KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 1175. | Ibadat Harian hendaknya menjadi doa seluruh Umat Allah. Di dalamnya Kristus melanjutkan "tugas imamat itu melalui Gereja-Nya" (SC 83). Setiap orang mengambil bagian dalamnya, sesuai dengan tempatnya di dalam Gereja dan keadaan hidupnya: para imam, yang membaktikan diri untak pelayanan pastoral, karena mereka diajak untuk tekun dalam doa dan dalam pelayanan Sabda Bdk. SC 86; 96; PO 5.; para biarawan-biarawati atas dasar karisma hidup bakti mereka Bdk. SC 98., semua orang beriman sesuai dengan kemungkinan mereka: Karena itu "para gembala jiwa hendaknya berusaha, supaya ibadat-ibadat pokok, terutama Ibadat Sore, pada hari Minggu dan hari-hari raya yang lebih meriah, dirayakan bersama di Gereja. Dianjurkan agar para awam pun mengucapkan Ibadat Harian, entah bersama para imam, entah antar mereka sendiri, atau bahkan secara perorangan" (SC 100).
| | 1176. | Merayakan Ibadat Harian menuntut tidak hanya mencocokkan suara dengan hati yang berdoa, tetapi juga "hendaknya mereka mengusahakan pembinaan yang lebih mendalam tentang liturgi dan Kitab Suci, terutama mazmur-mazmur" (SC 90).
| | 1177. | Madah dan doa permohonan dari Ibadat Harian memasukkan mazmur di dalam waktu Gereja sekian, sehingga mereka menyatakan arti simbolik dari waktu harian, masa liturgi atau pesta yang dirayakan. Pembacaan Sabda Allah, yang terjadi di tiap-tiap ibadat (dengan susulan responsoria [lagu singkat] atau troparion), dan pada ibadat bacaan pembacaan teks-teks bapa-bapa Gereja dan guru-guru rohani, mengantar lebih jauh ke dalam arti misteri yang dirayakan, membantu mengerti mazmur dan mempersiapkan doa meditasi. Dengan demikian pembacaan Kitab Suci [lectio divina], di mana Sabda Allah dibaca dan direnungkan untuk menjadi doa, berakar dalam perayaan liturgi.
| << >>
|