KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 830. | Kata "katolik" berarti "merangkul semua", maksudnya "seluruhnya" atau "lengkap". Gereja itu katolik dalam arti ganda:Ia katolik karena di dalamnya ada Kristus. "Di mana Yesus Kristus ada, di situ ada Gereja Katolik" (Ignasius dari Antiokia, Smym. 8,2). Di dalam Dia, Tubuh Kristus yang dipersatukan dengan Kepalanya terlaksana sepenuhnya Bdk. Ef 1:22-23.. Dengan demikian ia menerima dari-Nya "kepenuhan sarana keselamatan" (AG 6), yang Ia kehendaki: pengakuan iman yang benar dan utuh, kehidupan sakramental yang lengkap dan tugas pelayanan yang tertahbis dalam suksesi apostolik. Dalam arti yang mendasar ini Gereja sudah "katolik" pada hari Pentekosta Bdk. AG 4. dan ia akan tetap tinggal demikian sampai pada hari kedatangan kembali Kristus.
| | 831. | Gereja bersifat katolik, karena ia diutus oleh Kristus kepada seluruh umat manusia Bdk. Mat 28:19.:
"Semua orang dipanggil kepada Umat Allah yang baru. Maka umat itu, yang tetap satu dan tunggal, harus disebar-luaskan ke seluruh dunia dan melalui segala abad, supaya terpenuhilah rencana kehendak Allah, yang pada awal mula menciptakan satu kodrat manusia, dan menetapkan untuk akhirnya menghimpun dan mempersatukan lagi anak-anak-Nya yang tersebar... Sifat universal, yang menyemarakkan Umat Allah itu, merupakan karunia Tuhan sendiri. Karenanya Gereja yang katolik secara tepat-guna dan tiada hentinya berusaha merangkum segenap umat manusia beserta segala harta kekayaannya di bawah Kristus Kepala, dalam kesatuan Roh-Nya" (LG 13).
| | 832. | "Gereja Kristus sungguh hadir dalam semua jemaat beriman setempat yang sah, yang mematuhi para gembala mereka, dan dalam Perjanjian Baru disebut Gereja... Di situ umat beriman berhimpun karena pewartaan Injil Kristus, dan dirayakan misteri Perjamuan Tuhan... Di jemaat-jemaat itu, meskipun sering hanya kecil dan miskin, atau tinggal tersebar, hiduplah Kristus; dan berkat kekuatan-Nya terhimpunlah Gereja yang satu, kudus, katolik, dan apostolik" (LG 26).
| | 833. | "Gereja lokal" - keuskupan (atau Eparkhie) - diartikan dengan satu persekutuan orang Kristen, yang bersatu dengan Uskupnya yang berada dalam suksesi apostolik, dalam iman dan dalam Sakramen-sakramen Bdk. CD 11; CIC, cann. 368-369.. Gereja-gereja lokal ini dibentuk "menurut citra Gereja semesta. Gereja Katolik yang satu dan tunggal berada dalam Gereja-gereja khusus dan terhimpun padanya" (LG 23).
| | 834. | Gereja-gereja lokal adalah katolik dalam arti kata yang sebenarnya oleh persekutuan dengan salah satu darinya: dengan Gereja Roma "yang mengetuai dalam cinta" (Ignasius dari Antiokia, Rom 1, 1). "Setiap Gereja, artinya umat beriman dari mana-mana, harus sependapat dengan Gereja ini karena kedudukannya yang istimewa" (Ireneus, haer. 3,3,2; dikutip oleh Konsili Vatikan I: DS 3057). "Sejak Sabda yang menjadi manusia turun ke tengah kita, semua Gereja Kristen dari mana-mana telah menganggap dan masih menganggap Gereja besar yang ada di Roma itu sebagai basis dan dasar mereka yang satu-satunya, karena - sesuai dengan janji Tuhan - kekuatan neraka tidak akan dapat mengalahkannya" (Maksimus Pengaku Iman, opusc.).
| | 835. | "Hendaklah kita jangan membayangkan Gereja universal sebagai jumlah, atau dapat dikatakan federasi yang agak longgar dari berbagai Gereja lokal yang pada hakikatnya berbeda-beda. Di dalam pikiran Tuhan, Gereja yang karena panggilan dan tugasnya universal, menanamkan akarnya di dalam aneka macam lingkungan kebudayaan serta tatanan sosial dan manusiawi, dan dengan demikian memperoleh bentuk-bentuk dan wajah-wajah yang berbeda-beda di setiap bagian dunia" (EN 62). Banyak macam tata tertib Gereja, ritus liturgis, harta pusaka teologis dan rohani yang dimiliki Gereja-gereja lokal "dengan cemerlang memperlihatkan sifat katolik Gereja yang tak terbagi" (LG 23).
| << >>
|