KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 86. | "Wewenang Mengajar itu tidak berada di atas Sabda Allah, melainkan melayaninya, yakni dengan,hanya mengajarkan apa yang diturunkan saja, sejauh Sabda itu, karena perintah ilahi dan dengan bantuan Roh Kudus, didengarkannya dengan khidmat, dipelihara dengan suci, dan diterangkannya dengan-setia; dan itu semua diambilnya dari satu perbendaharaan iman itu, yang diajukannya untuk diimani sebagai hal-hal yang diwahyukan oleh Allah" (DV 10).
| | 87. | Kaum beriman mengenangkan perkataan Kristus kepada para Rasul: "Barang siapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku" (Luk 10:16) Bdk. LG 20. dan menerima dengan rela ajaran dan petunjuk yang diberikan para gembala kepada mereka dalam berbagai macam bentuk.
| | 88. | Wewenang Mengajar Gereja menggunakan secara penuh otoritas yang diterimanya dari Kristus, apabila ia mendefinisikan dogma-dogma, artinya apabila dalam satu bentuk yang mewajibkan umat Kristen dalam iman dan yang tidak dapat ditarik kembali, ia mengajukan kebenaran-kebenaran yang tercantum di dalam wahyu ilahi atau secara mutlak berhubungan dengan kebenaran-kebenaran demikian.
| | 89. | Kehidupan rohani kita dan dogma-dogma itu mempunyai hubungan organis. Dogma-dogma adalah cahaya di jalan kepercayaan kita, mereka menerangi dan mengamankannya. Sebaliknya melalui cara hidup yang tepat, pikiran dan hati kita dibuka, untuk menerima cahaya dogma iman itu Bdk. Yoh 8:31-32.. 2625.
| | 90. | Hubungan timbal balik dan kaitan batiniah antara dogma-dogma terdapat dalam wahyu misteri Kristus secara menyeluruh Bdk. Konsili Vatikan I: "nexus mysteriorum": DS 3016; LG 25.. Terdapat "satu tata urutan atau 'hierarki' kebenaran-kebenaran ajaran Katolik, karena berbeda-bedalah hubungannya dengan dasar iman Kristen" (UR 11).
| | 91. | Semua orang beriman turut mengambil bagian dalam mengerti dan meneruskan kebenaran yang diwahyukan. Mereka telah menerima urapan Roh Kudus, yang mengajar mereka Bdk. 1 Yoh 2:20.27. dan yang membimbing mereka untuk mengenal seluruh kebenaran Bdk. Yoh 16:13.. 737.
| | 92. | "Keseluruhan kaum beriman, yang telah diurapi oleh Yang Kudus (lih. 1 Yoh 2:20 dan 27), tidak dapat sesat dalam beriman; dan sifat mereka yang istimewa itu mereka tampilkan melalui perasaan iman adikodrati segenap umat, bila 'dari para Uskup hingga para awam beriman yang terkecil' mereka secara keseluruhan menyatakan kesepakatan mereka tentang perkara-perkara iman dan kesusilaan" (LG 12).
| | 93. | "Dengan perasaan iman yang dibangkitkan dan dipelihara oleh Roh Kebenaran, umat tanpa menyimpang berpegang teguh pada iman, yang sekali telah diserahkan kepada para kudus (Yud 3); dengan pengertian yang tepat umat semakin mendalam menyelaminya, dan semakin penuh menerapkannya dalam hidup mereka" (LG 12).
| | 94. | Berkat bantuan Roh Kudus maka pengertian mengenai kenyataan, demikian juga formulasi dari pusaka iman dapat bertumbuh dalam kehidupan Gereja:
-"Karena kaum beriman, yang menyimpannya dalam hati (lih. Luk 2:19,51), merenungkan serta mempelajarinya" (DV 8); terutama "hendaknya penelitian teologis berusaha mencapai pengertian yang mendalam tentang kebenaran-kebenaran yang diwahyukan" (GS 62,7) Bdk. GS 44,2; DV 23; 24; UR 4..
-"atas dasar pemahaman yang lebih mendalam sekitar inti hal-hal rohani yang dialami" (DV 8); "kata-kata ilahi tumbuh bersama orang yang membacanya" (Gregorius Agung, hom. Ez. 1,7,8);
-"atas dasar pewartaan mereka, yang berdasarkan pergantian dalam jabatan Uskup, menerima karisma kebenaran yang pasti" (DV 8).
| | 95. | "Maka jelaslah Tradisi Suci, Kitab Suci, dan Wewenang Mengajar Gereja, menurut rencana Allah yang maha bijaksana, saling berhubungan dan berpadu sedemikian rupa, sehingga yang satu tidak ada tanpa kedua lainnya dan semuanya bersama-sama, masing-masing dengan caranya sendiri, di bawah gerakan satu Roh Kudus, membantu secara berdaya guna bagi keselamatan jiwa-jiwa" (DV 10,3).
| | 96. | Apa yang dipercayakan Kristus kepada para Rasul, telah diteruskan oleh mereka, yang diilhami oleh Roh Kudus, dalam khotbahnya dan secara tertulis kepada semua generasi sampai kepada kedatangan kembali Kristus yang mulia.
| << >>
|