Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

845.Supaya mengumpulkan kembali semua anak-anak-Nya, yang tercerai-berai, disesatkan oleh dosa, Bapa hendak memanggil seluruh umat manusia ke dalam Gereja Putera-Nya. Gereja adalah tempat, di mana umat manusia harus menemukan kembali kesatuan dan keselamatannya. Ia adalah "dunia, yang dipulihkan" (Agustinus, serm. 96,7,9). Ia adalah kapal, "yang berlayar aman di laut yang luas, dengan layar terpasang pada tiang agung salib, yang membabar dalam badai Roh Kudus" (Ambrosius, virg. 18,118). Menurut satu gambaran lain yang sangat digemari oleh para bapa Gereja, ia ditampilkan sebagai bahtera Nuh, satu-satunya sarana yang meluputkan orang dari air bah Bdk. 1 Ptr 3:20-21.

846.Bagaimana dapat dimengerti ungkapan ini yang sering kali diulangi oleh para bapa Gereja? Kalau dirumuskan secara positif, ia mengatakan bahwa seluruh keselamatan datang dari Kristus sebagai Kepala melalui Gereja, yang adalah Tubuh-Nya:

"Berdasarkan Kitab Suci dan Tradisi, konsili mengajarkan, bahwa Gereja yang sedang mengembara ini perlu untuk keselamatan. Sebab hanya satulah Pengantara dan jalan keselamatan, yakni Kristus. Ia hadir bagi kita dalam Tubuh-Nya, yakni Gereja. Dengan jelas-jelas menegaskan perlunya iman dan baptis, Kristus sekaligus menegaskan perlunya Gereja, yang dimasuki orang melalui baptis bagaikan pintunya. Maka dari itu andaikata ada orang, yang benar-benar tahu, bahwa Gereja Katolik itu didirikan oleh Allah melalui Yesus Kristus sebagai upaya yang perlu, namun tidak mau masuk ke dalamnya atau tetap tinggal di dalamnya, ia tidak dapat diselamatkan" (LG 14).

847.Penegasan ini tidak berlaku untuk mereka, yang tanpa kesalahan sendiri tidak mengenal Kristus dan Gereja-Nya:
"Sebab mereka yang tanpa bersalah tidak mengenal Injil Kristus serta Gereja-Nya, tetapi dengan hati tulus mencari Allah, dan berkat pengaruh rahmat berusaha melaksanakan kehendak-Nya yang mereka kenal melalui suara hati dengan perbuatan nyata, dapat memperoleh keselamatan kekal" (LG 16) Bdk. DS 3866 - 3872.

848."Meskipun Allah melalui jalan yang diketahui-Nya dapat menghantar manusia, yang tanpa bersalah tidak mengenal Injil, kepada iman yang merupakan syarat mutlak untuk berkenan kepada-Nya, namun Gereja mempunyai keharusan sekaligus juga hak yang suci, untuk mewartakan Injil" (AG 7) kepada semua manusia.

849.Amanat misi. "Kepada para bangsa Gereja diutus oleh Allah untuk menjadi Sakramen universal keselamatan. Untuk memenuhi tuntutan-tuntutan hakiki sifat katoliknya, menaati perintah Pendirinya, Gereja sungguh-sungguh berusaha mewartakan Injil kepada semua orang" (AG 1): "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman" (Mat 28:19-20).

850.Asal dan tujuan misi. Tugas yang diserahkan Tuhan kepada Gereja mempunyai asalnya dalam cinta abadi Tritunggal Maha Kudus: "Pada hakikatnya Gereja penziarah bersifat misioner, sebab berasal dari perutusan Putera dan perutusan Roh Kudus menurut rencana Allah Bapa" (AG 2). Tujuan terakhir misi ialah menyanggupkan manusia-manusia mengambil bagian dalam persekutuan, yang ada antara Bapa dan Putera dalam Roh cinta kasih Bdk. RM 23.

851.Alasan untuk misi ialah cinta kasih Allah kepada semua manusia. Darinya Gereja sejak dahulu telah menimba kewajiban dan kekuatan semangat misinya, karena "cinta kasih Kristus menguasai kami..." (2 Kor 5:14) Bdk. AA 6; RM 11.. Allah menghendaki "supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran" (1 Tim 2:4). Allah menghendaki supaya semua orang sampai kepada keselamatan melalui pengetahuan akan kebenaran. Keselamatan terdapat dalam kebenaran. Barang siapa taat kepada dorongan roh kebenaran, ia sudah berada di jalan menuju keselamatan: tetapi Gereja, kepada siapa dipercayakan kebenaran ini, harus memperhatikan kerinduan manusia dan membawakan kebenaran itu kepadanya. Oleh karena Gereja percaya kepada keputusan keselamatan yang mencakup semua manusia, maka ia harus bersifat misioner.

852.Jalan-jalan misi. "Roh Kudus benar-benar Pribadi utama untuk seluruh perutusan gerejani" (RM 21). Ia mengantar Gereja ke jalan-jalan misi. Ia "menjabarkan perutusan Kristus sendiri, yang diutus untuk mewartakan Kabar Gembira kepada kaum miskin. Atas dorongan Roh Kristus Gereja harus menempuh jalan yang sama seperti yang dilalui oleh Kristus sendiri, yakni jalan kemiskinan, ketaatan, pengabdian, dan pengurbanan diri sampai mati, dan dari kematian itu muncullah Ia melalui kebangkitan-Nya sebagai Pemenang" (AG 5). "Darah orang-orang Kristen adalah benih" (Tertulianus, apol. 50).

853.Tetapi dalam penziarahannya, Gereja juga mengalami "betapa besar kesenjangan antara warta yang disiarkannya dan kelemahan manusiawi mereka yang diserahi Injil" (GS 43,6). Hanya atas "jalan tobat dan pembaharuan" (LG 8), dengan "menempuh jalan salib yang sempit"(AG 1), Umat Allah dapat menyebar-luaskan Kerajaan Kristus Bdk. RM 12-20.. "Seperti Kristus melaksanakan karya penebusan dalam kemiskinan dan penganiayaan, begitu pula Gereja dipanggil untuk menempuh jalan yang sama, supaya menyalurkan buah-buah keselamatan kepada manusia" (LG 8).

854.Dalam perutusannya, "Gereja menempuh perjalanan bersama dengan seluruh umat manusia, dan bersama dengan dunia mengalami nasib keduniaan yang sama. Gereja hadir ibarat ragi dan bagaikan penjiwa masyarakat manusia, yang harus diperbaharui dalam Kristus dan diubah menjadi keluarga Allah" (GS 40,2). Dengan demikian misi menuntut kesabaran. Ia mulai dengan pewartaan Injil kepada bangsa-bangsa dan kelompok-kelompok yang belum percaya kepada Kristus Bdk. RM 42-47.; ia maju terus dan membentuk kelompok-kelompok Kristen, yang harus menjadi "tanda kehadiran Allah di dunia" (AG 15), serta selanjutnya mendirikan Gereja-gereja lokal Bdk. RM 52-54.. Ia menuntut suatu proses inkulturasi, yang olehnya Injil ditanamkan dalam kebudayaan bangsa-bangsa Bdk. RM 48-49., dan ia sendiri pun tidak bebas dari mengalami kegagalan-kegagalan. "Adapun mengenai orang-orang, golongan-golongan dan bangsa-bangsa, Gereja hanya menyentuh dan merasuki mereka secara berangsur-angsur, dan begitulah Gereja menampung mereka dalam kepenuhan katolik" (AG 6).

855.Misi Gereja menuntut usaha mencari kesatuan umat Kristen Bdk. RM 50.. "Bagi Gereja perpecahan umat Kristen merupakan halangan untuk mewujudkan secara nyata kepenuhan ciri katoliknya dalam diri putera-puterinya, yang berkat Baptis memang ditambahkan padanya, tetapi masih tercerai dari kepenuhan persekutuan dengannya. Bahkan bagi Gereja sendiri pun menjadi lebih sukar untuk dalam kenyataan hidupnya mengungkapkan kepenuhan sifat katoliknya dalam segala seginya" (UR 4).

856.Tugas misi menuntut dialog penuh hormat dengan mereka yang belum menerima Injil Bdk. RM 55.. Orang beriman dapat menarik keuntungan untuk dirinya dari dialog ini, karena mereka akan mengerti lebih baik segala "kebenaran atau rahmat mana pun, yang sudah terdapat pada para bangsa sebagai kehadiran Allah yang serba rahasia" (AG 9). Kalau umat beriman mewartakan berita gembira kepada mereka, yang belum mengenalnya, mereka melakukan itu, untuk menguatkan, melengkapi, dan meningkatkan yang benar dan yang baik, yang telah Tuhan sebarkan di antara manusia dan bangsa-bangsa dan supaya manusia-manusia ini dibersihkan dari kekeliruan dan kejahatan "demi kemuliaan Allah, untuk mempermalukan setan dan demi kebahagiaan manusia" (AG 9).

857.Gereja itu apostolik, karena ia didirikan atas para Rasul dalam tiga macam arti:
- ia tetap "dibangun atas dasar para Rasul dan para nabi" (Ef 2:20) Bdk. Why 21:14., atas saksi-saksi yang dipilih dan diutus oleh Kristus sendiri Bdk. misalnya Mat 28:16-20; Kis 1:8, 1 Kor 9:1; 15:7-8; Gal 1:1.;
- dengan bantuan Roh yang tinggal di dalamnya, ia menjaga ajaran Bdk. Kis 2:42., warisan iman, serta pedoman-pedoman sehat para Rasul dan meneruskannya Bdk. 2 Tim 1:13-14.
- ia tetap diajarkan, dikuduskan, dan dibimbing oleh para Rasul sampai pada saat kedatangan kembali Kristus - dan justru oleh mereka yang mengganti para Rasul dalam tugasnya sebagai gembala: Dewan para Uskup, "yang dibantu para imam, dalam kesatuan dengan pengganti Petrus, gembala tertinggi Gereja" (AG 5)."Engkaulah Gembala kekal yang tidak pernah meninggalkan kami, kawanan-Mu, tetapi selalu menjaga dan melindungi dengan perantaraan para Rasul-Mu. Engkau telah melantik para Rasul itu sebagai gembala yang memimpin kawanan-Mu, yaitu umat yang percaya kepada Putera-Mu" (MR, Prefasi Rasul).

858.Yesus adalah Yang diutus oleh Bapa. Pada awal karya-Nya "Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya,... Ia menetapkan dua belas orang, untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil" (Mrk 3:13-14). Oleh karena itu, mereka adalah "utusan-Nya" (Yunani "apostoloi"). Dalam diri mereka, Ia melanjutkan perutusan-Nya: "Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian sekarang Aku mengutus kamu" (Yoh 20:21) Bdk. Yoh 13:20;17:18.. Pelayanan para Rasul melanjutkan perutusan Kristus: "Barang siapa menyambut kamu, ia menyambut Aku", demikian Ia berkata kepada keduabelasan (Mat 10:40) Bdk. Luk 10:16.. 551, 425,

<<   >>