Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

1189.Perayaan liturgi mencakup tanda-tanda dan lambang-lambang, yang berkaitan dengan ciptaan (terang, air, api) dengan kehidupan manusia (membasuh, mengurapi, memecahkan roti) dan dengan sejarah keselamatan (ritus Paska). Setelah ditarik masuk ke dalam dunia iman dan setelah dipengaruhi oleh kekuatan Roh Kudus, unsur-unsur kosmis, ritus manusiawi, kegiatan yang mengingatkan kepada Allah ini, menjadi penyalur karya Kristus yang menyelamatkan dan menguduskan.

1190.Upacara Sabda adalah satu bagian hakiki dalam liturgi. Sabda Allah, yang disampaikan dan persetujuan iman yang menjawabnya, menyatakan arti dari perayaan.

1191.Nyanyian dan musik sangat erat hubungannya dengan kegiatan liturgi. Untuk pemanfaatannya secara baik perlu diperhatikan yang berikut ini: doa harus diungkapkan dengan indah; jemaat harus ikut serta sehati sejiwa dan perayaan harus mempunyai sifat sakral.

1192.Gambar-gambar suci di gereja-gereja dan di rumah-rumah kita diperuntukkan supaya membangkitkan iman kita kepada misteri Kristus dan menumbuhkannya. Melalui ikon Kristus dan karya penyelamatan-Nya kita menyembah kepada-Nya sendiri. Dengan gambar-gambar suci Bunda Allah tersuci, para malaikat, dan para kudus kita menghormati pribadi-pribadi yang digambarkan di situ.

1193.Hari Minggu, "hari Tuhan" adalah hari perayaan Ekaristi yang utama, karena ia adalah hari kebangkitan. Ia adalah hari perhimpunan liturgi, hari keluarga Kristen, hari kegembiraan dan hari senggang. Ia adalail "inti dan dasar seluruh tahun liturgi" (SC 106).

1194."Namun selama kurun waktu setahun Gereja memaparkan seluruh misteri Kristus, dari penjelmaan serta kelahiran-Nya hingga kenaikan-Nya sampai hari Pentekosta dan sampai penantian kedatangan Tuhan yang bahagia penuh harapan " (SC 102).

1195.Kalau Gereja duniawi pada hari-hari tertentu tahun liturgi memperingan orang-orang kudus, pada tempat pertama Bunda Allah tersuci, lalu para Rasul, para martir dan orang-orang kudus yang lain, ia menyatakan bahwa ia disatukan dengan liturgi surgawi. Ia memuji Kristus, karena Ia telah mengerjakan keselamatan-Nya di dalam anggota-anggota-Nya yang dimuliakan. Contoh para kudus menguatkan Gereja duniawi itu pada jalan menuju Bapa.

1196.Umat beriman yang merayakan Ibadat Harian menyatukan diri melalut doa mazmur, melalui renungan Sabda Allah, melalui madah dan pemberkatan dengan Kristus, Kepala kita. Dengan demikian mereka menggabungkan diri dengan doa Kristus yang terus-menerus dan yang mencakup seluruh dunia, yang memuliakan Bapa dan yang memohon anugerah Roh Kudus ke atas seluruh dunia.

1197.Kristus adalah bait Allah yang sebenarnya, "tempat, di mana kemuliaan-Nya tinggal". Oleh rahmat Allah, orang-orang Kristen pun menjadi bait Roh Kudus, menjadi batu-batu hidup, yang dengannya Gereja dibangun.

1198.Dalam keberadaannya di dunia, Gereja membutuhkan tempat-tempat, di mana jemaat dapat berkumpul: gereja-gereja kita yang kelihatan, tempat-tempat kudus, gambaran kota suci, Yerusalem surgawi, yang kita songsong dalam penziarahan kita.

1199.Di dalam gereja-gereja ini Gereja melaksanakan upacara ibadat secara resmi demi penghormatan kepada Tritunggal Mahakudus, mendengarkan Sabda Allah dan menyanyikan madah pujian, melambunggkan doanya dan membawa kurban Kristus, yang hadir di tengah jemaat secara sakramental. Gereja-gereja ini adalah juga tempat renungan batin dan doa pribadi.

1200.Mulai dari jemaat perdana di Yerusalem sampai kepada kedatangan Kristus kembali, Gereja-gereja Allah yang Setia kepada iman apostolik, merayakan di mana-mana misteri Paska yang sama. Misteri yang dirayakan dalam liturgi, tetap satu saja; hanya bentuk perayaannya yang berlainan.

1201.Misteri Kristus itu kaya tak terbatas, sehingga tidak ada satu liturgi yang dapat menyatakannya secara sempurna dan penuh. Sejarah pertumbuhan dan perkembangan ritus-ritus memberi kesaksian mengenai keanekaragaman yang mengherankan dan saling melengkapi. Selama Gereja-gereja yang mempraktikkan tradisi-tradisi liturgi yang berbeda ini, hidup dalam persekutuan iman dan Sakramen-sakramen iman, mereka saling memperkaya dan menjadi lebih kuat dalam kesetiaan kepada tradisi dan kepada perutusan bersama seluruh Gereja Bdk. EN 63-64.

1202.Tradisi liturgi yang berbeda-beda tumbuh dari perutusan Gereja. Gereja-gereja yang berasal dari wilayah geografis dan kebudayaan yang satu dan sama, secara perlahan-lahan mulai merayakan misteri Kristus dalam bentuk perwujudan yang khusus dan sesuai dengan kebudayaan tertentu. Perbedaan bentuk terdapat dalam gaya dan cara penyampaian ajaran iman Bdk. 2 Tim 1:14., dalam lambang liturgi, dalam struktur persekutuan persaudaraan, dalam pemahaman teologis mengenai misteri dan dalam bentuk kekudusan. Dengan demikian melalui kehidupan liturgi satu Gereja tertentu, Kristus, Terang dan Keselamatan semua bangsa, disampaikan kepada bangsa dan kebudayaan, kepada siapa Gereja ini diutus dan di dalam siapa ia berakar. Gereja mencakup segala sesuatu: ia dapat memurnikan segala kekayaan kebudayaan yang benar dan dengan demikian mengintegrasikannya ke dalam kesatuannya sendiri Bdk. LG 23; UR 4.

1203.Tradisi-tradisi liturgi atau ritus-ritus yang dewasa ini digunakan di dalam Gereja, adalah ritus Latin (terutama ritus Roma, tetapi juga ritus Gereja lokal tertentu seperti ritus Ambrosius atau ritus ordo tertentu), ritus Bisantin, ritus Aleksandria atau Koptis, ritus Siria, Armenia, Maronit dan Kaidea. "Akhirnya, setia mengikuti tradisi, Konsili suci menyatakan pandangan Bunda Gereja yang kudus, bahwa semua ritus yang diakui secara sah mempunyai hak dan martabat yang sama. Gereja menghendaki agar ritus-ritus itu di masa mendatang dilestarikan dan dikembangkan dengan segala upaya" (SC 4).

1204.Perayaan liturgi harus sesuai dengan jiwa dan kebudayaan bangsa yang berbeda-beda Bdk. SC 37-40.. Supaya misteri Kristus diwartakan kepada semua bangsa, "untuk membimbing mereka kepada ketaatan iman" (Rm 16:26), haruslah ia diwartakan, dirayakan dan dihidupkan dalam semua kebudayaan. Sementara itu kebudayaan tidak dihapus oleh misteri, tetapi dibebaskan dan disempurnakan Bdk. CT 53.. Oleh kebudayaan manusiawi yang mereka miliki yang diterima dan diubah Kristus, anak-anak Allah dapat masuk kepada Bapa dan memuliakan Dia dalam satu Roh.

1205."Penyesuaian harus memperhatikan kenyataan bahwa di dalam liturgi, dan terutama dalam liturgi Sakramen-sakramen, terdapat satu bagian yang tidak berubah, karena ia berasal dari Allah, sehingga Gereja harus melindunginya. Di samping itu ada bagian-bagian yang dapat diubah dan kadang-kadang harus disesuaikan Gereja dengan kebudayaan bangsa-bangsa yang baru menerima Injil Bdk. SC 21." (Yohanes Paulus II, Sur. Ap. "Vicesimus quintus annus" 16).

1206."Keanekaragaman liturgi dapat memperkaya, tetapi dapat juga menimbulkan ketegangan, salah paham, dan malahan perpecahan. Memang perbedaan dalam bidang ini tidak boleh merugikan kesatuan. Ia hanya dapat mengungkapkan diri sambil memegang teguh iman bersama, tanda-tanda sakramental yang Gereja telah terima dari Kristus, dan persekutuan hierarki. Penyesuaian kepada kebudayaan menuntut pertobatan hati dan, kalau perlu, kerelaan melepaskan kebiasaan-kebiasaan lama yang tidak dapat disatupadukan dengan iman Katolik" (ibid.).

<<   >>