Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

733."Allah adalah kasih" ( 1 Yoh 4:8.16), dan cinta adalah karunia pertama; ia mengandung segala karunia yang lain. Cinta ini "telah dicurahkan Allah di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita" (Rm 5:5).

734.Karena oleh dosa kita mati, atau paling kurang terluka, maka karya cinta yang pertama adalah pengampunan dosa kita. "Persekutuan Roh Kudus" (2 Kor 13:13) di dalam Gereja mengembalikan kepada orang yang dibaptis, keserupaan dengan Allah yang sudah hilang akibat dosa.

735.Allah memberi kita "uang jaminan", "uang muka" untuk warisan kita Bdk. Rm 8:23; 2 Kor 1:21.: kehidupan Tritunggal Maha Kudus, ialah mencintai, sebagaimana Ia telah mencintai kita Bdk. 1 Yoh 4:11-12.. Cinta ini Bdk. 1 Kor 13. merupakan prinsip kehidupan baru dalam Kristus, yang sudah menjadi mungkin, karena kita "telah menerima kuasa Roh Kudus" (Kis 1:8).

736.Berkat kekuasaan Roh ini anak-anak Allah dapat menghasilkan buah. Ia, yang telah mencangkokkan kita pada pokok anggur yang benar, membuat kita menghasilkan "buah Roh", yaitu "kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah-lembutan, penguasaan diri" (Gal 5:22-23). Roh adalah kehidupan kita; semakin banyak kita kehilangan kehidupan kita sendiri Bdk.. Mat 16: 24-26., semakin banyak pula kita "akan mengikuti Roh" (Gal 5:25).
"Roh Kudus membawa kita kembali ke firdaus; menghantar kita ke dalam Kerajaan surga dan kepada pengangkatan sebagai anak; mengajarkan kita untuk penuh kepercayaan menyebut Allah itu Bapa dan mengambil bagian dalam rahmat Kristus, menjadikan kita anak terang dan turut memiliki kemuliaan abadi (Basilius, spir. 15,36).

<<   >>