Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

2056."Dekalog" secara harfiah berarti "sepuluh firman" (Kel 34:28; Ul 4:13; 10:4). Sepuluh firman ini Allah wahyukan kepada umat-Nya di gunung suci Sinai. Berbeda dengan perintah-perintah lain yang dicatat oleh Musa Bdk. Ul 31:9.24., mereka ditulis oleh "jari Allah" (Kel 31:18) Bdk.Ul 5:22.. Karena itu, mereka merupakan kata-kata Allah dalam arti khusus. Mereka diwahyukan kepada kita dalam buku Keluaran Bdk. Kel. 20:1-7. dan dalam buku Ulangan Bdk.Ul 5:6-22.. Sudah dalam Perjanjian Lama buku-buku suci menunjuk kepada "sepuluh firman" Bdk. misalnya Hos 4:2; Yer 7:9; Yeh 18:5-9. itu. Tetapi baru dalam Perjanjian Baru, dalam Yesus Kristus, disingkapkanlah artinya yang paling dalam.

2057.Dekalog harus dimengerti dalam hubungan dengan keluaran dari Mesir, pembebasan Allah yang besar yang terdapat dalam pusat Perjanjian Lama. "sepuluh firman" ini, entah dirumuskan secara negatif sebagai larangan, atau secara positif sebagai perintah (seperti: "hormatilah ayah dan ibumu"), menunjukkan syarat-syarat untuk satu kehidupan yang dibebaskan dari perhambaan dosa. Dekalog adalah jalan kehidupan:
Kalau engkau "mengasihi Tuhan, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkanNya dan berpegang pada firman, ketetapan dan peraturan-Nya, engkau akan hidup dan bertambah banyak" (Ul 30:16).
Kekuatan dekalog yang membebaskan ini kelihatan, umpamanya, dalam perintah mengenai istirahat pada hari Sabat, yang juga berlaku untuk orang asing dan budak:
"Sebab haruslah kau ingat, bahwa engkau pun dahulu budak di tanah Mesir dan engkau dibawa keluar dari sana oleh Tuhan, Allahmu, dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung" (Ul 5:15).

2058.Di dalam "sepuluh firman" disimpulkan dan diumumkan hukum Allah: "Firman itulah yang diucapkan Tuhan kepada seluruh jemaahmu dengan suara nyaring di gunung, dari tengah-tengah api, awan, dan kegelapan, dan tidak ditambahkannya apa-apa lagi. Ditulis-Nya semuanya pada dua loh batu, lalu diberikan-Nya kepadaku" (Ul 5:22). Karena itu kedua loh batu itu dinamakan "loh perjanjian". Mereka berisikan ketentuan-ketentuan perjanjian antara Allah dan umat-Nya. "Kedua loh perjanjian ini" (Kel 31:18;32:15; 34:29) harus disimpan di dalam "tabut" (Kel 25:16; 40:3).

2059."Sepuluh firman" itu diucapkan oleh Allah dalam rangka satu teofani "Tuhan telah berbicara berhadapan muka dengan kamu di gunung dan di tengah-tengah api" (Ul 5:4). Sepuluh firman itu termasuk dalam pewahyuan diri Allah dan kemuliaan-Nya. Di dalam firman-firman yang Ia berikan, Allah memberi Diri sendiri dan kehendak-Nya yang kudus. Dengan menyatakan kehendak-Nya, Allah mewahyukan Diri kepada umat-Nya.

2060.Anugerah firman dan hukum adalah bagian dari perjanjian yang Allah adakan dengan orang-orang-Nya. Menurut buku Keluaran, wahyu dari "sepuluh firman itu" terjadi dalam jangka waktu antara penawaran perjanjian 1 dan pengikatan perdamaian 2, setelah umat itu mewajibkan diri untuk "melakukan" segala sesuatu yang dikatakan Tuhan, dan supaya "mematuhi" Dia (Kel 24:7). Dekalog baru disampaikan, kalau sebelumnya diperingatkan akan perjanjian itu ("Tuhan, Allah kita telah mengikat perjanjian dengan kita di Horeb": Ul 5:2). 62

2061.Firman-firman itu memperoleh artinya yang penuh dalam rangka perjanjian. Menurut Kitab Suci, tindakan moral manusia mendapat arti yang sebenarnya di dalam perjanjian dan oleh perjanjian. Yang pertama dari "sepuluh firman" itu mengingatkan bahwa Allah mengasihi umat-Nya lebih dahulu:
"Karena untuk menyiksa dosa telah terjadi perpindahan dari firdaus kebebasan ke perhambaan dunia ini, maka kalimat pertama dari dekalog, yang adalah kata pertama dari firman-firman Allah, menyangkut kebebasan: Akulah Tuhan, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan (Kel 20:2; Ul 5:6)" (Origenes, hom. in Ex. 8, 1).

2062.Firman-firman itu sendiri baru menyusul di tempat kedua; mereka mengatakan, apa yang harus dilakukan berdasarkan hubungan dengan Allah yang diadakan melalui perjanjian. Pelaksanaan hidup kesusilaan adalah jawaban atas tindakan Tuhan yang penuh kasih. Ia adalah pengakuan, pemberian hormat, dan terima kasih kepada Allah. Ia adalah kerja sama dalam rencana yang Allah laksanakan dalam sejarah.

2063.Perjanjian dan dialog antara Allah dan manusia juga tampak dalam kenyataan bahwa Allah sebagai pembuat hukum selalu berbicara dalam orang pertama ("Akulah Tuhan ...") dan selalu menyapa orang per orang ("Engkau ..."). Di dalam semua firman Allah, orang disapa dengan kata ganti orang dalam bentuk tunggal. Sementara Allah mengumumkan kehendak-Nya kepada seluruh umat, Ia juga menyampaikannya kepada setiap orang.
Tuhan "mewajibkan kasih kepada Allah dan menekankan keadilan terhadap sesama, supaya manusia itu benar dan layak bagi Allah, dan mempersiapkannya melalui dekalog untuk persahabatan-Nya dan untuk kerukunan dengan sesama .... Kata-kata dekalog ... berlaku juga untuk kita [orang Kristen], karena dengan kedatangan Tuhan, mereka dikembangkan dan diperluas, bukan dihapus" (Ireneus, haer. 4,16,3-4).

2064.Setia kepada Kitab Suci dan dalam kesesuaian dengan contoh Yesus, tradisi Gereja selalu memberi kepada dekalog peranan utama.

2065.Sejak santo Agustinus "sepuluh firman" itu mendapat tempat penting dalam pengajaran untuk calon baptis dan umat beriman. Dalam abad ke-15 muncul pula kebiasaan untuk menyusun kembali firman-firman dekalog dalam rumusan positif dan dalam bentuk sajak yang mudah diingat. Kebiasaan itu untuk sebagian masih ada sampai sekarang. Katekismus Gereja sering kali menerangkan ajaran kesusilaan Kristen berdasarkan "sepuluh perintah".

2066.Dalam peredaran sejarah perintah-perintah dibagi dan diurutkan secara berlain-lainan. Katekismus ini mengikuti pembagian yang dibuat oleh santo Agustinus, dan telah menjadi tradisi dalam Gereja Katolik. Pembagian ini juga digunakan dalam pengakuan iman Luteran. Bapa-bapa Yunani memakai pembagian yang agak lain, yang terdapat di dalam Gereja Ortodoks dan persekutuan aliran Calvin.

2067.Kesepuluh perintah menyatakan kasih kepada Allah dan sesama. Tiga perintah yang pertama terutama berhubungan dengan kasih kepada Allah, tujuh yang lain berhubungan dengan kasih kepada sesama.
"Seperti kasih mencakup dua perintah dan pada keduanya itu Tuhan menggantungkan seluruh hukum Taurat dan Kitab para nabi ... demikianlah kesepuluh perintah dibagi atas dua loh batu. Tiga ditulis pada batu yang satu dan tujuh pada batu yang lain" (Agustinus, serm. 33,2,2).

2068.Konsili Trente mengajarkan bahwa kesepuluh perintah adalah wajib bagi orang Kristen dan bahwa manusia yang telah dibenarkan juga harus mengikutinya Bdk. DS 1569-1570.. Konsili Vatikan II menegaskan: "Para Uskup sebagai pengganti para Rasul menerima pengutusan untuk mengajar semua bangsa dan mewartakan Injil kepada segenap makhluk, supaya semua orang, karena iman, baptis, dan pelaksanaan perintah-perintah memperoleh keselamatan" (LG 24).

2069.Dekalog merupakan satu keseluruhan yang tidak dapat dibagi. Tiap "firman"nya menunjuk kepada yang lain dan kepada seluruhnya: mereka bergantung satu sama lain. Kedua loh batu saling menerangkan; mereka membentuk satu kesatuan. Siapa melanggar satu perintah, melanggar seluruh hukum Bdk. Yak 2:10-11., Orang tidak dapat menghormati sesama, tanpa memuji Allah, Penciptanya. Orang tidak dapat menyembah Allah, tanpa mengasihi manusia, yang adalah makhlukNya. Dekalog mempersatukan kehidupan rohani dan kehidupan sosial manusia.

<<   >>