Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

1682.Dengan kematian, akhir kehidupan sakramental, mulailah untuk warga Kristen penyempurnaan kelahiran kembali yang telah dimulai waktu Pernbaptis., - "keserupaan secara definitif dengan citra Putera" berkat urapan oleh Roh Kti(It - dan keikutsertaan pada perjamuan pesta Kerajaan surga yang diantisipasi dahi Ekaristi. Dan itu pun berlakujuga, apabila ia masih memerlukan penyucian lanjw supaya dapat mengenakan pakaian perkawinan.

1683.Gereja, sebagai ibu yang secara sakramental melahirkan warga Kristen dalam penziarahannya di dunia ini, menyertai dia pada akhir perjalanannya, untuk "menyerahkan dia ke dalam tangan Bapa". Di dalam Kristus ia menyerahkan anak rahmat-Nya ini kepada Bapa dan dengan penuh harapan menaburkan di bumi benih tubuh, yang akan bangkit dalam kemuliaan. Bdk. 1 Kor 15:42-44. Persembahan ini dirayakan dengan cara yang paling sempurna dalam kurban Ekaristi; pemberkatan yang mendahului dan yang menyusul adalah sakramentali.

1684.Pemakaman Kristen tidak memberi Sakramen ataupun sakramentali kepada orang yang mati karena ia berada di luar tata rahmat sakramental. Namun demikian perayaan itu adalah upacara liturgi Gereja Bdk. SC 81-82. - 3Bdk. SC 81.. Pelayanan Gereja di satu pihak hendak menyatakan persekutuan yang aktif dengan orang yang mati; di lain pihak ia juga mengundang jemaat yang berhimpun untuk pemakaman itu supaya mengambil bagian dalam upacara ini dan mengumumkan kepadanya kehidupan abadi.

1685.Ritus pemakaman yang berbeda-beda menyatakan ciri Paska kematian Kristen sesuai dengan keadaan dan tradisi tiap wilayah, juga menyangkut warna liturgi. Bdk. SC 81.

1686.Ordo exsequiarum (OEx) liturgi Roma menyebut tiga bentuk upacara pemakaman yang sesuai dengan tiga tempat di mana itu dilakukan: rumah, gereja, dan tempat pemakaman. Ritus itu juga harus disesuaikan dengan bobot yang diberi kepadanya oleh keluarga, kebiasaan setempat, kebudayaan, dan kesalehan populer. Jalannya upacara untuk semua tradisi liturgi dan mencakup empat unsur pokok:

1687.Salam untuk jemaat. Salam imam membuka upacara. Sanak keluarga dari orang yang mati mendapat salam berupa perkataan "hiburan" [dalam arti Perjanjian Baru: kekuatan Roh Kudus dalam harapan]. Bdk. 1 Tes 4:18. Jemaat yang berkumpul dan berdoa juga mengharapkan "kata-kata hidup abadi". Kematian seorang anggota jemaat (atau hari ulang tahun kematian ataupun hari ketujuh dan keempat puluh sesudah kematian) merupakan kesempatan untuk mengarahkan pandangan melewati cakrawala dunia ini. Ia harus mengantarkan umat beriman kepada pengertian yang benar dalam iman akan Kristus yang telah bangkit.

<<   >>