Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

1168.Zaman baru kebangkitan menerangi seluruh tahun liturgi dengan Trihari Paska sebagai sumber terangnya. Tahun itu disinari langkah demi langkah oleh liturgi sebelum dan sesudah Trihari Paska. Sesungguhnya itulah "tahun rahmat Tuhan" Bdk. Luk 4:19.. Tata keselamatan berlangsung di dalam waktu, tetapi sejak ia diselesaikan dalam Paska Yesus dan setelah Roh Kudus dicurahkan, akhir sejarah telah hadir sebagai "prarasa", dan Kerajaan Allah masuk ke dalam zaman kita.

1169.Karena itu Hari Raya Paska bukan saja salah satu pesta di antara yang lain, mclainkan "pesta segala pesta", "perayaan segala perayaan", sebagaimana Ekaristi adalah Sakramen segala Sakramen (Sakramen agung). Santo Atanasius menamakan pesta Paska "Minggu agung" (ep. fest. 1), sebagaimana pekan suci di dunia timur dinamakan "pekan agung". Misteri kebangkitan, di mana Kristus mengalahkan kematian, meresapi zaman kita yang lama dengan kekuatannya yang besar, sampai segala sesuatu ditaklukkan kepada Kristus.

1170.Dalam Konsili Nisea (tahun 325) semua Gereja sepakat bahwa Paska Kristen harus dirayakan pada Minggu sesudah bulan purnama pertama di musim semi 114 Nisan]. Perubahan kalender yang dilakukan di Barat dalam tahun 1582 ("kalender Gregorius" sesuai dengan nama Paus Gregorius XIII) menyebabkan pergeseran beberapa hari terhadap kalender di Timur. Gereja-gereja Barat dan Timur sekarang ini mencari satu kesepakatan, supaya mereka dapat merayakan lagi pesta agung kebangkitan Tuhan pada hari yang sama.

1171.Tahun liturgi adalah pengembangan dari berbagai aspek misteri Paska yang satu. Ini berlaku terutama untuk daur pesta-pesta yang diatur di sekitar misteri Inkarnasi (Kabar Gembira, Natal, Epifani) yang memperingati awal keselamatan kita dan menyampaikan kepada kita buah-buah sulung dari misteri Paska.

1172."Dalam merayakan lingkaran tahun misteri-misteri Kristus itu, Gereja suci menghormati Santa Maria Bunda Allah dengan cinta kasih yang istimewa, karena secara tak terceraikan terlibat dalam karya penyelamatan Puteranya. Dalam diri Maria, Gereja mengagumi dan memuliakan buah penebusan yang serba unggul, dan dengan gembira merenungkan apa yang sepenuhnya dicita-citakan dan didambakannya sendiri bagaikan dalam citra yang paling jernih" (SC 103).

1173.Kalau dalam daur tahunan, Gereja merayakan peringatan akan para martir dan para kudus yang lain, maka ia "mewartakan misteri Paska" di dalam mereka, "yang telah menderita dan dimuliakan bersama Kristus. Gereja menyajikan kepada kaum beriman teladan mereka, yang menarik semua orang kepada Bapa melalui Kristus, dan karena pahala-pahala mereka Gereja memohonkan karunia-karunia Allah" (SC 104) Bdk. SC 108 dan 111.

1174.Misteri Kristus - Inkarnasi dan Paska-Nya - kita rayakan di dalam Ekaristi, terutama dalam himpunan pada hari Minggu. Misteri yang sama meresapi dan menyinari jam-jam setiap hari oleh perayaan Ibadat Harian, "ofisi ilahi" Bdk. SC 83-101.. Sambil mengikuti nasihat-nasihat apostolik, agar berdoa tanpa henti-hentinya Bdk. 1 Tes 5:17; Ef 6:18., perayaan ini "disusun sedemikian rupa, sehingga seluruh kurun hari dan malam disucikan dengan pujian kepada Allah" (SC 84). Ia adalah "doa resmi Gereja" (SC 98) di mana kaum beriman (klerus, kaum biara, dan awam) menjalankan imamat rajawi dari orang-orang yang telah dibaptis. Dirayakan dalam bentuk yang sudah disetujui oleh Gereja, Ibadat Harian ini "sungguh merupakan suara sang mempelai sendiri, yang berwawancara dengan Mempelai Pria, bahkan juga doa Kristus beserta Tubuh-Nya kepada Bapa" (SC 84).

1175.Ibadat Harian hendaknya menjadi doa seluruh Umat Allah. Di dalamnya Kristus melanjutkan "tugas imamat itu melalui Gereja-Nya" (SC 83). Setiap orang mengambil bagian dalamnya, sesuai dengan tempatnya di dalam Gereja dan keadaan hidupnya: para imam, yang membaktikan diri untak pelayanan pastoral, karena mereka diajak untuk tekun dalam doa dan dalam pelayanan Sabda Bdk. SC 86; 96; PO 5.; para biarawan-biarawati atas dasar karisma hidup bakti mereka Bdk. SC 98., semua orang beriman sesuai dengan kemungkinan mereka: Karena itu "para gembala jiwa hendaknya berusaha, supaya ibadat-ibadat pokok, terutama Ibadat Sore, pada hari Minggu dan hari-hari raya yang lebih meriah, dirayakan bersama di Gereja. Dianjurkan agar para awam pun mengucapkan Ibadat Harian, entah bersama para imam, entah antar mereka sendiri, atau bahkan secara perorangan" (SC 100).

1176.Merayakan Ibadat Harian menuntut tidak hanya mencocokkan suara dengan hati yang berdoa, tetapi juga "hendaknya mereka mengusahakan pembinaan yang lebih mendalam tentang liturgi dan Kitab Suci, terutama mazmur-mazmur" (SC 90).

1177.Madah dan doa permohonan dari Ibadat Harian memasukkan mazmur di dalam waktu Gereja sekian, sehingga mereka menyatakan arti simbolik dari waktu harian, masa liturgi atau pesta yang dirayakan. Pembacaan Sabda Allah, yang terjadi di tiap-tiap ibadat (dengan susulan responsoria [lagu singkat] atau troparion), dan pada ibadat bacaan pembacaan teks-teks bapa-bapa Gereja dan guru-guru rohani, mengantar lebih jauh ke dalam arti misteri yang dirayakan, membantu mengerti mazmur dan mempersiapkan doa meditasi. Dengan demikian pembacaan Kitab Suci [lectio divina], di mana Sabda Allah dibaca dan direnungkan untuk menjadi doa, berakar dalam perayaan liturgi.

1178.Ibadat Harian yang seakan-akan merupakan kelanjutan perayaan Ekaristi, tidak ingin menyingkirkan berbagai devosi Umat Allah, tetapi menghendakinya sebagai pelengkap, terutama penyembahan dan penghormatan kepada Sakramen maha kudus (Salve).

1179.Ibadat "dalam roh dan kebenaran" (Yoh 4:24) dari Perjanjian Baru tidak terikat hanya pada satu tempat saja. Seluruh dunia adalah suci dan diserahkan kepada anak-anak manusia. Kalau kaum beriman berkumpul di suatu tempat, maka sangat penting bahwa mereka membiarkan diri "dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani" (1 Ptr 2:5). Tubuh Kristus yang telah bangkit adalah bait rohani, dari mana sumber air kehidupan mengalir. Dihubungkan dengan Kristus oleh Roh Kudus, kita sendiri adalah "bait dari Allah yang hidup" (2 Kor 6:16).

1180.Apabila pelaksanaan kebebasan beragama tidak dihalang-halangi Bdk. DH4., warga Kristen membangun gedung-gedung, yang ditentukan untuk ibadat. Gereja-gereja yang kelihatan ini bukanlah tempat berhimpun yang biasa, melainkan melukiskan dan menyaksikan Gereja, yang hidup di tempat ini, tempat tinggal Allah di antara manusia-manusia yang didamaikan dan disatukan dalam Kristus.

1181."Rumah ibadat, tempat Ekaristi suci dirayakan dan disemayamkan, umat beriman berkumpul, serta kehadiran Putera Allah Penyelamat kita, yang dikurbankan di atas altar bagi kita, dihormati dengan sembah sujud demi bantuan serta penghiburan umat beriman, harus rapi teratur dan sungguh cocok untuk upacara-upacara ibadat" (PO 5) Bdk. SC 122-127.. Di "rumah Allah" ini, kebenaran dan keserasian tanda-tanda yang melambangkannya, harus mewartakan Kristus yang hadir dan berkarya di tempat ini Bdk. SC 7.

1182.Altar Perjanjian Baru adalah salib Tuhan Bdk. Ibr 13:10., dari mana Sakramen-sakramen misteri Paska mengalir di atas altar, yang adalah pusat gereja, kurban salib dihadirkan di bawah tanda-tanda sakramental. Kita juga adalah meja Tuhan, ke mana Umat Allah diundang Bdk. IGMR 259.. Dalam beberapa liturgi Timur, altar adalah juga lambang makam (Kristus sungguh telah wafat dan telah bangkit).

1183.Tabernakel harus ditempatkan "di dalam gereja di suatu tempat yang layak dan sangat terhormat" (MF). Bentuk yang agung, tempat dan keamanan tabernakel Ekaristi Bdk. SC 128., haru, mendukung penyembahan Tuhan, yang hadir dengan sesungguhnya dalam Sakramen maha kudus di altar.Krisma kudus [Myron] - pengurapan dengannya adalah tanda pemeteraian sakramental oleh anugerah Roh Kudus - sesuai dengan kebiasaan lama disimpan di suatu tempat yang aman di dalam gereja dan dihormati. Di sana juga dapat disimpan minyak katekumen dan minyak orang sakit.

1184.Takhta [catedra] Uskup atau kursi imam "harus memperlihatkan dengan baik pelayanan, sebagai pemimpin umat dan tugasnya untuk memimpin doa" (IGMR 271).Ambo: "Martabat Sabda Allah menuntut untuk pewartaannya satu tempat khusus di dalam gereja, yang seperti dengan sendirinya menarik perhatian umat beriman dalam upacara sabda" (IGMR 272).

1185.Himpunan Umat Allah dimulai dalam Pembaptisan: Gereja harus mempunyai satu tempat untuk perayaan Pembaptisan [baptisterium] dan melalui bejana air berkat menghidupkan terutama peringatan akan janji-janji Pembaptisan.Pembaharuan kehidupan terbaptis menuntut adanya Pertobatan. Karena itu Gereja harus cocok untuk menyatakan penyesalan dan untuk menerima pengampunan, yang membutuhkan satu tempat yang layak untuk menerima orang yang datang mengakukan dosanya.Gereja juga harus merupakan satu ruangan, yang mengundang untuk merenung dan doa hening, yang memperluas dan memperdalam doa Ekaristi yang agung.

1186.Gereja juga mempunyai arti eskatologis. Untuk masuk ke dalam rumah Allah, orang harus melewati satu ambang. Inilah lambang penyeberangan dari dunia yang sudah dilukai dosa ke dunia kehidupan baru, ke mana semua manusia dipanggil. Gereja yang kelihatan melambangkan rumah Bapa, ke mana Umat Allah sedang menuju dan di mana Bapa "akan menghapus segala air mata dari mata mereka" (Why 21:4). Oleh karena itu, gereja adalah juga rumah yang terbuka lebar dan mengundang semua anak Allah.

1187.Liturgi adalah karya Kristus paripurna, Kepala dan Tubuh. Imam Agung kita merayakannya secara terus-menerus dalam liturgi surgawi, bersama dengan Bunda Allah yang kudus, para Rasul, semua orang kudus dan semua manusia yang telah masuk ke dalam Kerajaan surga.

1188.Dalam suatu perayaan liturgi, seluruh jemaat adalah "selebran", setiap orang sesuai dengan tugasnya. Imamat orang yang dibaptis adalah imamat seluruh Tubuh Kristus. Beberapa orang beriman menerima Sakramen Tahbisan, supaya menghadirkan Kristus sebagai Kepala Tubuh.

1189.Perayaan liturgi mencakup tanda-tanda dan lambang-lambang, yang berkaitan dengan ciptaan (terang, air, api) dengan kehidupan manusia (membasuh, mengurapi, memecahkan roti) dan dengan sejarah keselamatan (ritus Paska). Setelah ditarik masuk ke dalam dunia iman dan setelah dipengaruhi oleh kekuatan Roh Kudus, unsur-unsur kosmis, ritus manusiawi, kegiatan yang mengingatkan kepada Allah ini, menjadi penyalur karya Kristus yang menyelamatkan dan menguduskan.

1190.Upacara Sabda adalah satu bagian hakiki dalam liturgi. Sabda Allah, yang disampaikan dan persetujuan iman yang menjawabnya, menyatakan arti dari perayaan.

1191.Nyanyian dan musik sangat erat hubungannya dengan kegiatan liturgi. Untuk pemanfaatannya secara baik perlu diperhatikan yang berikut ini: doa harus diungkapkan dengan indah; jemaat harus ikut serta sehati sejiwa dan perayaan harus mempunyai sifat sakral.

1192.Gambar-gambar suci di gereja-gereja dan di rumah-rumah kita diperuntukkan supaya membangkitkan iman kita kepada misteri Kristus dan menumbuhkannya. Melalui ikon Kristus dan karya penyelamatan-Nya kita menyembah kepada-Nya sendiri. Dengan gambar-gambar suci Bunda Allah tersuci, para malaikat, dan para kudus kita menghormati pribadi-pribadi yang digambarkan di situ.

1193.Hari Minggu, "hari Tuhan" adalah hari perayaan Ekaristi yang utama, karena ia adalah hari kebangkitan. Ia adalah hari perhimpunan liturgi, hari keluarga Kristen, hari kegembiraan dan hari senggang. Ia adalail "inti dan dasar seluruh tahun liturgi" (SC 106).

1194."Namun selama kurun waktu setahun Gereja memaparkan seluruh misteri Kristus, dari penjelmaan serta kelahiran-Nya hingga kenaikan-Nya sampai hari Pentekosta dan sampai penantian kedatangan Tuhan yang bahagia penuh harapan " (SC 102).

1195.Kalau Gereja duniawi pada hari-hari tertentu tahun liturgi memperingan orang-orang kudus, pada tempat pertama Bunda Allah tersuci, lalu para Rasul, para martir dan orang-orang kudus yang lain, ia menyatakan bahwa ia disatukan dengan liturgi surgawi. Ia memuji Kristus, karena Ia telah mengerjakan keselamatan-Nya di dalam anggota-anggota-Nya yang dimuliakan. Contoh para kudus menguatkan Gereja duniawi itu pada jalan menuju Bapa.

1196.Umat beriman yang merayakan Ibadat Harian menyatukan diri melalut doa mazmur, melalui renungan Sabda Allah, melalui madah dan pemberkatan dengan Kristus, Kepala kita. Dengan demikian mereka menggabungkan diri dengan doa Kristus yang terus-menerus dan yang mencakup seluruh dunia, yang memuliakan Bapa dan yang memohon anugerah Roh Kudus ke atas seluruh dunia.

1197.Kristus adalah bait Allah yang sebenarnya, "tempat, di mana kemuliaan-Nya tinggal". Oleh rahmat Allah, orang-orang Kristen pun menjadi bait Roh Kudus, menjadi batu-batu hidup, yang dengannya Gereja dibangun.

<<   >>