KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 978. | "Kalau kita mengakui iman untuk pertama kalinya dan dibersihkan dalam Pembaptisan suci, diberikanlah kepada kita pengampunan yang begitu berlimpah ruah, sehingga tidak ada satu kesalahan pun - baik yang melekat pada kita oleh turunan, maupun sesuatu yang kita lalaikan atau lakukan dengan kehendak sendiri - yang tidak dihapuskan dan tidak ada siksa yang masih perlu disilih. Namun orang tidak dibebaskan dari semua kelemahan kodrat oleh rahmat Pembaptisan; sebaliknya setiap orang harus berjuang melawan rangsangan hawa nafsu yang tanpa henti-hentinya mengajak kita untuk berbuat dosa" (Catech. R. 1, 11,3).
| | 979. | Tetapi siapakah cukup berani dan waspada, sehingga dalam perjuangan dan kecondongan kepada yang jahat sama sekali tidak dilukai oleh dosa? "Karena perlu bahwa di dalam Gereja kuasa untuk pengampunan dosa masih ada dalam cara lain selain Sakramen Pembaptisan, maka dipercayakan kepadanya kunci-kunci Kerajaan surga, yang olehnya setiap orang yang menyesalkan dosa, dapat diampuni dosa-dosanya, sekalipun ia berdosa sampai pada hari terakhir kehidupannya" (Catech. R. 1, 11,4). 1446
| | 980. | Oleh Sakramen Pengakuan, orang yang dibaptis dapat diperdamaikan dengan Allah dan dengan Gereja.
"Bapa-bapa suci benar dengan menamakan Sakramen Tobat semacam Pembaptisan dengan susah payah (Gregorius dari Nasiansa, or. 39,17). ... Tetapi Sakramen Pengakuan ini memang perlu bagi mereka yang jatuh sesudah Pembaptisan, seperti Pembaptisan sendiri juga perlu untuk yang belum dilahirkan kembali" (Konsili Trente: DS 1672).
| | 981. | Sesudah kebangkitan-Nya Kristus mengutus para Rasul-Nya, untuk "menyampaikan berita tentang pertobatan kepada segala bangsa mulai dari Yerusalern" (Luk 24:47). Karena itu para Rasul dan para penggantinya melaksanakan "pelayanan pendamaian" (2 Kor 5:18): Pada satu pihak mereka mewartakan kepada manusia pengampunan oleh Allah, yang telah diperoleh Kristus bagi kita, dan menghimbau untuk bertobat dan beriman. Pada lain pihak mereka sungguh menyampaikan pengampunan dosa melalui Pembaptisan dan mendamaikan orang dengan Allah dan dengan Gereja berkat kuasa kunci yang diterimanya dari Kristus.
"Gereja telah menerima kunci Kerajaan surga, supaya di dalam dia pengampunan dosa dapat terjadi oleh darah Kristus dan oleh karya Roh Kudus. Di dalam Gereja jiwa yang mati karena dosa hidup lagi, supaya hidup bersama Kristus, yang rahmat-Nya menyelamatkan kita" (Agustinus, serm. 214,11).
| | 982. | Tidak ada satu kesalahan, bagaimanapun jahatnya, yang tidak dapat diampuni oleh Gereja kudus. "Tidak mungkin ada seorang manusia, yang begitu jahat dan terbuang, sehingga baginya tidak ada harapan pasti untuk pengampunan, apabila ia benar-benar menyesali kesalahannya" (Catech. R. 1, 11,5). Kristus yang wafat untuk semua manusia mau, bahwa di dalam Gereja-Nya pintu pengampunan selalu terbuka bagi orang yang berbalik dari dosa Bdk. Mat 18:21-22.
| | 983. | Katekese harus berusaha membangkitkan dan mempertahankan dalam diri umat beriman, iman kepada anugerah yang tidak ternilai ini, yang telah diberikan oleh Kristus yang bangkit kepada Gereja-Nya: tugas dan kuasa, untuk benar-benar mengampuni dosa-dosa melalui pelayanan para Rasul dan para penggantinya:
"Tuhan menghendaki bahwa murid-murid-Nya memiliki kuasa besar; Ia menghendaki, agar pelayan-pelayan-Nya yang hina itu atas nama-Nya melaksanakan apa saja, yang telah Ia lakukan sewaktu Ia hidup di dunia (Ambrosius, poenit. 1,34).
"Para imam telah menerima kuasa, yang Allah tidak berikan baik kepada para malaikat maupun kepada para malaikat agung... Tuhan mengukuhkan di atas sana segala sesuatu, yang para imam lakukan di atas dunia ini" (Yohanes Krisostomus, sac. 3,5).
"Seandainya di dalam Gereja tidak ada pengampunan dosa, maka tidak ada harapan atas kehidupan abadi dan pembebasan abadi. Berterima kasihlah kita kepada Allah, yang memberikan anugerah yang demikian itu kepada Gereja-Nya" (Agustinus, serm. 213,8).
| | 984. | Syahadat menghubungkan "pengampunan dosa" dengan pengakuan iman akan Roh Kudus, karena Kristus yang bangkit menganugerahkan kepada para Rasul kuasa untuk mengampuni dosa, ketika Ia memberikan Roh Kudus kepada mereka.
| | 985. | Pembaptisan adalah Sakramen yang pertama dan terpenting demi pengampunan dosa: ia mempersatukan kita dengan Kristus yang telah dan bangkit dan memberi kepada kita roh Kudus.
| | 986. | Sesuai dengan kehendak Kristus Gereja memiliki kuasa untuk mengampuni dosa orang-orang yang telah dibaptis. Biasanya Ia melaksanakan kuasa ini dengan perantaraan para Uskup dan imam dalam Sakramen Pengakuan.
| | 987. | Dalam pengampunan dosa, para imam dan Sakramen-sakramen seakan-akan hanyalah alat, yang olehnya Kristus Tuhan, pemrakarsa dan pemberi keselamatan yang sebenarnya mengerjakan di dalam kita pengampunan dosa dan rahmat pembenaran" (Catech. R. 1, 11, 6).
| | 988. | Syahadat Kristen - pengakuan iman kita akan Bapa, Putera, dan Roh Kudus, serta karya-Nya yang menciptakan, menebus, dan menguduskan - berpuncak pada pewartaan bahwa orang-orang yang mati akan bangkit pada akhir zaman dan bahwa ada kehidupan abadi.
| | 989. | Kita percaya dengan pasti dan berharap dengan penuh kepercayaan: seperti Kristus telah bangkit dengan sesungguhnya dari antara orang mati dan hidup selama-lamanya, demikianlah orang-orang benar, sesudah kematiannya akan hidup untuk selama-lamanya bersama Kristus yang telah bangkit kembali dan Ia akan membangkitkan mereka pada akhir zaman Bdk. Yoh 6:39-40.. Seperti kebangkitan-Nya, demikian pula kebangkitan kita adalah karya Tritunggal Maha kudus.
"Dan jika Roh Dia yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Yesus Kristus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu" (Rm 8:11) Bdk. 1 Tes 4:14; 1 Kor 6:14; 2 Kor 4:14; Flp 3:10-11.
| | 990. | Ungkapan "daging" berarti, manusia dalam kelemahannya dan keadaannya yang fana Bdk. Kej 6:3; Mzm 56:5; Yes 40:6.. "Kebangkitan daging" (sebagaimana bunyi rumusan secara harfiah dalam pengakuan iman apostolik) dengan demikian berarti, bahwa sesudah kematian tidak hanya jiwa kita yang hidup terus, tetapi bahwa "tubuh kita yang fana" ini juga akan hidup kembali (Rm 8:11).
| | 991. | Iman akan kebangkitan orang-orang mati sejak awal merupakan satu bagian hakiki dari iman Kristen. "Kebangkitan orang-orang mati adalah harapan orang Kristen; dalam iman akan kebangkitan itu kami hidup" (Tertulianus, res. 1,1):
"Bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati. Kalau tidak ada kebangkitan orang mati maka Kristus juga tidak dibangkitkan. Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu. ... Tetapi yang benar ialah bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal" (1 Kor 15:12-14.20).
| << >>
|