Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

772.Di dalam Gereja, Kristus melaksanakan dan menyatakan misteri sebagai tujuan keputusan Allah, "supaya mempersatukan lagi segala sesuatu di dalam Kristus sebagai kepala" (Ef 1:10). Santo Paulus menamakan persatuan mempelai Kristus dan Gereja "satu rahasia besar" (Ef 5:32). Karena Gereja dipersatukan dengan Kristus sebagai mempelainya Bdk. Ef 5:25-27., ia sendiri menjadi rahasia Bdk. Ef 3:9-11.. Sambil merenungkan misteri ini, santo Paulus menulis: "Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus adalah pengharapan akan kemuliaan" (Kol 1:27).

773.Persekutuan manusia dengan Allah oleh "kasih yang tidak berkesudahan" (1 Kor 13:8) adalah tujuan yang menentukan segala sesuatu, yang di dalam Gereja merupakan sarana sakramental yang terikat pada dunia yang fana ini Bdk. LG 48.. Struktur hierarkisnya "ditentukan secara menyeluruh untuk kekudusan anggota-anggota Kristus". Tetapi kekudusan diukur pada "rahasia besar, di mana mempelai wanita dengan penyerahan cintanya menjawab penyerahan diri mempelai pria" (MD 27). Sebagai mempelai wanita "tanpa cacat atau kerut" (Ef 5:27) Maria mendahului kita di jalan menuju kekudusan, yang merupakan misteri Gereja. "Dalam arti ini dimensi marianis dalam Gereja mendahului dimensi Petrus" (MD 27).

774.Kata Yunani "musterion" (rahasia) dijabarkan dalam bahasa Latin dengan dua istilah: "mysterium" dan "sacramentum". Menurut tafsiran di ke-nudian hari istilah "sacramentum" lebih banyak menonjolkan tanda kelihatan dari kenyataan keselamatan yang tak kelihatan, sedangkan kenyataan tak kelihatan itu sendiri dimaksudkan dengan istilah "mysterium". Dalam arti ini Kristus sendiri adalah misteri keselamatan: "Misteri Allah tidak lain dari Kristus sendiri" (Agustinus, cp. 187,11,34). Karya keselamatan dari kodrat manusiawi-Nya yang kudus dan inenguduskan adalah sakramen keselamatan yang dinyatakan dalam Sakramen-sakramen Gereja (yang oleh Gereja-gereja Timur juga disebut "misteri-misteri kudus") dan bekerja di dalamnya. Ketujuh Sakramen itu adalah tanda dan sarana, yang olehnya Roh Kudus menyebarluaskan rahmat Kristus, yang adalah Kepala di dalam Gereja, Tubuh-Nya. Jadi, Gereja mengandung dan menyampaikan rahmat yang tidak tampak, yang ia lambangkan. Dalam arti analog ini, ia dinamakan "sakramen".

775."Gereja itu dalam Kristus bagaikan Sakramen, yakni tanda dan sarana persatuan mesra dengan Allah dan kesatuan seluruh umat manusia" (LG 1). Tujuan utama Gereja ialah menjadi Sakramen persatuan manusia dengan Allah secara mendalam.Oleh karena persatuan di antara manusia berakar dalam persatuan dengan Allah, maka Gereja adalah juga Sakramen persatuan umat manusia. Di dalam Gereja kesatuan ini sudah mulai, karena ia mengumpulkan manusia-manusia "dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa" (Why 7:9). Serentak pula Gereja adalah "tanda dan sarana" untuk terwujudnya secara penuh kesatuan yang masih dinantikan.

776.Sebagai Sakramen, Gereja adalah alat Kristus. Gereja di dalam tangan Tuhan adalah "alat penyelamatan semua orang" (LG 9), "Sakramen keselamatan bagi semua orang" (LG 48), yang olehnya Kristus "menyatakan cinta Allah kepada manusia sekaligus melaksanakannya" (GS 45, 1). Ia adalah "proyek yang kelihatan dari cinta Allah kepada umat manusia" (Paulus VI, wejangan 22 Juni 1973). Cinta ini merindukan "supaya segenap umat manusia mewujudkan satu Umat Allah, bersatu padu menjadi satu Tubuh Kristus, serta dibangun menjadi satu kenisah Roh Kudus" (AG 7) Bdk. LG 17.:

777.Istilah biblis untuk Gereja [ekklesia] secara harafiah berarti "undangan untuk berkumpul". Itu berarti himpunan orang-orang, yang dipanggil oleh Sabda Allah, supaya mereka membentuk satu Umat Allah, dan dipelihara oleh Tubuh Kristus, menjadi Tubuh Kristus sendiri.

778.Gereja adalah serentak jalan dan tujuan keputusan Allah. Dipralambangkan dalam ciptaan, disiapkan dalam Perjanjian Lama, didirikan oleh perkataan dan perbuatan Kristus, dilaksanakan oleh salib-Nya yang menebuskan dan kebangkitan-Nya, ia dinyatakan oleh curahan Roh Kudus sebagai misteri keselamatan. Ia sebagai persatuan semua orang yang ditebus di dunia, Bdk. Why 14:4. akan disempurnakan dalam kemuliaan surga.

779.Gereja itu serentak tampak dan rohani, masyarakat hierarkis dan Tubuh Mistik Kristus. Ia membentuk satu kesatuan, terdiri atas unsur manusiawi dan ilahi. Itulah yang membuat dia menjadi rahasia, yang hanya dimengerti oleh iman.

780.Di dunia ini Gereja adalah Sakramen keselamatan, tanda dan sarana persekutuan dengan Allah dan di antara manusia.

781."Di segala zaman dan pada semua bangsa Allah berkenan akan siapa saja yang menyegani-Nya dan mengamalkan kebenaran (lih. Kis 10:35). Namun Allah bermaksud menguduskan dan menyelamatkan orang-orang bukannya satu per satu, tanpa hubungan satu dengan lainnya. Tetapi Ia hendak membentuk mereka menjadi umat yang mengakui-Nya dalam kebenaran dan mengabdi kepada-Nya dengan suci. Maka Ia memilih bangsa Israel menjadi Umat-Nya, mengadakan perjanjian dengan mereka, dan mendidik mereka langkah demi langkah... Tetapi itu semua telah terjadi untuk menyiapkan dan melambangkan perjanjian baru dan sempurna, yang akan diadakan dalam Kristus... dalam darah-Nya. Dari bangsa Yahudi maupun kaum kafir Ia memanggil suatu bangsa, yang akan bersatu padu bukan menurut daging, melainkan dalam Roh" (LG 9).

782.Umat Allah ditandai dengan kekhususan-kekhususan, yang membedakannya dari semua kelompok agama dan bangsa, dari semua kelompok politik dan budaya dalam sejarah:
? Ia adalah Umat Allah. Allah bukan milik suatu bangsa secara khusus. Tetapi Ia telah membentuk satu umat dari mereka yang sebelumnya bukan merupakan bangsa: "bangsa yang terpilih, imamat yang rajawi, bangsa yang kudus" (1 Ptr 2:9).
? Orang menjadi anggota umat ini bukan melalui kelahiran jasmani, melainkan melalui "kelahiran dari atas", "dari air dan roh" (Yoh 3:3-5), artinya oleh iman kepada Kristus dan Pembaptisan.
? Umat ini memiliki Yesus, sang Kristus [Terurapi, Mesias] sebagai Kepala. Karena minyak urapan yang satu dan sama, Roh Kudus, mengalir dari Kepala ke dalam Tubuh, ia adalah "umat mesianis".
? "Sebagai status hidup umat ini memiliki martabat dan kemerdekaan putera-puteri Allah, dan Roh Kudus berdiam di dalam hati mereka sebagaimana di dalam kenisah.
? "Hukumnya perintah baru untuk mencintai, seperti Kristus sendiri telah mencintai kita Bdk. Yoh 13:34." (LG 9). Itulah hukum "baru" Roh Kudus Bdk. Rm 8:2, Gal 5:25.
? Perutusannya ialah menjadi garam dunia dan terang bumi Bdk. Mat 15: 13-16.. "Bagi seluruh bangsa manusia [ia] merupakan benih kesatuan, harapan, dan keselamatan yang amat kuat.""Tujuannya Kerajaan Allah, yang oleh Allah sendiri telah dimulai di dunia, untuk selanjutnya disebarluaskan, hingga pada akhir zaman diselesaikan oleh-Nya juga? (LG 9).

783.Yesus Kristus diurapi oleh Bapa dengan Roh Kudus dan dijadikan "imam, nabi, dan raja". Seluruh Umat Allah mengambil bagian dalam ketiga jabatan Kristus ini, dan bertanggung jawab untuk perutusan dan pelayanan yang keluar darinya Bdk. RH 18-21.

784.Siapa yang oleh iman dan Pembaptisan masuk ke dalam Umat Allah, mendapat bagian dalam panggilan khusus umat ini ialah panggilannya sebagai imam. "Kristus Tuhan, Imam Agung yang dipilih dari antara manusia (lih. Ibr 5:1-5), menjadikan umat baru kerajaan dan imam-imam bagi Allah dan Bapa-Nya (Why 1:6; lih. 5:9- 10). Sebab mereka yang dibaptis karena kelahiran kembali dan pengurapan Roh Kudus disucikan menjadi kediaman rohani dan imamat suci" (LG 10).

785."Umat Allah yang kudus mengambil bagian juga dalam tugas kenabian Kristus", terutama karena cita rasa iman adikodrati yang dimiliki seluruh umat, awam dan hierarki. Karena cita rasa iman itu "umat berpegang teguh pada iman yang sekali telah diserahkan kepada para kudus" (LG 12), memahaminya semakin dalam dan menjadi saksi Kristus di tengah dunia ini.

786.Umat Allah juga mengambil bagian dalam fungsi Kristus sebagai raja. Kristus menjalankan fungsi raja-Nya dengan menarik semua orang kepada diri-Nya oleh kematian dan kebangkitan-Nya Bdk. Yoh 13:32.. Kristus, Raja dan Tuhan semesta alam, telah menjadikan Diri pelayan semua orang, karena "Ia tidak datang untuk dilayani, tetapi untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi banyak orang" (Mat 20:28). Untuk seorang Kristen, mengabdi Kristus berarti "meraja" (LG 36) - terutama "dalam orang-orang yang miskin dan menderita", di mana Gereja "mengenal citra Pendiri-Nya yang miskin dan menderita" (LG 8). Umat Allah mempertahankan "martabatnya sebagai raja", apabila ia setia kepada panggilannya, untuk melayani bersama Kristus.
"Semua orang, yang dilahirkan kembali dalam Kristus, dijadikan raja oleh tanda salib, sementara urapan Roh Kudus mentahbiskan mereka menjadi imam. Karena itu, semua orang Kristen yang rohani dan berakal budi harus yakin bahwa mereka - terlepas dari tugas-tugas khusus jabatan kami - berasal dari turunan rajawi dan mengambil bagian dalam tugas-tugas seorang imam. Apa yang lebih rajawi daripada jiwa yang dalam ketaatan terhadap Allah menguasai badannya? Dan apa yang lebih sesuai dengan tugas-tugas imam daripada menyerahkan kepada Tuhan hati nurani yang murni dan di atas altar hati mempersembahkan kepada Tuhan kurban tak bercela yakni kesalehan?" (Leo Agung, serm. 4,1).

787.Sejak awal, Yesus membiarkan para murid-Nya mengambil bagian dalam kehidupan-Nya Bdk. Mrk 1:16-20; 3:13-19.. Ia menyingkapkan bagi mereka misteri Kerajaan Allah Bdk. Mat 13:10-17. dan memberikan mereka bagian dalam perutusan-Nya, dalam kegembiraan-Nya Bdk.Luk 10:17-20. dan dalam kesengsaraan-Nya Bdk. Luk 22:28-30.. Yesus berbicara mengenai hubungan akrab antara Dia dan mereka, yang mengikuti Dia: "Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu... Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya" (Yoh 15:4-5). Dan Ia menyatakan satu persekutuan yang penuh rahasia dan real antara tubuh-Nya dan tubuh kita: "Barang siapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia" (Yoh 6:56).

788.Ketika Ia tidak hadir lagi secara kelihatan di tengah murid-murid-Nya, Yesus tidak meninggalkan mereka sebagai yatim piatu Bdk. Yoh 14:18.. Ia menjanjikan, tinggal beserta mereka sampai akhir zaman Bdk. Mat 28:20. dan mengutus kepada mereka Roh-Nya Bdk. Yoh 20:22; Kis 2:33.. Dalam arti tertentu persekutuan dengan Yesus dipererat lagi: "Sebab Ia telah mengumpulkan saudara-saudarinya dari segala bangsa, dan dengan mengurniakan Roh-Nya Ia secara gaib membentuk mereka menjadi Tubuh-Nya" (LG 7).

789.Perbandingan Gereja dengan tubuh menyoroti hubungan yang mesra antara Gereja dan Kristus. Gereja tidak hanya terkumpul di sekeliling-Nya, tetapi dipersatukan di dalam Dia, dalam Tubuh-Nya. Tiga aspek Gereja sebagai Tubuh Kristus perlu ditonjolkan secara khusus: kesatuan semua anggota satu dengan yang lain oleh persatuannya dengan Kristus; Kristus sebagai Kepala Tubuh; Gereja sebagai mempelai Kristus.

790.Orang beriman, yang menjawab Sabda Allah dan menjadi anggota Tubuh Kristus, dipersatukan secara erat dengan Kristus: "Dalam Tubuh itu hidup Kristus dicurahkan ke dalam umat beriman. Melalui Sakramen-sakramen mereka itu secara rahasia namun nyata dipersatukan dengan Kristus yang telah menderita dan dimuliakan" (LG 7). Itu berlaku terutama untuk Pembaptisan, yang olehnya kita dipersatukan dengan kematian dan kebangkitan Kristus Rm 6:4-5; 1 Kor 12:13., dan untuk Ekaristi, yang olehnya "kita secara nyata ikut serta dalam Tubuh Tuhan; maka kita diangkat untuk bersatu dengan Dia dan bersatu antara kita" (LG 7).

791.Kesatuan Tubuh tidak menghapus perbedaan antara anggota-anggota: "Dalam pembentukan Tubuh Kristus berlaku perbedaan anggota dan tugas. Satu Roh yang membagi-bagikan anugerah-Nya yang bermacam ragam, sesuai kekayaan-Nya dan sejalan dengan kebutuhan pelayanan, demi kepentingan Gereja". Kesatuan Tubuh Mistik menyebabkan dan mengembangkan di antara kaum beriman cinta satu sama lain: "Maka, bila ada satu anggota yang menderita, semua anggota ikut menderita; atau bila satu anggota dihormati, semua anggota ikut bergembira" (LG 7). Kesatuan Tubuh Mistik mengatasi segala pemisahan antar manusia: "Karena kamu semua yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-iaki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus" (Gal 3:27-28).

792.Kristus "adalah Kepala Tubuh, tetapi Tubuh adalah Gereja" (Kol 1:18). Ia adalah asal ciptaan dan penebusan. Ditinggikan dalam kemuliaan Bapa, "Dialah yang lebih utama dalam segala sesuatu" (Kol 1:18), terutama dalam Gereja, melaluinya Ia menyebar-luaskan Kerajaan-Nya atas segala sesuatu.

793.Ia mempersatukan kita dengan Paskah-Nya. Semua anggota harus berusaha untuk menyamai Dia, "sampai Ia terbentuk dalam mereka (lih. Gal 4:19). Maka dari itu kita diperkenankan memasuki misteri-misteri hidup-Nya, disamakan dengan-Nya, ikut mati dan bangkit bersama dengan-Nya, hingga kita ikut memerintah bersama dengan-Nya" (LG 7).

794.Ia memperhatikan pertumbuhan kita Bdk. Kol 2:19.. Supaya memungkinkan kita tumbuh menuju Dia, Kepala kita Bdk. Ef 4:11-16., Kristus memperlengkapi Tubuh-Nya, Gereja, dengan anugerah dan pelayanan, yang olehnya kita dapat membantu satu sama lain di jalan keselamatan.

795.Dengan demikian Kristus dan Gereja membentuk "Kristus paripurna [Christus totus]. Gereja bersatu dengan Kristus. Para kudus sangat sadar akan kesatuan ini:
"Maka, maritah kita bergembira dan berterima kasih bahwa kita tidak hanya menjadi Kristen, tetapi Kristus. Mengertikah Saudara-saudara, dapatkah kanlu memahami rah-mat yang Allah berikan kepada kita, ketika Ia memberikan kepada kita Kristus sebagai Kepala? Kagumilah, bergembiralah, kita sudah menjadi Kristus. Karena kalau Ia Kepala, kita anggota-anggota, maka seluruh manusia adalah Dia dan kita... Kepenuhan Kristus adalah Kepala dan anggota-anggota. Apa artinya: Kepala dan anggota-anggota? Kristus dan Gereja" (Agustinus, ev. Jo. 21,8).
"Penebus kita ternyata satu pribadi dengan Gereja kudus, yang telah Ia miliki" (Gregorius Agung, mor. praef. 1,6,4).
"Kepala dan anggota-anggota seakan-akan merupakan satu pribadi mistik" (Tomas Aqu., s.th. 3,48,2 ad 1).
Iman yang diajarkan oleh guru-guru iman yang kudus dan perasaan sehat umat beriman terungkap dalam perkataan santa Jeanne d Arc kepada hakim-hakimnya: "Tentang Yesus dan Gereja saya berpendapat bahwa semuanya itu adalah satu, dan bahwa orang tidak perlu mempermasalahkannya lagi".

<<   >>