KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 929. | Oleh kehidupan "yang secara sempurna dan penuh terarah kepada kekudusan", (Pius XII., Konst. Ap. "Provida Mater") para anggota lembaga ini mengambil bagian dalam tugas penginjilan Gereja "di tengah masyarakat dan bagaikan dari dalam masyarakat", di mana kehadirannya bekerja sebagai "ragi" (PC 11). "Kesaksian kehidupan Kristen mereka" bermaksud untuk "menyelenggarakan urusan-urusan duniawi menurut kehendak Allah dan meresapi dunia dengan semangat Injil". Mereka menerima nasihat-nasihat Injil oleh ikatan-ikatan kudus dan memelihara persekutuan dan persaudaraan di antara mereka sesuai dengan cara hidupnya yang sekular (CIC, can. 713, ?2).
| | 930. | "Pada lembaga-lembaga hidup bakti ditambahkan serikat-serikat hidup kerasulan, yang anggota-anggotanya tanpa kaul religius mengejar tujuan kerasulan yang khas bagi serikat, dan dengan menghayati hidup persaudaraan dalam kebersamaan menurut gaya hidup khas mereka. Di antara serikat-serikat itu terdapat serikat-serikat yang anggota-anggotanya menghayati nasihat-nasihat Injili dengan suatu ikatan yang ditentukan dalam konstitusi" (CIC, can. 731 ? 1 dan 2).
| | 931. | Orang berbakti kepada Allah, yang sudah menjadi milik Allah melalui Pembaptisan, menyerahkan diri seluruhnya kepada Allah, yang ia kasihi di atas segala sesuatu. Dengan demikian ia dibaktikan secara lebih dalam kepada pelayanan Allah dan ditentukan untuk kesejahteraan Gereja. Oleh status pembaktian kepada Allah, Gereja memberi kesaksian tentang Kristus dan menunjukkan bagaimana Roh Kudus bekerja di dalamnya secara mengagumkan. Mereka, yang mengikrarkan nasihat-nasihat Injil, pertama-tama mempunyai tugas supaya hidup sesuai dengan kebaktiannya. Tetapi "justru karena... membaktikan diri kepada pelayanan Gereja dengan pengudusan dirinya itu, [mereka] berkewajiban untuk berkarya secara khusus dalam kegiatan misioner, dengan cara yang khas bagi lembaga mereka sendiri" (CIC, can. 783) Bdk. RM 69.
| | 932. | Di dalam Gereja yang bagaikan Sakramen, artinya tanda dan sarana kehidupan Allah, hidup bakti itu merupakan satu tanda khusus dari misteri penebusan. Mengikuti Kristus secara "lebih dekat lagi" dan mencontohi Dia, mewartakan penghampaan dirinya dengan "lebih jelas", berarti di dalam hati Kristus berada lebih dekat pada orang-orang semasanya. Karena, mereka yang berada di jalan Yang lebih "sempit" ini menyemangati saudara-saudarinya melalui teladannya dan memberi "kesaksian yang cemerlang dan luhur bahwa dunia tidak dapat diubah dan dipersembahkan kepada Allah tanpa semangat Sabda Bahagia" (LG 31).
| << >>
|