Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

1207.Sungguh tepat bahwa perayaan liturgi mencari jalan untuk mengungkapkan diri dengan bantuan kebudayaan bangsa, di mana Gereja berada, tanpa menggantungkan diri kepadanya. Tetapi liturgi sendiri juga mampu menghasilkan dan membentuk kebudayaan.

1208.Tradisi liturgi yang berbeda-beda tetapi yang diakui secara resmi, memberi kesaksian mengenai katolisitas Gereja karena melalui tanda mereka menyatakan misteri Kristus yang satu dan sama dan menyampaikannya.

1209.Kriterium yang menjamin kesatuan dalam keanekaragaman tradisi-tradisi liturgi, adalah kesetiaan kepada tradisi apostolik, artinya kepada persekutuan dalam iman dan dalam Sakramen-sakramen, yang Gereja terima dari para Rasul. Persekutuan ini nyata dalam suksesi apostolik dan dijamin olehnya.

1210.Sakramen-sakramen Perjanjian Baru ditetapkan oleh Kristus. Ada tujuh Sakramen: Pembaptisan, Penguatan, Ekaristi, Pengakuan, Urapan Orang Sakit, Tahbisan, dan Perkawinan. Ketujuh Sakramen ini mencakup semua tahap dan saat-saat penting kehidupan seorang Kristen: mereka memberikan kelahiran dan pertumbuhan, penyembuhan dan perutusan kepada iman orang Kristen. Jadi, ada semacam keserupaan antara tahap kehidupan kodrati dan tahap kehidupan rohani Bdk. Tomas Aqu., s.th. 3,65,1.

1211.Sesuai dengan analogi ini akan dibicarakan pertama-tama tiga Sakramen inisiasi Kristen (Bab I), lalu sakraman penyembuhan (Bab II) dan akhirnya Sakramen-sakramen yang diperuntukkan bagi persekutuan dan perutusan umat beriman (Bab III). Urutan ini bukan kemungkinan satu-satunya, melainkan memperlihatkan bahwa Sakramen-sakramen ini membentuk satu keseluruhan organis, di mana setiap Sakramen mendapat tempatnya yang penting bagi kehidupan. Di dalam organisme ini Ekaristi sebagai "Sakramen segala Sakramen" mendapat tempat khusus: "Semua Sakramen yang lain diarahkan kepadanya sebagai tujuannya" (Tomas Aqu., s.th. 3,65,3).

1212.Sakramen-sakramen inisiasi Kristen - Pembaptisan, Penguatan, dan Ekaristi - meletakkan dasar-dasar kehidupan Kristen. "Dianugerahi oleh rahmat Kristus, manusia diberi bagian dalam kodrat ilahi. Dalam hal ini terdapat keserupaan tertentu dengan jadinya, bertumbuhnya, dan dikuatkannya kehidupan kodrati itu. Dilahirkan kembali dalam Pembaptisan, umat beriman diteguhkan oleh Sakramen Penguatan dan dikuatkan oleh roti kehidupan abadi dalam Ekaristi. Jadi, oleh Sakramen-sakramen inisiasi mereka dibawa masuk semakin jauh ke dalam kehidupan Allah dan semakin mendekati cinta yang sempurna" (Paulus VI, Ap. Konst. "Divinae consortium naturae") Bdk. OICA praenotanda 1-2.

1213.Pembaptisan suci adalah dasar seluruh kehidupan Kristen, pintu masuk menuju kehidupan dalam roh [vitae spiritualis ianua] dan menuju Sakramen-sakramen yang lain. Oleh Pembaptisan kita dibebaskan dari dosa dan dilahirkan kembali sebagai putera-puteri Allah; kita menjadi anggota-anggota Kristus, dimasukkan ke dalam Gereja dan ikut serta dalam perutusannya Bdk. Konsili Firense: DS 1314; CIC, cann. 204 ?1; 849; CCEO, can. 675 ?1.: "Pembaptisan adalah Sakramen kelahiran kembali oleh air dalam Sabda" (Catech. R. 2,2,5).

1214.Orang menamakannya Pembaptisan sesuai dengan inti ritusnya: membaptis [bahasa Yunani "baptizein"] berarti "mencelup". Pencelupan ke dalam air melambangkan dimakamkannya katekumen ke dalam kematian Kristus, dari mana ia keluar melalui kebangkitan bersama Dia Bdk. Rm. 6:3-4; Kol 2:12. sebagai "ciptaan baru" (2 Kor 5:17; Gal 6:15).

1215.Sakramen ini juga dinamakan "permandian kelahiran kembali dan pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus" (Tit 3:5), karena menandakan dan melaksanakan kelahiran dari air dan dari Roh, yang dibutuhkan setiap orang untuk "dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah" (Yoh 3: 5).

1216."Pembaptisan ini dinamakan penerangan, karena siapa yang menerima pelajaran [katekese] ini, diterangi oleh Roh" (Yustinus, apol. 1,61,12). Karena di dalam Pembaptisan ia telah menerima Sabda, "terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang" (Yoh 1:9), maka orang yang dibaptis itu, setelah "menerima terang" (Ibr 10:32) menjadi putera "terang" (1 Tes 5:5), ya malah menjadi "terang" itu sendiri (Ef 5:8).
"Pembaptisan adalah anugerah Allah yang paling indah dan paling mulia.... Kita menamakannya anugerah, rahmat, pengurapan, penerangan, busana kebakaan, permandian kelahiran kembali, meterai, dan menurut apa saja yang sangat bernilai. Anugerah, karena ia diberikan kepada mereka. yang tidak membawa apa-apa; rahmat, karena ia malah diberikan kepada orang yang bersalah; pembaptisan, karena dosa dikuburkan di dalam air; pengurapan, karena ia adalah kudus dan rajawi (seperti orang yang diurapi); penerangan, karena ia adalah terang yang bersinar; busana, karena ia menutupi noda-noda kita; permandian, karena ia membersihkan; meterai, karena ia melindungi kita dan merupakan tanda kekuasaan Allah" (Gregorius dari Nasiansa, or. 40, 3-4).

1217.Waktu pemberkatan air pembaptisan dalam liturgi Malam Paska, Gereja memperingati secara meriah peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah keselamatan yang sudah menunjuk kepada misteri pembaptisan:
"Allah, kekuasaan-Mu yang tidak kelihatan mengerjakan keselamatan umat manusia oleh tanda yang kelihatan. Dengan aneka ragam cara Engkau telah memilih air, supaya ia menunjuk kepada rahasia Pembaptisan" (MR, Malam Paska 42: Pemberkatan air pembaptisan).

1218.Sejak awal dunia, air - makhluk yang sederhana, tetapi mengagumkan ini - adalah sumber kehidupan dan kesuburan. Menurut Kitab Suci ia seakan-akan dinaungi oleh Ron Kudus Bdk. Kej 1:2.:
"Sudah sejak awal ciptaan Roh melayang-layang di atas air dan memberi kekutan kepadanya, supaya menyelamatkan dan menguduskan" (MR, Malam Paska 42: Pemberkatan air pembaptisan).

1219.Gereja memandang bahtera Nuh sebagai pratanda keselamatan oleh Pembaptisan. Di dalam bahtera Nuh hanya "sedikit yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu" (1 Ptr 3:20):
"Malahan air bah adalah tanda Pembaptisan, karena air membawa keruntuhan bagi dosa dan satu awal baru untuk kehidupan kudus" (MR, Malam Paska 42: Pemberkatan air pembaptisan).

1220.Air dari mata air adalah- lambang kehidupan, air laut lambang kematian. Oleh karena itu, air juga dapat menunjuk kepada misteri salib. Atas dasar lambang ini lalu Pembaptisan merupakan satu keikutsertaan di dalam kematian Kristus.

1221.Terutama penyeberangan melalui Laut Merah - pembebasan Israel yang sebenarnya dari perhambaan Mesir - menyatakan pembebasan yang dilaksanakan oleh Pembaptisan:
"Ketika anak-anak Abraham, setelah dibebaskan dari perhambaan Firaun, melewati Laut Merah dengan kaki kering, mereka adalah pratanda bagi umat beriman, yang oleh air pembaptisan dibebaskan dari perhambaan yang jahat" (MR. Malam Paska 42: Pemberkatan air pembaptisan).

1222.Akhirnya pratanda Pembaptisan juga adalah penyeberangan sungai Yordan, yang olehnya Umat Allah menerima hadiah tanah, yang dijanjikan kepada keturunan Abraham - satu pratanda kehidupan abadi. Janji akan warisan yang membahagiakan ini terpenuhi dalam Perjanjian Baru.

1223.Semua pratanda Perjanjian Lama mendapatkan penyempurnaannya di dalam Yesus Kristus. Ia memulai kehidupan-Nya di depan umum sesudah Pembaptisan-Nya di sungai Yordan Bdk. Mat 3:13 par.. Setelah kebangkitan-Nya Ia memberi perutusan kepada para Rasul: "Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu" (Mat 28:19-20) Bdk. Mrk 16:15-16.

1224.Untuk "menggenapkan seluruh kehendak Allah" (Mat 3:15) Tuhan kita telah menerima dengan sukarela pembaptisan oleh Yohanes, yang ditentukan untuk para pendosa. Dalam tindakan ini terlihatlah "pengosongan diri" Yesus Bdk. Flp 2:7.. Roh, yang melayang-layang di atas air penciptaan pertama, turun ke atas Kristus, untuk menunjukkan penciptaan baru, dan Bapa memberi kesaksian tentang Yesus sebagai "Putera-Nya yang kekasih" (Mat 3:17).

<<   >>