KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 1480. | Seperti semua Sakramen, Pengakuan adalah satu kegiatan liturgi. Perayaannya biasanya terdiri dari: salam dan berkat imam; pembacaan Sabda Allah untuk menerangi hati nurani dan membangkitkan penyesalan; ajakan untuk menyesal; pengakuan dosa secara perorangan di depan imam; penyampaian dan penerimaan penitensi; pengampunan [absolusi] oleh imam; pujian sebagai tanda terima kasih dan pengutusan dengan berkat imam.
| | 1481. | Liturgi Bisantin mengenal beberapa rumus absolusi dalam bentuk doa permohonan yang begitu bagus menyatakan misteri pengampunan, di antaranya yang berikut ini: "Allah telah mengampuni Daud melalui nabi Natan, setelah ia mengakukan dosanya, dan Petrus, setelah ia menangisi dengan sangat dosa-dosanya, dan pelacur, ketika ia mencurahkan air matanya di atas kaki-Nya, dan juga orang farisi, dan anak yang hilang. Semoga Allah yang sama itu mengampuni Anda melalui aku, orang berdosa ini, di dalam hidup ini dan hidup yang lain dan semoga Ia menghadirkan Anda di depan pengadilan-Nya yang menakutkan, tanpa mengadili Anda. Terpujilah Dia selama-lamanya. Amin".
| | 1482. | Sakramen Pengakuan dapat juga diadakan dalam satu upacara bersama, di mana orang mempersiapkan diri secara bersama untuk Pengakuan, dan secara bersama pula menyampaikan terima kasih untuk pengampunan yang diterima. Dalam upacara demikian pengakuan dosa secara perorangan dan absolusi pribadi disisipkan ke dalam upacara Sabda dengan bacaan dan homili, pemeriksaan batin, permohonan pengampunan, doa Bapa Kami dan ucapan terima kasih bersama. Upacara bersama semacam ini menyatakan dengan lebih jelas sifat gerejani dari Pengakuan. Bagaimanapun ia dirayakan, Sakramen Pengakuan sesuai dengan kodratnya merupakan kegiatan liturgi dan dengan demikian kegiatan gerejani dan publik Bdk. SC 26-27.
| << >>
|