Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

1981.Hukum Musa mencakup kebenaran-kebenaran yang dari kodratnya dapat ditangkap akal budi. Allah telah mewahyukannya karena manusia tidak mengenalnya di dalam hatinya.

1982.Hukum lama adalah suatu persiapan untuk Injil.

1983.Hukum baru adalah rahmat Roh Kudus yang diterima melalui iman kepada Kristus dan yang bekerja di dalam kasih. la mendapat perwujudannya terutama dalam khotbah Tuhan di bukit dan membagi-bagikan rahmat kepada kita dengan bantuan Sakramen-sakramen.

1984.Hukum Injil memenuhi, melebihi, dan menyempurnakan hukum lama. Janji-janjinya dipenuhi oleh sabda bahagia Kerajaan surga, dan perintah-perintahnya melalui pembaharuan hati, asal segala tindakan.

1985.Hukum baru adalah hukum kasih, rahmat dan kebebasan.

1986.Di samping perintah-perintah, hukum baru mencakup nasihat-nasihat Injil. "Kesucian Gereja secara istimewa dipupuk pula dengan aneka macam nasihat, yang disampaikan oleh Tuhan dalam Injil kepada murid-murid-Nya untuk dilaksanakan" (LG 42).

1987.Rahmat Roh Kudus mempunyai kekuatan untuk membenarkan kita, artinya untuk membersihkan kita dari dosa dan untuk memberikan kepada kita "kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus" (Rm 3:22) dan karena Pembaptisan Bdk. Rm 6:3-4.:
"Jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia. Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maul tidak berkuasa lagi atas Dia. Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah. Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus" (Rm 6:8-11).

1988.Dalam kuasa Roh Kudus kita mengambil bagian dalam sengsara dan kebangkitan Kristus dengan kita mati terhadap dosa, dan dilahirkan ke dalam hidup baru. Karena kita adalah anggota-anggota Tubuh-Nya, yaitu Gereja Bdk. 1 Kor 12., dan ranting - ranting yang tinggal pada pokok anggur, yaitu Ia sendiri Bdk. Yoh 15:1-4.
"Oleh Roh kita mengambil bagian dalam Allah. Oleh karena kita mengambil bagian dalam Roh, maka kita mengambil bagian dalam kodrat ilahi ... Karena itu mereka di dalam siapa Roh tinggal, telah diilahikan" (Atanasius, ep. Serap. 1,24).

1989.Karya pertama rahmat Roh Kudus adalah pertobatan yang menghasilkan pembenaran, sebagaimana Yesus telah nyatakan pada awal Injil-Nya. "Bertobatlah, Sebab Kerajaan surga sudah dekat" (Mat 4:17). Manusia digerakkan oleh rahmat supaya mengarahkan diri kepada Allah dan menjauhkan diri dari dosa. Dengan demikian ia menerima pengampunan dan pembenaran dari atas. Inilah unsur-unsur dari "pembenaran itu sendiri, yang bukan hanya pengampunan dosa, melainkan juga pengudusan dan pembaharuan manusia batin" (Konsib Trente: DS 1528).

1990.Pembenaran melepaskan manusia dari dosa, yang berlawanan dengan kasih kepada Allah dan memurnikan hatinya. Pembenaran terjadi karena prakarsa-prakarsa kerahiman Allah yang menawarkan pengampunan. Ia mendamaikan manusia dengan Allah, membebaskannya dari kuasa dosa dan menyembuhkannya.

1991.Pembenaran serentak berarti bahwa orang menerima kebenaran Allah melalui iman akan Yesus Kristus. "Kebenaran" di sini menyatakan keluhuran kasih ilahi. Waktu pembenaran, dicurahkanlah harapan dan kasih ke dalam hati kita dan kita disanggupkan untuk mematuhi kehendak Allah.

1992.Pembenaran diperoleh bagi kita melalui sengsara Kristus, yang menyerahkan Diri di salib sebagai persembahan yang hidup, kudus, dan berkenan kepada Allah dan yang darah-Nya telah menjadi alat pemulih bagi dosa semua manusia. Pembenaran diberi kepada kita melalui Pembaptisan, Sakramen iman. Ia menjadikan kita serupa dengan kebenaran Allah, yang membenarkan kita secara hatin melalui kekuasaan betas kasihan-Nya. Tujuan pembenaran ialah kemuliaan Allah dan Kristus demikian juga anugerah kehidupan abadi Bdk. Konsili Trente: DS 1529.
"Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-Kitab para nabi, yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya. Maksudnya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus" (Rm 3:21-26).

1993.Pembenaran mendasari satu kerja sama antara rahmat Allah dan kebebasan manusia. Ia terungkap dalam kenyataan bahwa manusia dengan percaya menerima Sabda Allah, yang mengajaknya untuk bertobat dan bahwa ia bekerja sama dalam kasih dengan dorongan Roh Kudus, yang mendahului persetujuan kita dan menopangnya.
"Kalau Allah menjamah hati manusia melalui terang Roh Kudus, maka manusia di satu pihak bukan tidak aktif sama sekali, karena ia menerima ilham yang dapat ia tolak juga; di lain pihak ia tidak dapat mengangkat diri dengan kehendak bebasnya tanpa rahmat Allah ke dalam keadilan di hadapan Allah" (Konsili Trente: DS 1525).

1994.Pembenaran adalah karya kasih Allah yang paling agung. Ia diwahyukan dalam Yesus Kristus dan diberikan oleh Roh Kudus. Santo Agustinus berangapan bahwa "pembenaran seorang yang hidup tanpa Allah adalah karya yang jauh lebih besar daripada penciptaan langit dan bumi", karena "langit dan bumi akan lenyap, sementara keselamatan dan pembenaran orang terpilih akan tetap tinggal" (ev. Jo. 72,3). Malahan ia berpendapat, pembenaran orang berdosa melampaui penciptaan para malaikat dalam kebenaran, karena Ia memberi kesaksian mengenai kerahiman yang lebih besar lagi.

1995.Roh Kudus adalah guru batin. Pembenaran membangkitkan "manusia batin" (Rm 7:22; Ef 3:16) dan membawa serta pengudusan seluruh hakikat manusia.
"Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan yang membawa kamu kepada kedurhakaan, demikian halnya kamu sekarang harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kamu kepada pengudusan... Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal" (Rm 6:19.22).

1996.Kita memperoleh pembenaran berkat rahmat Allah. Rahmat adalah kemurahan hati, pertolongan sukarela. yang Allah berikan kepada kita,agar kita dapat menjawab panggilan-Nya. Sebab panggilan kita ialah menjadi anak-anak Allah Bdk. Yoh 1:12-18., anak-anak angkat-Nya Bdk. Rm 8:14-17., mengambil bagian dalam kodrat ilahi, Bdk. 2 Ptr 1:34. dan dalam kehidupan abadi Bdk. Yoh 17:3.

1997.Rahmat adalah keikutsertaan ada kehidupan Allah, ia mengantar kita masuk ke dalam kehidupan Tritunggal yang paling dalam: melalui Pembaptisan warga Kristen mengambil bagian dalam rahmat Kristus, yang adalah Kepala Tubuh-Nya. Sebagai "anak angkat", orang Kristen dapat menamakan Allah "Bapanya" hanya dalam persatuan dengan Putera yang tunggal. Ia menerima kehidupan Roh, yang mencurahkan kasih kepadanya dan yang membangun Gereja.

1998.Panggilan menuju kehidupan abadi ini bersifat adikodrati. Ia diterima hanya karena kebaikan Allah yang secara sukarela mendahului kita karena hanya Ia yang dapat mewahyukan Diri dan memberikan Diri. Panggilan itu melampaui kekuatan pikiran dan kehendak manusia dan segala makhluk Bdk. 1 Kor 2:7-9.

<<   >>