KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 1115. | Perkataan dan perbuatan Yesus selama hidup-Nya yang tersembunyi dan pelayanan-Nya di muka umum sudah membawa keselamatan. Mereka mendahului daya guna misteri Paska-Nya. Mereka menyatakan dan menyiapkan apa yang akan Ia berikan kepada Gereja, kalau segala sesuatu sudah diselesaikan. Misteri-misteri kehidupan Kristus adalah dasar untuk apa yang sekarang Kristus bagi-bagikan melalui pejabat-pejabat Gereja-Nya dalam Sakramen-sakramen, sebab "apa yang tampak pada Penebus kita, sudah dialihkan ke dalam misteri-misteri-Nya" (Leo Agung, serm. 74,2).
| | 1116. | Sakramen-sakramen adalah "kekuatan-kekuatan" yang datang dari Tubuh Kristus Bdk. Luk 5:17; 6:19; 8:46., yang tetap hidup dan menghidupkan. Mereka adalah tindakan-tindakan Roh Kudus yang bekerja di dalam Tubuh-Nya, Gereja. Mereka adalah "karya-karya agung Allah" dalam perjanjian baru dan kekal.
| | 1117. | Oleh Roh, yang memimpin dia ke "dalam seluruh kebenaran" (Yoh 16:13), Gereja lambat laun mengenal warisan bernilai yang diterimanya dari Kristus dan lebih saksama menentukan "cara penggunaannya", seperti yang ia lakukan sebagai wali misteri-misteri Allah Bdk. Mat 13:52; 1 Kor 4:1. yang setia dalam hubungan dengan kanon Kitab Suci dan ajaran iman. Dengan demikian, dalam peredaran sejarah Gereja mengetahui bahwa di antara perayaan liturgi ada tujuh yang sesungguhnya ditetapkan Tuhan sebagai Sakramen.
| | 1118. | Sakramen-sakramen adalah Sakramen "Gereja" dalam arti ganda, karena mereka ada "melalui dia" dan "untuk dia". Mereka ada "melalui Gereja" karena (Gereja adalah Sakramen karya Kristus, yang bekerja di dalamnya berkat perutusan Roh Kudus. Dan mereka itu "untuk Gereja"; mereka adalah "Sakramen-sakramen, yang olehnya Gereja didirikan" (Agustinus, civ. 22,17) Bdk. Tomas Aqu., s.th. 3,64,2 ad 3., karena mereka memberikan dan membagi-bagikan kepada manusia, terutama dalam Ekaristi, misteri persekutuan dengan Allah, Dia yang adalah cinta kasih, Dia yang esa dalam tiga Pribadi.
| | 1119. | Oleh karena Gereja membentuk bersama Kristus, Kepalanya, "hanya satu pribadi mistik yang tunggal" (Pius XII, Ens. "Mystici Corporis"), maka di dalam Sakramen-sakramen ia bertindak sebagai "persekutuan imani" yang "tersusun secara organis" (LG 11). Oleh Pembaptisan dan Penguatan, umat imami dimungkinkan merayakan liturgi; tetapi beberapa warga beriman ditetapkan melalui Tahbisan suci "untuk menggembalakan Gereja dengan Sabda dan rahmat Allah" (LG 11).
| << >>
|