Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

964.Tugas Maria terhadap Gereja tidak bisa dipisahkan dari persatuannya dengan Kristus, tetapi langsung berasal darinya. "Adapun persatuan Bunda dengan Puteranya dalam karya penyelamatan itu terungkap sejak saat Kristus dikandung oleh santa Perawan hingga wafat-Nya" (LG 57). Hubungan ini terutama tampak dalam saat sengsara-Nya.
"Demikianlah santa Perawan juga melangkah maju dalam penziarahan iman. Dengan setia ia mempertahankan persatuannya dengan Puteranya hingga di salib, ketika ia - sesuai dengan rencana Allah - berdiri di dekat-Nya. Di situlah ia menanggung penderitaan yang dahsyat bersama dengan Puteranya yang tunggal. Dengan hati keibuannya ia menggabungkan diri dengan kurban-Nya, dan penuh kasih menyetujui persembahan kurban yang dilahirkannya. Dan akhirnya oleh Yesus Kristus itu juga, menjelang wafat-Nya di kayu salib, ia dikaruniakan kepada murid menjadi Bundanya dengan kata-kata ini: Wanita, inilah anakmu (lih. Yoh 19:26-27)" (LG 58).

965.Sesudah anaknya naik ke surga, Maria "menyertai Gereja pada awal mula dengan doa-doanya" (LG 69). Bersama dengan para Rasul dan beberapa wanita, "kita melihat pula Maria memohon anugerah Roh dengan doa-doanya, Roh yang sudah menaunginya di saat ia menerima warta gembira" (LG 59).

966."Akhirnya Perawan tak bernoda, yang tidak pernah terkena oleh segala cemar dosa asal, sesudah menyelesaikan perjalanan hidupnya di dunia, telah diangkat memasuki kemuliaan di surga beserta badan dan jiwanya. Ia telah ditinggikan oleh Tuhan sebagai Ratu alam semesta, supaya secara lebih penuh menyerupai Puteranya, Tuan di atas segala tuan, yang telah mengalahkan dosa dan maut" (LG 59) Bdk. Pengumuman dogma mengenai Maria diangkat ke surga oleh Paus Pius XII, 1950: DS 3903.. Terangkatnya Perawan tersuci adalah satu keikutsertaan yang istimewa pada kebangkitan Puteranya dan satu antisipasi dari kebangkitan warga-warga Kristen yang lain.
"Pada waktu persalinan engkau tetap mempertahankan keperawananmu, pada waktu meninggal, engkau tidak meninggalkan dunia ini, ya Bunda Allah. Engkau telah kembali ke sumber kehidupan, engkau yang telah menerima Allah yang hidup dan yang akan membebaskan jiwa-jiwa kami dari kematian dengan doa-doamu" (Liturgi Bisantin, pada Pesta Kematian Maria 15 Agustus).

967.Karena ia menyetujui secara penuh dan utuh kehendak Bapa, karya penebusan Putera dan setiap dorongan Roh Kudus, maka Perawan Maria adalah contoh iman dan cinta bagi Gereja. Oleh karena itu, ia "adalah anggota Gereja yang maha unggul dan sangat khusus" (LG 53); ia tampil sebagai "citra Gereja" [ecclesiae typus] (LG 63).

968.Tugasnya terhadap Gereja dan seluruh umat manusia masih lebih besar lagi. "Ia secara sungguh istimewa bekerja sama dengan karya Juru Selamat, dengan ketaatannya, iman, pengharapan, serta cinta kasihnya yang berkobar, untuk membaharui hidup adikodrati jiwa-jiwa. Oleh karena itu dalam tata rahmat ia menjadi Bunda kita" (LG 61).

969."Adapun dalam tata rahmat itu peran Maria sebagai Bunda tiada hentinya terus berlangsung, sejak persetujuan yang dengan setia diberikannya pada saat Warta Gembira, dan yang tanpa ragu-ragu dipertahankannya di bawah salib, hingga penyempurnaan kekal semua para terpilih. Sebab sesudah diangkat ke surga, ia tidak meninggalkan peran yang membawa keselamatan itu, melainkan dengan aneka perantaraannya ia terus-menerus memperolehkan bagi kita karunia-karunia yang menghantar kepada keselamatan kekal... Oleh karena itu di dalam Gereja santa Perawan disapa dengan gelar: pengacara, pembantu, penolong, dan perantara" (LG 62).

970."Adapun peran keibuan Maria terhadap umat manusia sedikit pun tidak menyuramkan atau mengurangi pengantaraan Kristus yang tunggal itu, melainkan justru menunjukkan kekuatannya. Sebab segala pengaruh santa Perawan Maria yang menyelamatkan manusia... berasal dari kelimpahan pahala Kristus. Pengaruh itu bertumpu pada pengantaraan-Nya, sama sekali tergantung daripadanya, dan menimba segala kekuatannya daripadanya" (LG 60). "Sebab tiada makhluk satu pun yang pernah dapat disejajarkan dengan Sabda yang menjelma dan Penebus kita. Namun seperti imamat Kristus secara berbeda-beda ikut dihayati oleh para pelayan (imam) maupun oleh umat beriman, dan seperti satu kebaikan Allah dengan cara yang berbeda-beda pula terpancarkan secara nyata dalam makhluk-makhluk, begitu pula satu-satunya pengantaraan Penebus tidak meniadakan, melainkan membangkitkan pada makhluk-makhluk aneka bentuk kerja sama yang berasal dari satu-satunya sumber" (LG 62).

971."Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia" (Luk 1:48). "Penghormatan Gereja untuk Perawan Maria tersuci termasuk dalam inti ibadat Kristen" (MC 56). "Tepatlah bahwa ia dihormati oleh Gereja dengan kebaktian istimewa. Memang sejak zaman kuno santa Perawan dihormati dengan gelar "Bunda Allah"; dan dalam segala bahaya dan kebutuhan mereka umat beriman sambil berdoa mencari perlindungannya... Kebaktian Umat Allah terhadap Maria... meskipun bersifat istimewa, namun secara hakiki berbeda dengan bakti sembah sujud, yang dipersembahkan kepada Sabda yang menjelma seperti juga kepada Bapa dan Roh Kudus, lagi pula sangat mendukungnya" (LG 66). Ia mendapat ungkapannya dalam pesta-pesta liturgi yang dikhususkan untuk Bunda Allah Bdk. SC 103. dan dalam doa marian - seperti doa rosario, yang merupakan "ringkasan seluruh Injil" Bdk. MC 42.

972.Untuk mengakhiri pembicaraan mengenai Gereja, asalnya, perutusannya, dan tujuannya, kita tidak dapat berbuat yang lebih baik, daripada mengarahkan pandangan kepada Maria. Padanya kita dapat merenungkan Gereja dalam misterinya, dalam "penziarahan imannya" dan dalam bentuknya pada akhir perjalanannya di tanah air. Di sana Gereja dinantikan Maria dalam kemuliaan "Tritunggal Mahakudus dan tak terbagi", "dalam persekutuan dengan semua orang kudus" (LG 69). Gereja menghormatinya sebagai Bunda Tuhannya dan sebagai Bundanya sendiri:
"Sementara itu Bunda Yesus telah dimuliakan di surga dengan badan dan jiwanya, dan menjadi citra serta awal Gereja yang harus mencapai kepenuhannya di masa yang akan datang. Begitu pula di dunia ini ia menyinari Umat Allah yang sedang mengembara sebagai tanda harapan yang pasti dan penghiburan, sampai tibalah hari Tuhan" (LG 68).

973.Oleh "fiat", yang Maria ucapkan pada saat "Warta Gembira" dan yang dengannya ia memberi persetujuannya untuk misteri inkarnasi, ia sudah berperan serta dalam karya, yang akan diselesaikan Puteranya. Di mana saja Kristus berada sebagai Penebus dan Kepala Tubuh Mistik, di situ Maria berada sebagai Bunda.

974.Sesudah mengakhiri perjalanan kehidupannya di dunia ini, Perawan Maria tersuci diangkat dengan jiwa dan badan ke dalam kemuliaan surga, di mana ia sudah mengambil bagian dalam kemuliaan kebangkitan Puteranya dan dengan demikian mengantisipasi kebangkitan semua anggota Tubuh-Nya.

975."Kami percaya bahwa Bunda Allah tersuci, Hawa yang baru, Bunda Gereja, melanjutkan di dalam surga keibuannya terhadap anggota-anggota Kristus" (SPF 15).

976.Pengakuan iman apostolik menghubungkan iman akan pengampunan dosa dengan iman kepada Roh Kudus, tetapi juga dengan pengakuan akan Gereja dan persekutuan para kudus. Ketika Kristus mencurahkan Roh Kudus kepada para Rasul, Ia menyerahkan kepada mereka wewenang ilahi untuk mengampuni dosa: "Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada" (Yoh 20:22-23).(Bagian kedua katekismus akan membicarakan secara rinci mengenai pengampunan dosa oleh Pembaptisan, Pengakuan dan Sakramen-Sakramen lain, terutama oleh Ekaristi. Karena itu, di sini kita hanya menunjukkan beberapa kenyataan pokok saja).

977.Tuhan kita telah menghubungkan pengampunan dosa dengan iman dan Pembaptisan: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum" (Mrk 16:15-16). Pembaptisan adalah Sakramen pertama dan terpenting demi pengampunan dosa. Ia menyatukan kita dengan Kristus, yang telah wafat untuk dosa kita dan yang telah dibangkitkan demi pembenaran kita Bdk. Rm 4:25., supaya "kita hidup sebagai manusia yang baru" (Rm 6:4).

978."Kalau kita mengakui iman untuk pertama kalinya dan dibersihkan dalam Pembaptisan suci, diberikanlah kepada kita pengampunan yang begitu berlimpah ruah, sehingga tidak ada satu kesalahan pun - baik yang melekat pada kita oleh turunan, maupun sesuatu yang kita lalaikan atau lakukan dengan kehendak sendiri - yang tidak dihapuskan dan tidak ada siksa yang masih perlu disilih. Namun orang tidak dibebaskan dari semua kelemahan kodrat oleh rahmat Pembaptisan; sebaliknya setiap orang harus berjuang melawan rangsangan hawa nafsu yang tanpa henti-hentinya mengajak kita untuk berbuat dosa" (Catech. R. 1, 11,3).

979.Tetapi siapakah cukup berani dan waspada, sehingga dalam perjuangan dan kecondongan kepada yang jahat sama sekali tidak dilukai oleh dosa? "Karena perlu bahwa di dalam Gereja kuasa untuk pengampunan dosa masih ada dalam cara lain selain Sakramen Pembaptisan, maka dipercayakan kepadanya kunci-kunci Kerajaan surga, yang olehnya setiap orang yang menyesalkan dosa, dapat diampuni dosa-dosanya, sekalipun ia berdosa sampai pada hari terakhir kehidupannya" (Catech. R. 1, 11,4). 1446

980.Oleh Sakramen Pengakuan, orang yang dibaptis dapat diperdamaikan dengan Allah dan dengan Gereja.
"Bapa-bapa suci benar dengan menamakan Sakramen Tobat semacam Pembaptisan dengan susah payah (Gregorius dari Nasiansa, or. 39,17). ... Tetapi Sakramen Pengakuan ini memang perlu bagi mereka yang jatuh sesudah Pembaptisan, seperti Pembaptisan sendiri juga perlu untuk yang belum dilahirkan kembali" (Konsili Trente: DS 1672).

981.Sesudah kebangkitan-Nya Kristus mengutus para Rasul-Nya, untuk "menyampaikan berita tentang pertobatan kepada segala bangsa mulai dari Yerusalern" (Luk 24:47). Karena itu para Rasul dan para penggantinya melaksanakan "pelayanan pendamaian" (2 Kor 5:18): Pada satu pihak mereka mewartakan kepada manusia pengampunan oleh Allah, yang telah diperoleh Kristus bagi kita, dan menghimbau untuk bertobat dan beriman. Pada lain pihak mereka sungguh menyampaikan pengampunan dosa melalui Pembaptisan dan mendamaikan orang dengan Allah dan dengan Gereja berkat kuasa kunci yang diterimanya dari Kristus.
"Gereja telah menerima kunci Kerajaan surga, supaya di dalam dia pengampunan dosa dapat terjadi oleh darah Kristus dan oleh karya Roh Kudus. Di dalam Gereja jiwa yang mati karena dosa hidup lagi, supaya hidup bersama Kristus, yang rahmat-Nya menyelamatkan kita" (Agustinus, serm. 214,11).

982.Tidak ada satu kesalahan, bagaimanapun jahatnya, yang tidak dapat diampuni oleh Gereja kudus. "Tidak mungkin ada seorang manusia, yang begitu jahat dan terbuang, sehingga baginya tidak ada harapan pasti untuk pengampunan, apabila ia benar-benar menyesali kesalahannya" (Catech. R. 1, 11,5). Kristus yang wafat untuk semua manusia mau, bahwa di dalam Gereja-Nya pintu pengampunan selalu terbuka bagi orang yang berbalik dari dosa Bdk. Mat 18:21-22.

983.Katekese harus berusaha membangkitkan dan mempertahankan dalam diri umat beriman, iman kepada anugerah yang tidak ternilai ini, yang telah diberikan oleh Kristus yang bangkit kepada Gereja-Nya: tugas dan kuasa, untuk benar-benar mengampuni dosa-dosa melalui pelayanan para Rasul dan para penggantinya:
"Tuhan menghendaki bahwa murid-murid-Nya memiliki kuasa besar; Ia menghendaki, agar pelayan-pelayan-Nya yang hina itu atas nama-Nya melaksanakan apa saja, yang telah Ia lakukan sewaktu Ia hidup di dunia (Ambrosius, poenit. 1,34).
"Para imam telah menerima kuasa, yang Allah tidak berikan baik kepada para malaikat maupun kepada para malaikat agung... Tuhan mengukuhkan di atas sana segala sesuatu, yang para imam lakukan di atas dunia ini" (Yohanes Krisostomus, sac. 3,5).
"Seandainya di dalam Gereja tidak ada pengampunan dosa, maka tidak ada harapan atas kehidupan abadi dan pembebasan abadi. Berterima kasihlah kita kepada Allah, yang memberikan anugerah yang demikian itu kepada Gereja-Nya" (Agustinus, serm. 213,8).

984.Syahadat menghubungkan "pengampunan dosa" dengan pengakuan iman akan Roh Kudus, karena Kristus yang bangkit menganugerahkan kepada para Rasul kuasa untuk mengampuni dosa, ketika Ia memberikan Roh Kudus kepada mereka.

985.Pembaptisan adalah Sakramen yang pertama dan terpenting demi pengampunan dosa: ia mempersatukan kita dengan Kristus yang telah dan bangkit dan memberi kepada kita roh Kudus.

986.Sesuai dengan kehendak Kristus Gereja memiliki kuasa untuk mengampuni dosa orang-orang yang telah dibaptis. Biasanya Ia melaksanakan kuasa ini dengan perantaraan para Uskup dan imam dalam Sakramen Pengakuan.

987.Dalam pengampunan dosa, para imam dan Sakramen-sakramen seakan-akan hanyalah alat, yang olehnya Kristus Tuhan, pemrakarsa dan pemberi keselamatan yang sebenarnya mengerjakan di dalam kita pengampunan dosa dan rahmat pembenaran" (Catech. R. 1, 11, 6).

<<   >>