KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 1135. | Katekese mengenai liturgi menuntut pertama-tama pengertian tentang susunan dasar Sakramen (Bab I). Dalam terang ini menjadi nyatalah sifat baru dari perayaan. Karena itu dalam bab ini dibicarakan tentang perayaan Sakramen-sakramen Gereja. Dijelaskan apa yang - di dalam semua tradisi liturgi yang berbeda-beda - dimiliki bersama oleh ketujuh Sakramen itu. Yang khusus di setiap Sakramen akan dijelaskan kemudian. Katekese dasar mengenai liturgi, Sakramen-sakramen ini menjawab pertanyaan-pertanyaan pertama, yang diajukan kaum beriman dalam hubungan dengan ini :
? Siapa merayakan liturgi?
? Bagaimana ia dirayakan?
? Bilamana ia dirayakan?
? Di mana ia dirayakan?
| | 1136. | Liturgi adalah suatu "kegiatan" dari "Kristus paripurna [Christus totus]" Liturgi surgawi dirayakan mereka, yang sudah berada di seberang dunia tanda-tanda. Di sana liturgi sudah merupakan persekutuan dan pesta dalam cara yang sempurna.
| | 1137. | Wahyu santo Yohanes, yang dibacakan dalam liturgi Gereja, menyatakan pertama-tama: "Sebuah takhta terdiri di surga, dan di takhta itu duduk Seorang (Why 4:2): Allah "Tuhan" (Yes 6:1) Bdk. Yeh 1:26-28.. Lalu santo Yohanes melihat Anak Domba, yang kelihatan seperti "telah disembelih" (Why 5:6) Bdk. Yoh 1:29.; itulah Kristus yang disalib dan bangkit, Imam Agung satu-satunya pada tempat kudus yang benar Bdk. misalnya Ibr 4:14-15; 10:19-21., yang serentak "berkurban dan dikurbankan, mempersembahkan dan dipersembahkan" (Liturgi santo Yohanes Krisostomus, Doa Syukur Agung). Akhirnya tampaklah "sungai air kehidupan, yang... mengalir keluar dari takhta Allah dan takhta anak Domba" (Why 22:1) - salah satu lambang terindah untuk Roh Kudus Bdk. Yoh 4:10-14; Why 21:6.
| << >>
|