KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 719. | Yohanes itu "lebih daripada nabi" (Luk 7:26). Di dalam dia, Roh Kudus menyelesaikan "tutur sapa-Nya melalui para nabi". Yohanes adalah yang terakhir dari mata rantai para nabi yang dimulai dengan Elia Bdk. Mat 11:13-14.. Ia mengumumkan bahwa penghibur Israel sudah dekat; ia adalah "suara" penghibur yang akan datang (Yoh 1:23) Bdk. Yes 40:1-3.. Sebagaimana kemudian Roh kebenaran, ia pun datang sebagai "saksi untuk memberi kesaksian tentang terang" (Yoh 1:7) Bdk. Yoh 15:26; 5:33.. Dengan demikian di depan mata Yohanes, Roh memenuhi apa yang dicari para nabi dan dirindukan para malaikat Bdk. 1 Ptr 1:10-12.: "Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus. Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Dia inilah Anak Allah... Lihatlah Anak Domba Allah" (Yoh 1:33-36).
| | 720. | Dalam diri Yohanes Pembaptis, Roh Kudus memulai dan mempratandai karya yang akan Ia selesaikan bersama dan dalam Kristus yakni pemulihan sifat "serupa dengan Allah" dalam diri manusia. Pembaptisan Yohanes adalah pembaptisan untuk pertobatan; Pembaptisan dalam air dan dalam Roh Kudus akan menghasilkan satu kelahiran baru Bdk. Yoh 3:5.
| | 721. | Ketika tiba waktunya, Maria, Bunda Allah yang suci murni dan tetap perawan, adalah mahkota perutusan Putera dan Roh Kudus. Karena Roh mempersiapkannya, Bapa dalam keputusan keselamatan-Nya menemukan untuk pertama kalinya tempat tinggal, di mana Putera-Nya dan Roh-Nya dapat tinggal di antara manusia. Dalam arti ini tradisi Gereja mengenakan teks-teks terindah tentang kebijaksanaan Bdk. Ams 8:1-9:6; Sir 24. pada Maria. Maria dipuji dan ditampilkan di dalam liturgi "sebagai takhta kebijaksanaan".Di dalam dia mulailah "karya-karya agung" Allah, yang akan diselesaikan Roh, dalam Kristus dan dalam Gereja:
| << >>
|