Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

2029."Setiap orang yang mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya; memikul salibnya dan mengikuti Aku" (Mat 16:24).

2030.Orang yang dibaptis menjalankan perutusannya di dalam Gereja, persekutuan semua orang yang dibaptis. Dari Gereja ia menerima Sabda Allah, yang mencakup petunjuk-petunjuk "hukum Kristus" (Gal 6:2). Dari Gereja ia menerima rahmat Sakramen-sakramen, yang menguatkannya di "jalan". Gereja memberi kepadanya contoh kekudusan. Di dalam Perawan Maria tersuci ia melihat bentuk dan sumber kekudusan ini; ia melihatnya dalam kesaksian murni dari mereka yang menghidupinya; ia menemukannya dalam tradisi rohani dan dalam sejarah panjang para kudus, yang mendahuluinya dan yang hari peringatannya sekarang dirayakan dalam liturgi.

2031.Kehidupan moral adalah ibadat rohani. Dalam Tubuh Kristus yang kita bentuk dan dalam persatuan dengan persembahan Ekaristi kita mempersembahkan diri kita sendiri sebagai "persembahan hidup dan kudus yang berkenan kepada Allah" (Rm 12:1). Di dalam liturgi dan upacara Sakramen-sakramen doa dan ajaran bergabung dengan rahmat Kristus untuk menerangi dan memupuk tingkah laku Kristen. Seperti seluruh kehidupan Kristen, kehidupan moral mendapat sumbernya dan puncaknya di dalam kurban Ekaristi.

2032.Gereja adalah "tiang penopang dan dasar kebenaran" (1 Tim 3:15). "Perintah resmi Kristus untuk mewartakan kebenaran yang menyelamatkan itu diterima oleh Gereja dan para Rasul" (LG 17). "Gereja berwenang untuk selalu dan di mana-mana memaklumkan asas-asas kesusilaan, pun yang menyangkal tata kemasyarakatan, dan untuk membawa suatu penilaian tentang segala hal-ikhwal insani, sejauh hak-hak asasi manusia atau keselamatan jiwa menuntutnya" (CIC can. 747 ?2).

2033.Wewenang Mengajar para gembala Gereja di bidang moral biasanya dilaksanakan di dalam katekese dan khotbah, dengan bantuan karya para pakar teologi dan penulis rohani. Di bawah bimbingan dan pengawasan para gembala, "warisan" moral Kristen ini dilanjutkan dari generasi ke generasi. Ini terdiri dari satu keseluruhan peraturan, perintah, dan kebajikan yang khas, yang timbul dari iman kepada Kristus dan dijiwai oleh kasih. Seturut tradisi lama, di samping syahadat dan doa Bapa Kami, katekese ini memakai dekalog sebagai dasar yang menyampaikan asas-asas kehidupan kesusilaan yang berlaku untuk semua manusia.

2034.Paus dan para Uskup merupakan "pengajar yang otentik, atau mengemban kewibawaan Kristus, artinya mewartakan kepada umat yang diserahkan kepada mereka, iman yang harus dipercaya dan diterapkan dalam perilaku manusia" (LG 25). Wewenang Mengajar biasa yang universal dari Paus dan dari para Uskup yang bersatu dengannya mengajar kepada umat beriman kebenaran yang harus dipercaya, kasih yang harus dihidupi, dan kebahagiaan yang patut diharapkan.

2035.Tahap tertinggi dalam keikutsertaan pada wewenang Kristus diberikan melalui karisma Kebal Salah. Karisma ini menyangkut seluruh warisan wahyu ilahi Bdk. LG 25.. Ini mencakup segala unsur ajaran, termasuk ajaran kesusilaan, yang tanpanya kebenaran-kebenaran keselamatan iman tidak dapat dipertahankan, dijelaskan, dan dilaksanakan Bdk. CDF, Pemy. "Mysterium Ecclesiae".

2036.Wewenang magisterium mencakup, juga tiap-tiap perintah dari hukum kesusilaan kodrati. Adalah perlu untuk keselamatan, supaya memperhatikannya, seperti yang dikehendaki Pencipta. Apabila Wewenang Mengajar Gereja mengingatkan peraturan-peraturan hukum kodrat kesusilaan, ia menjalankan satu bagian hakiki dari tugas profetisnya untuk menyampaikan kepada manusia,s bagaimana mereka de fakto, dan untuk mengingatkan mereka, bagaimana mereka seharusnya di depan Allah Bdk. DH 14.

2037.Hukum Allah yang dipercayakan kepada Gereja, diajarkan kepada umat beriman sebagai jalan kehidupan dan kebenaran. Umat beriman mempunyai hak Bdk. CIC, can. 213., supaya diajar dalam perintah-perintah ilahi yang menyembuhkan, yang menjernihkan kemampuan menilai, dan yang dengan bantuan rahmat menyembuhkan akal budi manusia yang terluka. Mereka mempunyai kewajiban untuk memperhatikan perintah dan peraturan yang diberikan oleh wewenang Gereja yang sah. Meskipun penetapan ini bersifat disipliner, diharapkan kepatuhan dalam kasih.

2038.Dalam tugasnya untuk mengajar dan menerapkan moral Kristen, Gereja memerlukan semangat para pastor, pengetahuan para teolog, dan sumbangan semua orang Kristen dan orang yang berkehendak baik. Iman dan Injil yang dihayati memberi kepada tiap orang satu pengalaman hidup "di dalam Kristus", yang meneranginya dan memungkinkannya untuk menilai kenyataan ilahi dan insani sesuai dengan Roh Allah Bdk. 1 Kor 2:10-15.. Dengan demikian Roh Kudus dapat mempergunakan manusia yang sangat sederhana untuk menerangi para cendekiawan dan pejabat-pejabat tertinggi.

2039.Jabatan-jabatan Gereja harus dijalankan atas nama Tuhan dalam roh pengabdian persaudaraan dan dalam dedikasi kepada Gereja Bdk. Rm 12:8.11.. Siapa yang berada dalam pelayanan Gereja, janganlah menggunakan hanya pandangannya pribadi dalam menilai perbuatannya sendiri dari segi moral. Sejauh mungkin ia harus memperhatikan kesejahteraan semua orang, seperti yang nyata kelihatan dalam hukum kodrati dan hukum wahyu dan karena itu juga dalam hukum Gereja dan dalam ajaran magisterium mengenai masalah-masalah kesusilaan. Tidaklah pantas untuk mempertentangkan hati nurani pribadi dan akal budi dengan hukum moral atau magisterium Gereja.

2040.Dengan demikian satu sikap yang benar dan sesuai dengan kasih seorang anak terhadap Gereja dapat berkembang di antara warga Kristen. Itu merupakan perkembangan rahmat Pembaptisan yang normal, yang memperanakkan kita di dalam pangkuan Gereja dan menjadikan kita anggota-anggota Tubuh Kristus. Dalam pemeliharaannya sebagai seorang ibu, Gereja menyampaikan kerahiman Allah, yang mengalahkan semua dosa kita dan yang bekerja terutama dalam Sakramen Pengakuan. sebagai seorang ibu yang memperhatikan kita, ia memberi juga di dalam liturgi setiap hari makanan Sabda dan Ekaristi Tuhan kepada kita.

2041.Perintah-perintah Gereja melayani kehidupan kesusilaan, yang berhubungan dengan kehidupan liturgi dan hidup darinya. Sifat wajib dari hukum positif ini, yang dikeluarkan oleh gembala-gembala, hendak menjamin satu batas minimum yang mutlak perlu bagi umat beriman dalam semangat doa dan usaha yang berkaitan dengan kesusilaan, pertumbuhan kasih kepada Allah dan sesama.

2042.Perintah pertama ("Engkau harus mengikuti misa kudus dengan khidmat pada hari Minggu dan hari raya") menuntut umat beriman supaya mengambil bagian dalam Ekaristi, manakala persekutuan Kristen berkumpul pada hari peringatan kebangkitan Tuhan Bdk. CIC, cann. 1246-1248; CCEO, can. 881, 1.2.4..Perintah kedua ("Engkau harus mengaku dosamu sekurang-kurangnya satu kali dalam satu tahun") menjamin persiapan untuk Ekaristi melalui penerimaan Sakramen Pengakuan, yang melanjutkan pertobatan dan pengampunan yang telah diperoleh dalam Pembaptisan Bdk. CIC, can. 989; CCEO, can. 719..Perintah ketiga ("Engkau harus sekurang-kurangnya menerima komuni kudus pada waktu Paska dan dalam bahaya maut") menjamin satu batas minimum untuk menerima tubuh dan darah Tuhan dalam hubungan dengan pesta-pesta masa Paska, asal dan pusat liturgi Kristen Bdk. CIC, can. 920 CCEO, cann. 708; 881,3.

2043.Perintah keempat ("Engkau harus merayakan hari raya wajib") melengkapi hukum hari Minggu dengan keikutsertaan dalam pesta-pesta utama liturgi, yang menghormati misteri Tuhan, Perawan Maria, dan para kudus Bdk. CIC, can. 1246; CCEO, cann. 881, 1.4; 980,3..Perintah kelima ("Engkau harus menaati hari puasa wajib") menjamin waktu penyangkalan diri dan pertobatan, yang mempersiapkan kita untuk pesta-pesta liturgi; mereka membantu agar memenangkan kekuasaan atas hawa nafsu dan memperoleh kebebasan hati Bdk. CIC, cann. 1249-1251; CCEO, can. 882..Umat beriman juga berkewajiban menyumbangkan untuk kebutuhan material Gereja sesuai dengan kemampuannya Bdk. CIC, can. 222.

2044.Kesetiaan umat yang dibaptis adalah satu prasyarat yang menentukan untuk pewartaan Injil dan untuk perutusan Gereja di dunia. Supaya berita keselamatan dapat menunjukkan kepada manusia kekuatan kebenaran dan kekuatan sinarnya, ia harus disahkan oleh kesaksian hidup orang Kristen "Kesaksian hidup kristiani sendiri beserta amal baik yang dijalankan dengan semangat adikodrati, mempunyai daya kekuatan untuk menarik orang-orang kepada iman dan kepada Allah" (AA 6).

2045.Karena mereka adalah anggota-anggota Tubuh yang Kepalanya adalah Kristus Bdk. Ef 1:22., umat Kristen menyumbang untuk pembangunan Gereja, kemantapan keyakinannya dan tingkah laku kesusilaannya. Gereja tumbuh, menjadi kuat, dan berkembang melalui kekudusan umat beriman Bdk. LG 39., sampai mereka "mencapai kedewasaan penuh dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus" (Ef 4:13).

2046.Melalui kehidupan yang menyerupai Kristus, umat Kristen mempercepat kedatangan Kerajaan Allah, kerajaan "keadilan, cinta kasih, dan perdamaian" (MR., Prefasi pesta Kristus Raja). Tetapi mereka tidak mengabaikan tugas-tugas duniawinya; setia kepada gurunya, mereka melaksanakannya dengan setia, sabar, dan dalam cinta kasih.

2047.Kehidupan kesusilaan adalah satu ibadat rohani. Tindakan Kristen dipupuk dalam liturgi dan dalam upacara Sakramen-sakramen.

2048.Perintah-perintah Gereja mencakup kehidupan kesusilaan dan Kristen, yang berhubungan dengan liturgy dan yang dipupuk olehnya.

2049.Gembala-gembala Gereja biasanya melaksanakan Wewenang Mengajarnya dalam bidang moral di dalam katekese dan khotbah. Dasar untuk itu adalah dekalog, yang menyampaikan asas-asas kehidupan kesusilaan yang berlaku untuk setiap manusia.

2050.Sebagai guru-guru yang menjadi tolok ukur, Paus dan para Uskup mengkhotbahkan kepada Umat Allah, iman yang harus dipegang dengan teguh dan diterapkan dalam kehidupan kesusilaan. Mereka juga berhak untuk menanggapi masalah-masalah kesusilaan, obyek bagi hukum moral kodrati dan akal budi.

2051.Kebal Salah dari magisterium para gembala mencakup segala unsur ajaran, juga ajaran kesusilaan yang mutlak perlu untuk mempertahankan, menjelaskan, dan melaksanakan kebenaran-kebenaran iman yang menyelamatkan.

2052."SEPULUH FIRMAN
Keluaran 20:2-17 Ulangan 5:6-21 Tradisi Kateketik
Akulah Tuhan, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan. Akulah Tuhan, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah mesir, dari tempat perbudakan.
Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di dalam bumi.
Jangan bersujud menyembah kepadanya, atau beribadah kepadanya, sebab Aku, Tuhan, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku. Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, Tuhan, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-oranng yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku. Jangan menyembah berhala, berbaktilah kepada Tuhan saja, dan cintailah Tuhan lebih dari segala sesuatu.
Jangan menyebut nama Tuhan, Allahmu, dengan sembarangan, sebab Tuhan akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan. Jangan menyebut nama Tuhan, Allahmu, dengan sembarangan, sebab Tuhan akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan. Jangan menyebut nama Tuhan Allah dengan tidak hormat.
Ingatlah dan kuduskanlah hari sabat: Tetaplah ingat dan kuduskanlah hari Sabat, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh Tuhan, Allahmu. Enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat Tuhan, Allahmu; maka janganlah melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau lembumu, atau keledaimu, atau hewanmu yang mana pun atau orang asing yang di tempat kediamanmu, supaya hambamu laki-laki dan hambamu perempuan berhenti seperti engkau juga. Sebab haruslah kauingat bahwa engkau pun dahulu budak di tanah Mesir dan engkau dibawa keluar dari sana oleh Tuhan, Allahmu dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung; itulah sebabnya Tuhan, Allahmu, memerintahkan engkau merayakan hari Sabat. Kuduskanlah hari Tuhan.
enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat Tuhan, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anak-mu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.
Sebab enam hari lamanya Tuhan menjadikan langit dan bumi, laut dan segala depannya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya Tuhan memberkati hari Sabat dan menguduskannya.
Hormatilah ayahmu dan ibumu, Hormatilah ayahmu dan ibumu, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh Tuhan, Allahmu, supaya lanjut umurmu dan baik keadaanmu di tanah yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu. Hormatilah ibu-bapamu.
supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan Tuhan, Allahmu kepadamu.
Jangan membunuh. Jangan membunuh. Jangan membunuh.
Jangan berzina. Jangan berzina. Jangan berzina.
Jangan mencuri. Jangan mencuri. Jangan mencuri.
Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu. Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu. Jangan bersaksi dusta tentang sesamamu.
Jangan mengingini rumah sesamamu. Jangan mengingini isteri sesamamu. Jangan mengingini isteri sesamamu.
Jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu. Jangan menghasratkan rumahnya, atau ladangnya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya, atau keledainya, atau apa pun yang dipunyai sesamamu Jangan mengingini milik sesamamu secara tidak adil.

Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh kehidupan abadi?" Pada tempat pertama, Yesus menjelaskan kepada pemuda kaya yang mengajukan pertanyaan ini kepada-Nya bahwa Allah adalah "satu-satunya yang Baik", harus diakui sebagai hakikat dan sumber dari segala yang baik. Lalu Yesus berkata kepadanya: "Tetapi jikalau engkau hendak memperoleh kehidupan, turutilah segala firman Allah". Lalu Ia menyampaikan kepada penanya itu perintah-perintah menyangkut kasih kepada sesama: "Jangan membunuh, jangan berzina, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu !" Akhirnya Yesus menyimpulkan perintah-perintah ini: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri" (Mat 19:16-19).

2053.Pada jawaban yang pertama ini ditambahkan lagi yang kedua: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu, dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di surga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku!" (Mat 19:21). Ini tidak menghapus jawaban yang pertama. Termasuk dalam hal mengikuti Kristus bahwa orang melaksanakan perintah-perintah. Hukum tidak dihapus Bdk. Mat 5:17., tetapi warga Kristen diajak untuk menemukannya kembali dalam pribadi Gurunya, yang merupakan pemenuhannya yang sempurna. Ajakan Yesus kepada pemuda supaya mengikuti-Nya dalam kepatuhan seorang murid dan memperhatikan perintah-perintah, di dalam tiga Injil Sinoptik digabungkan dengan ajakan untuk kemiskinan dan kemurnian Bdk. Mat 19:6-12.21.23-29.. Nasihat-nasihat Injil tidak dapat dipisahkan dari perintah-perintah itu.

2054.Yesus mengambil alih sepuluh firman; tetapi Ia juga mewahyukan kekuatan Roh yang bekerja di dalamnya. Ia mengkhotbahkan keadilan yang "lebih besar daripada yang dimiliki ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi" (Mat 5:20) Serta orang-orang kafir Bdk. Mat 5:46-47.. Ia menjelaskan tuntutan firman-firman: "Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: jangan membunuh .... Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya, harus dihukum" (Mat 5:21-22).

2055.Ketika orang menanyakan kepada-Nya: "Guru hukum manakah yang terutama, dalam hukum Taurat?" (Mat 22:36), Yesus menjawab: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi" (Mat 22:37-40) Bdk. UL6:5; Im 19:18.. Dekalog harus dijelaskan dalam terang hukum kasih ganda dan sekaligus satu-satunya yang merupakan kegenapan hukum:"Firman: jangan berzina, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain mana pun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat" (Rm 13:9-10).

2056."Dekalog" secara harfiah berarti "sepuluh firman" (Kel 34:28; Ul 4:13; 10:4). Sepuluh firman ini Allah wahyukan kepada umat-Nya di gunung suci Sinai. Berbeda dengan perintah-perintah lain yang dicatat oleh Musa Bdk. Ul 31:9.24., mereka ditulis oleh "jari Allah" (Kel 31:18) Bdk.Ul 5:22.. Karena itu, mereka merupakan kata-kata Allah dalam arti khusus. Mereka diwahyukan kepada kita dalam buku Keluaran Bdk. Kel. 20:1-7. dan dalam buku Ulangan Bdk.Ul 5:6-22.. Sudah dalam Perjanjian Lama buku-buku suci menunjuk kepada "sepuluh firman" Bdk. misalnya Hos 4:2; Yer 7:9; Yeh 18:5-9. itu. Tetapi baru dalam Perjanjian Baru, dalam Yesus Kristus, disingkapkanlah artinya yang paling dalam.

2057.Dekalog harus dimengerti dalam hubungan dengan keluaran dari Mesir, pembebasan Allah yang besar yang terdapat dalam pusat Perjanjian Lama. "sepuluh firman" ini, entah dirumuskan secara negatif sebagai larangan, atau secara positif sebagai perintah (seperti: "hormatilah ayah dan ibumu"), menunjukkan syarat-syarat untuk satu kehidupan yang dibebaskan dari perhambaan dosa. Dekalog adalah jalan kehidupan:
Kalau engkau "mengasihi Tuhan, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkanNya dan berpegang pada firman, ketetapan dan peraturan-Nya, engkau akan hidup dan bertambah banyak" (Ul 30:16).
Kekuatan dekalog yang membebaskan ini kelihatan, umpamanya, dalam perintah mengenai istirahat pada hari Sabat, yang juga berlaku untuk orang asing dan budak:
"Sebab haruslah kau ingat, bahwa engkau pun dahulu budak di tanah Mesir dan engkau dibawa keluar dari sana oleh Tuhan, Allahmu, dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung" (Ul 5:15).

2058.Di dalam "sepuluh firman" disimpulkan dan diumumkan hukum Allah: "Firman itulah yang diucapkan Tuhan kepada seluruh jemaahmu dengan suara nyaring di gunung, dari tengah-tengah api, awan, dan kegelapan, dan tidak ditambahkannya apa-apa lagi. Ditulis-Nya semuanya pada dua loh batu, lalu diberikan-Nya kepadaku" (Ul 5:22). Karena itu kedua loh batu itu dinamakan "loh perjanjian". Mereka berisikan ketentuan-ketentuan perjanjian antara Allah dan umat-Nya. "Kedua loh perjanjian ini" (Kel 31:18;32:15; 34:29) harus disimpan di dalam "tabut" (Kel 25:16; 40:3).

<<   >>