berkontak dengan minyak. Pada hakikatnya tidak ada satu bagian pun yang tidak ditutupi oleh Roh Kudus. Itulah sebabnya, mengapa pengakuan ke-Tuhan-an Putera dibuat di dalam Roh Kudus, karena bagaimanapun juga untuk menghampiri Putera dalam iman lebih dahulu harus bertemu dengan Roh" (Gregorius dafi Nisa, Spir. 16).
| | 691. | "Roh Kudus" adalah nama Dia, yang kita sembah dan kita muliakan bersama Bapa dan Putera. Gereja menerima nama ini dari Tuhan dan mengucapkan-Nya waktu Pembaptisan anak-anaknya yang baru Bdk. Mat 28:19..Ungkapan "Roh" sepadan dengan kata Ibrani "Ruakh" yang berarti, napas, udara, angin. Yesus memakai lambang yang mengesankan ialah angin, supaya membuat Nikodemus merasakan kenyataan baru, ialah napas Allah, Roh ilahi sebagai Pribadi Bdk. Yoh 3:5-8.. Di pihak lain "roh" dan "kudus" adalah sifat ilahi, yang sama-sama berlaku untuk ketiga Pribadi ilahi. Kitab Suci, liturgi, dan bahasa teologi, menggabungkan kedua istilah itu, untuk dapat menyebut Pribadi Roh Kudus - yang tidak dapat diungkapkan dalam kata-kata itu - tanpa terjadi pencampuran dengan penggunaan yang lain dari kata "roh" dan "kudus".
| | 692. | Kalau Yesus mengumumkan dan menjanjikan kedatangan Roh Kudus, Ia menamakan-Nya "Parakletos", secara harafiah: "ad-vocatus", yang "dipanggil mendampingi seseorang" Bdk. Yoh 14:16.26; 15:26; 16:7.. "Parakletos" biasanya diterjemahkan dengan "penghibur" atau "pembantu", tetapi tidak boleh dilupakan bahwa Yesus adalah pembantu yang pertama Bdk. 1 Yoh 2:1.. Tuhan sendiri menamakan Roh Kudus "Roh kebenaran" (Yoh 16:13).
| | 693. | Di samping nama yang paling banyak dipergunakan dalam Kisah Para Rasul dan dalam surat-surat, terdapat pada santo Paulus nama-nama seperti: "Roh yang dijanjikan" (Gal 3:14; Ef 1: 13); "Roh yang menjadikan kamu anak Allah" (Rm 8:15; Gal 4:6); "Roh Kristus" (Rm 8:11); "Roh Tuhan" (2 Kor 3:17); "Roh Allah" Bdk. Rm 8:9.14; 15:19; 1 Kor 6:11; 7:40., dan pada santo Petrus "Roh kemuliaan" (1 Ptr 4:14).
| | 694. | Air. Dalam upacara Pembaptisan air adalah lambang tindakan Roh Kudus, karena sesudah menyerukan Roh Kudus, air menjadi tanda sakramental yang berdaya guna bagi kelahiran kembali. Seperti pada kelahiran kita yang pertama kita tumbuh dalam air ketuban, maka air Pembaptisan adalah tanda bahwa kelahiran kita untuk kehidupan ilahi, dianugerahkan kepada kita dalam Roh Kudus. "Dibaptis dalam satu Roh", kita juga "diberi minum dari satu Roh" (1 Kor 12:13). Jadi Roh dalam pribadi-Nya adalah air yang menghidupkan, yang mengalir Bdk. Yob 19:34; 1 Yoh 5:8. dari Kristus yang disalibkan dan yang memberi kita kehidupan abadi Bdk. Yoh 4:10-14; 7:38; Kel 17:1-6; Yes 55:1; Za 14:8; 1 Kor 10:4; Why 21:6; 22:17.
| << >>
|