Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

1688.Ibadat Sabda. Perayaan upacara Sabda waktu pemakaman memerlukan satu persiapan yang saksama, karena mungkin ada juga umat beriman hadir, yang kadang sekali mengikuti liturgi, demikian juga sahabat yang bukan Katolik dari orang yang mati. Terutama homili harus menjauhkan "gaya sastra pidato perpisahan waktu pemakaman" (OEx 41) dan menjelaskan misteri kematian Kristen dalam terang Kristus yang telah bangkit.

1689.Kurban Ekaristi. Kalau perayaan itu dilakukan di gereja, maka Ekaristi adalah pusat kenyataan Paska kematian Kristen. Bdk. OEx 1. Di dalamnya Gereja menyatakan persekutuannya yang berdaya guna dengan orang yang mati: ia mempersembahkan kepada Bapa dalam Roh Kudus kurban kematian dan kebangkitan Kristus dan memohon kepada-Nya, supaya membersihkan anak-Nya dari dosa-dosanya dan dari akibat-akibatnya dan menerimanya di dalam kepenuhan Paska perjamuan perkawinan surgawi. Bdk. OEx 57. Melalui Ekaristi yang dirayakan atas cara ini, jemaat beriman, terutama keluarga dari orang yang mati, belajar hidup dalam persekutuan dengan dia yang "telah meninggal dalam Tuhan", dengan menerima Tubuh Kristus, dalamnya ia adalah anggota hidup, dan berdoa untuk dia dan bersama dia.

1690.Perpisahan dengan orang yang mati dalamnya Gereja "menyerahkannya kepada Allah". Perpisahan adalah "salam terakhir dari jemaat Kristen kepada seorang anggotanya, sebelum jenazahnya diusung ke makam" (OEx 10). Tradisi Bisantin menyatakan hal ini dalam kecup perpisahan kepada orang yang mati:
Dalam salam terakhir ini "orang menyanyi, karena ia telah berpisah dan berangkat dari kehidupan ini, tetapi juga, karena ada satu persekutuan dan satu penyatuan kembali. Oleh kematian kita sama sekali tidak dipisahkan satu dari yang lain, karena kita semua berjalan di jalan yang sama dan kita akan bertemu kembali di tempat yang sama. Kita tidak pernah akan dipisahkan satu dari yang lain, karena kita hidup untuk Kristus dan sekarang telah bersatu dengan Kristus; kita pergi kepada-Nya.... Kita semua akan bersatu lagi satu dengan yang lain di dalam Kristus" (Simeon dari Tesalonika, sep.).

1691."Hai orang Kristen, kenalilah martabatmu! Engkau sudah ikut mengambil bagian dalam kodrat ilahi, jangan kembali kepada kemalanganmu yang lama, dan janganlah hidup di bawah martabatmu. Ingatlah akan Kepala dan Tubuh, yang engkau menjadi anggotanya. Ingatlah bahwa engkau sudah diluputkan dari kuasa kegelapan dan telah diterima dalam terang dan Kerajaan Allah" (Leo Agung, serm. 21, 2-3).

1692.Pengakuan iman mengatakan betapa besar anugerah-anugerah yang Allah karuniakan kepada manusia dalam karya penciptaan-Nya dan lebih lagi dalam karya penebusan dan pengudusan. Yang diakui iman, disampaikan Sakramen-sakramen. Oleh Sakramen kelahiran lembali, warga Kristen telah menjadi "anak-anak Allah" (Yoh 1:12; 1 Yoh 3:1) dan telah "mengambil bagian dalam kodrat ilahi" (2 Ptr 1:4). Sambil melihat dalan iman martabatnya yang baru, orang Kristen harus mulai hidup sedemikian rupa, sehingga "sesuai dengan injil Kristus" (Flp 1:27). Untuk itu mereka disanggupkan oleh rahmat Kristus dan anugerah-anugerah Roh-Nya yang mereka terima melalui Sakramen-sakramen dan melalui doa.

1693.Yesus Kristus lalu melakukan apa yang berkenan kepada Bapa Bdk. Yoh 8:29.. Ia hidup dalam persekutuan sempurna dengan Dia. Juga murid-murid-Nya dipanggil untuk hidup di depan hadirat Bapa, "yang juga melihat yang tersembunyi" (Mat 6:6), supaya mereka "menjadi sempurna, sebagaimana Bapa surgawi sempurna adalah sempurna adanya"Bdk. Mat 5:47.

<<   >>