KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 761. | Pengumpulan Umat Allah mulai pada saat dosa menghancurkan persekutuan manusia dengan Allah dan dengan sesama. Pengumpulan Gereja boleh dikatakan reaksi Allah atas kekacauan yang disebabkan dosa. Persatuan kembali ini terjadi secara diam-diam dalam segala bangsa: Allah, Bapa kita, menerima "dalam setiap bangsa... setiap orang yang takut akan Dia dan melakukan apa yang benar" (Kis 10:35) Bdk. LG 9;13;16.
| | 762. | Persiapan jarak jauh dari pengumpulan Umat Allah, mulai dengan panggilan Abraham, kepada siapa Allah menjanjikan bahwa ia akan menjadi bapa suatu bangsa besar Bdk. Kej 12:2: 15:5-6.. Persiapan langsung mulai dengan pemilihan Israel sebagai Umat Allah Bdk. Kel 19:5-6; Ul 7:6.. Israel dipilih untuk menjadi tanda penghimpunan segala bangsa pada masa mendatang Bdk. Yes 2:2-5; Mi 4:1-4.. Tetapi para nabi sudah menuduh Israel bahwa ia telah memutuskan perjanjian dan bertingkah bagaikan seorang pelacur Bdk. misalnya Hos 1; Yes 1:2-4; Yer 2.. Mereka mengumumkan satu perjanjian baru dan abadi Bdk. Yer 31:31-34; Yes 55:3.. "Kristus mendirikan perjanjian baru ini" (LG 9).
| | 763. | Tugas Putera dan alasan pengutusan-Nya ialah melaksanakan rencana keselamatan Bapa dalam kepenuhan waktu Bdk. LG 3; AG 3.. "Sebab Tuhan Yesus mengawali Gereja-Nya dengan mewartakan kabar bahagia, yakni kedatangan Kerajaan Allah yang sudah berabad-abad lamanya dijanjikan dalam Alkitab" (LG 5). Untuk memenuhi kehendak Bapa, Kristus mendirikan Kerajaan surga di dunia. Gereja adalah "Kerajaan Kristus yang sudah hadir dalam misteri" (LG 3).
| | 764. | "Kerajaan itu menampakkan diri kepada orang-orang dalam sabda, karya, dan kehadiran Kristus" (LG 5). Mereka yang menerima sabda Yesus "telah menerima Kerajaan Allah" (ibid). Benih dan awal Kerajaan ini adalah "kawanan kecil" (Luk 12:32) orang-orang, yang Yesus telah kumpulkan di sekeliling-Nya dan yang gembala-Nya adalah Dia sendiri Bdk. Mat 10:16; 26:31; Yoh 10:1-21.. Mereka membentuk keluarga Yesus yang sebenarnya Bdk. Mat 12:49.. Mereka yang Ia himpun di sekitar-Nya, diajarkan-Nya satu cara bertindak yang baru dan satu doa khusus Bdk. Mat 5-6.
| | 765. | Tuhan Yesus memberi kepada persekutuan-Nya sebuah struktur yang akan tinggal sampai Kerajaan-Nya disempurnakan. Pada tempat pertama terdapat pilihan kedua-belasan dengan Petrus sebagai pemimpin Bdk. Mrk 3:14- 15.. Mereka mewakili kedua belas suku bangsa Israel Bdk. Mat 19:28; Luk 22:30. dan dengan demikian merupakan batu-batu dasar Yerusalem Baru Bdk. Why 21:12-14.. Keduabelasan itu Bdk. Mrk 6:7. dan murid-murid yang lain Bdk. Luk 10:1-2. mengambil bagian pada perutusan Kristus, pada kekuasaan-Nya, tetapi juga pada nasib-Nya Bdk. Mat 10:25; Yoh 15:20.. Melalui semua tindakan ini Kristus mendirikan dan membangun Gereja-Nya.
| | 766. | Tetapi Gereja muncul terutama karena penyerahan diri Kristus secara menyeluruh untuk keselamatan kita, yang didahului dalam penciptaan Ekaristi dan direalisasikan pada kayu salib. "Permulaan dan pertumbuhan itulah yang ditandakan dengan darah dan air, yang mengalir dari lambung Yesus yang terluka di kayu salib" (LG 3). "Sebab dari lambung Kristus yang berada di salib, muncullah Sakramen seluruh Gereja yang mengagumkan" (SC 5). Seperti Hawa dibentuk dari rusuk Adam yang sedang tidur, demikian Gereja dilahirkan dari hati tertembus Kristus yang mati di salib Bdk. santo Ambrosius, Luc.II, 85-89.
| | 767. | "Sesuai tugas, yang diberikan Bapa kepada Putera untuk ditunaikan di dunia, diutuslah Roh Kudus pada hari Pentekosta, agar ia senantiasa menyucikan Gereja" (LG 4). Ketika itu "Gereja ditampilkan secara terbuka di depan khalayak ramai dan dimulailah penyebaran Injil di antara bangsa-bangsa melalui pewartaan" (AG 4). Sebagai "perhimpunan" semua manusia menuju keselamatan, Gereja itu misioner menurut kodratnya, diutus oleh Kristus kepada segala bangsa, untuk menjadikan semua orang murid-murid-Nya Bdk. Mat 28:19-20; AG 2;5-6.
| | 768. | Untuk melaksanakan perutusan-Nya, Roh "memperlengkapi dan membimbing Gereja dengan aneka karunia hierarkis dan karismatik" (LG 4). Melalui Dia "Gereja, yang diperlengkapi dengan karunia-karunia Pendirinya, dan yang dengan setia mematuhi perintah-perintah-Nya tentang cinta kasih, kerendahan hati, dan ingkar diri, menerima perutusan untuk mewartakan Kerajaan Kristus dan Kerajaan Allah, dan mendirikannya di tengah semua bangsa" (LG 5).
| | 769. | "Gereja... hanya akan disempurnakan dalam Kerajaan surgawi" (LG 48), waktu kedatangan kembali Kristus dalam kemuliaan-Nya. Sampai saat itu "Gereja berlangkah dalam penziarahannya antara penghambatan dunia dan penghiburan Allah" (Agustinus, civ. 18,5 1) Bdk. LG 8.. Gereja sadar bahwa di dunia ini ia masih jauh dari Tuhan, di perasingan Bdk. 2 Kor 5:6; LG 6. dan merindukan Kerajaan yang disempurnakan, agar "dipersatukan dengan rajanya dalam kemuliaan" (LG 5). Penyempurnaan Gereja dan melalui dia penyempurnaan dunia dalam kejayaan, tidak akan terlaksana tanpa ujian-ujian besar. Baru sesudah itu "semua orang yang benar sejak Adam, dari Abel yang saleh sampai ke orang pilihan terakhir, akan dipersatukan dalam Gereja semesta di hadirat Bapa" (LG 2).
| | 770. | Gereja berada di tengah sejarah, tetapi sekaligus juga di atasnya. Hanya "dengan mata iman" (Catech. R. 1, 10,20) orang dapat di dalam kenyataan yang kelihatan juga melihat kenyataan rohani, pembawa kehidupan ilahi.
| | 771. | "Kristus satu-satunya Pengantara, di dunia ini telah membentuk Gereja-Nya yang kudus, persekutuan iman, harapan, dan cinta kasih sebagai himpunan yang kelihatan. Ia tiada hentinya memelihara Gereja. Melalui Gereja Ia melimpahkan kebenaran dan rahmat kepada semua orang" (LG 8). Gereja itu serentak merupakan:
?"serikat yang dilengkapi dengan jabatan hierarkis dan Tubuh Mistik Kristus,
?kelompok yang tampak dan persekutuan rohani,
?Gereja di dunia dan Gereja yang diperkaya dengan karunia-karunia surgawi."Kedua aspek itu "merupakan satu kenyataan yang kompleks, dan terwujud karena perpaduan unsur manusiawi dan ilahi" (LG 8).
"Gereja sekaligus bersifat manusiawi dan ilahi, kelihatan namun penuh kenyataan yang tak kelihatan, penuh semangat dalam kegiatan namun meluangkan waktu juga untuk kontemplasi, hadir di dunia namun sebagai musafir. Dan semua itu berpadu sedemikian rupa, sehingga dalam Gereja apa yang insani diarahkan dan diabdikan kepada yang ilahi, apa yang kelihatan kepada yang tidak tampak, apa yang termasuk kegiatan kepada kontemplasi, dan apa yang ada sekarang kepada kota yang akan datang, yang sedang kita cari" (SC 2).
"Betapa hinanya! Betapa agungnya! Kemah Kedar dan kenisah Allah, kediaman duniawi dan istana surgawi, gubuk tanah liat dan benteng raja, tubuh kematian dan kenisah terang, kemuakan orang sombong dan mempelai Tuhan! Ia hitam namun cantik, hai puteri-puteri Yerusalem! Walaupun jerih payah dan duka nestapa selama pengasingan yang lama merusaknya, namun ia masih dihias dengan keindahan surgawi" (Bernardus Cant. 27,14).
| | 772. | Di dalam Gereja, Kristus melaksanakan dan menyatakan misteri sebagai tujuan keputusan Allah, "supaya mempersatukan lagi segala sesuatu di dalam Kristus sebagai kepala" (Ef 1:10). Santo Paulus menamakan persatuan mempelai Kristus dan Gereja "satu rahasia besar" (Ef 5:32). Karena Gereja dipersatukan dengan Kristus sebagai mempelainya Bdk. Ef 5:25-27., ia sendiri menjadi rahasia Bdk. Ef 3:9-11.. Sambil merenungkan misteri ini, santo Paulus menulis: "Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus adalah pengharapan akan kemuliaan" (Kol 1:27).
| | 773. | Persekutuan manusia dengan Allah oleh "kasih yang tidak berkesudahan" (1 Kor 13:8) adalah tujuan yang menentukan segala sesuatu, yang di dalam Gereja merupakan sarana sakramental yang terikat pada dunia yang fana ini Bdk. LG 48.. Struktur hierarkisnya "ditentukan secara menyeluruh untuk kekudusan anggota-anggota Kristus". Tetapi kekudusan diukur pada "rahasia besar, di mana mempelai wanita dengan penyerahan cintanya menjawab penyerahan diri mempelai pria" (MD 27). Sebagai mempelai wanita "tanpa cacat atau kerut" (Ef 5:27) Maria mendahului kita di jalan menuju kekudusan, yang merupakan misteri Gereja. "Dalam arti ini dimensi marianis dalam Gereja mendahului dimensi Petrus" (MD 27).
| | 774. | Kata Yunani "musterion" (rahasia) dijabarkan dalam bahasa Latin dengan dua istilah: "mysterium" dan "sacramentum". Menurut tafsiran di ke-nudian hari istilah "sacramentum" lebih banyak menonjolkan tanda kelihatan dari kenyataan keselamatan yang tak kelihatan, sedangkan kenyataan tak kelihatan itu sendiri dimaksudkan dengan istilah "mysterium". Dalam arti ini Kristus sendiri adalah misteri keselamatan: "Misteri Allah tidak lain dari Kristus sendiri" (Agustinus, cp. 187,11,34). Karya keselamatan dari kodrat manusiawi-Nya yang kudus dan inenguduskan adalah sakramen keselamatan yang dinyatakan dalam Sakramen-sakramen Gereja (yang oleh Gereja-gereja Timur juga disebut "misteri-misteri kudus") dan bekerja di dalamnya. Ketujuh Sakramen itu adalah tanda dan sarana, yang olehnya Roh Kudus menyebarluaskan rahmat Kristus, yang adalah Kepala di dalam Gereja, Tubuh-Nya. Jadi, Gereja mengandung dan menyampaikan rahmat yang tidak tampak, yang ia lambangkan. Dalam arti analog ini, ia dinamakan "sakramen".
| | 775. | "Gereja itu dalam Kristus bagaikan Sakramen, yakni tanda dan sarana persatuan mesra dengan Allah dan kesatuan seluruh umat manusia" (LG 1). Tujuan utama Gereja ialah menjadi Sakramen persatuan manusia dengan Allah secara mendalam.Oleh karena persatuan di antara manusia berakar dalam persatuan dengan Allah, maka Gereja adalah juga Sakramen persatuan umat manusia. Di dalam Gereja kesatuan ini sudah mulai, karena ia mengumpulkan manusia-manusia "dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa" (Why 7:9). Serentak pula Gereja adalah "tanda dan sarana" untuk terwujudnya secara penuh kesatuan yang masih dinantikan.
| | 776. | Sebagai Sakramen, Gereja adalah alat Kristus. Gereja di dalam tangan Tuhan adalah "alat penyelamatan semua orang" (LG 9), "Sakramen keselamatan bagi semua orang" (LG 48), yang olehnya Kristus "menyatakan cinta Allah kepada manusia sekaligus melaksanakannya" (GS 45, 1). Ia adalah "proyek yang kelihatan dari cinta Allah kepada umat manusia" (Paulus VI, wejangan 22 Juni 1973). Cinta ini merindukan "supaya segenap umat manusia mewujudkan satu Umat Allah, bersatu padu menjadi satu Tubuh Kristus, serta dibangun menjadi satu kenisah Roh Kudus" (AG 7) Bdk. LG 17.:
| | 777. | Istilah biblis untuk Gereja [ekklesia] secara harafiah berarti "undangan untuk berkumpul". Itu berarti himpunan orang-orang, yang dipanggil oleh Sabda Allah, supaya mereka membentuk satu Umat Allah, dan dipelihara oleh Tubuh Kristus, menjadi Tubuh Kristus sendiri.
| | 778. | Gereja adalah serentak jalan dan tujuan keputusan Allah. Dipralambangkan dalam ciptaan, disiapkan dalam Perjanjian Lama, didirikan oleh perkataan dan perbuatan Kristus, dilaksanakan oleh salib-Nya yang menebuskan dan kebangkitan-Nya, ia dinyatakan oleh curahan Roh Kudus sebagai misteri keselamatan. Ia sebagai persatuan semua orang yang ditebus di dunia, Bdk. Why 14:4. akan disempurnakan dalam kemuliaan surga.
| | 779. | Gereja itu serentak tampak dan rohani, masyarakat hierarkis dan Tubuh Mistik Kristus. Ia membentuk satu kesatuan, terdiri atas unsur manusiawi dan ilahi. Itulah yang membuat dia menjadi rahasia, yang hanya dimengerti oleh iman.
| | 780. | Di dunia ini Gereja adalah Sakramen keselamatan, tanda dan sarana persekutuan dengan Allah dan di antara manusia.
| | 781. | "Di segala zaman dan pada semua bangsa Allah berkenan akan siapa saja yang menyegani-Nya dan mengamalkan kebenaran (lih. Kis 10:35). Namun Allah bermaksud menguduskan dan menyelamatkan orang-orang bukannya satu per satu, tanpa hubungan satu dengan lainnya. Tetapi Ia hendak membentuk mereka menjadi umat yang mengakui-Nya dalam kebenaran dan mengabdi kepada-Nya dengan suci. Maka Ia memilih bangsa Israel menjadi Umat-Nya, mengadakan perjanjian dengan mereka, dan mendidik mereka langkah demi langkah... Tetapi itu semua telah terjadi untuk menyiapkan dan melambangkan perjanjian baru dan sempurna, yang akan diadakan dalam Kristus... dalam darah-Nya. Dari bangsa Yahudi maupun kaum kafir Ia memanggil suatu bangsa, yang akan bersatu padu bukan menurut daging, melainkan dalam Roh" (LG 9).
| | 782. | Umat Allah ditandai dengan kekhususan-kekhususan, yang membedakannya dari semua kelompok agama dan bangsa, dari semua kelompok politik dan budaya dalam sejarah:
? Ia adalah Umat Allah. Allah bukan milik suatu bangsa secara khusus. Tetapi Ia telah membentuk satu umat dari mereka yang sebelumnya bukan merupakan bangsa: "bangsa yang terpilih, imamat yang rajawi, bangsa yang kudus" (1 Ptr 2:9).
? Orang menjadi anggota umat ini bukan melalui kelahiran jasmani, melainkan melalui "kelahiran dari atas", "dari air dan roh" (Yoh 3:3-5), artinya oleh iman kepada Kristus dan Pembaptisan.
? Umat ini memiliki Yesus, sang Kristus [Terurapi, Mesias] sebagai Kepala. Karena minyak urapan yang satu dan sama, Roh Kudus, mengalir dari Kepala ke dalam Tubuh, ia adalah "umat mesianis".
? "Sebagai status hidup umat ini memiliki martabat dan kemerdekaan putera-puteri Allah, dan Roh Kudus berdiam di dalam hati mereka sebagaimana di dalam kenisah.
? "Hukumnya perintah baru untuk mencintai, seperti Kristus sendiri telah mencintai kita Bdk. Yoh 13:34." (LG 9). Itulah hukum "baru" Roh Kudus Bdk. Rm 8:2, Gal 5:25.
? Perutusannya ialah menjadi garam dunia dan terang bumi Bdk. Mat 15: 13-16.. "Bagi seluruh bangsa manusia [ia] merupakan benih kesatuan, harapan, dan keselamatan yang amat kuat.""Tujuannya Kerajaan Allah, yang oleh Allah sendiri telah dimulai di dunia, untuk selanjutnya disebarluaskan, hingga pada akhir zaman diselesaikan oleh-Nya juga? (LG 9).
| << >>
|