KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 850. | Asal dan tujuan misi. Tugas yang diserahkan Tuhan kepada Gereja mempunyai asalnya dalam cinta abadi Tritunggal Maha Kudus: "Pada hakikatnya Gereja penziarah bersifat misioner, sebab berasal dari perutusan Putera dan perutusan Roh Kudus menurut rencana Allah Bapa" (AG 2). Tujuan terakhir misi ialah menyanggupkan manusia-manusia mengambil bagian dalam persekutuan, yang ada antara Bapa dan Putera dalam Roh cinta kasih Bdk. RM 23.
| | 851. | Alasan untuk misi ialah cinta kasih Allah kepada semua manusia. Darinya Gereja sejak dahulu telah menimba kewajiban dan kekuatan semangat misinya, karena "cinta kasih Kristus menguasai kami..." (2 Kor 5:14) Bdk. AA 6; RM 11.. Allah menghendaki "supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran" (1 Tim 2:4). Allah menghendaki supaya semua orang sampai kepada keselamatan melalui pengetahuan akan kebenaran. Keselamatan terdapat dalam kebenaran. Barang siapa taat kepada dorongan roh kebenaran, ia sudah berada di jalan menuju keselamatan: tetapi Gereja, kepada siapa dipercayakan kebenaran ini, harus memperhatikan kerinduan manusia dan membawakan kebenaran itu kepadanya. Oleh karena Gereja percaya kepada keputusan keselamatan yang mencakup semua manusia, maka ia harus bersifat misioner.
| | 852. | Jalan-jalan misi. "Roh Kudus benar-benar Pribadi utama untuk seluruh perutusan gerejani" (RM 21). Ia mengantar Gereja ke jalan-jalan misi. Ia "menjabarkan perutusan Kristus sendiri, yang diutus untuk mewartakan Kabar Gembira kepada kaum miskin. Atas dorongan Roh Kristus Gereja harus menempuh jalan yang sama seperti yang dilalui oleh Kristus sendiri, yakni jalan kemiskinan, ketaatan, pengabdian, dan pengurbanan diri sampai mati, dan dari kematian itu muncullah Ia melalui kebangkitan-Nya sebagai Pemenang" (AG 5). "Darah orang-orang Kristen adalah benih" (Tertulianus, apol. 50).
| << >>
|