KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 206. | Dengan mewahyukan nama-Nya yang penuh rahasia, YHWH: "Aku adalah Dia yang ada" atau "Aku adalah AKU ADA", Allah menyatakan siapa Dia dan dengan nama apa orang harus menyapa-Nya. Nama Allah ini penuh rahasia, sebagaimana Allah sendiri juga penuh rahasia. Ia adalah nama yang diwahyukan dan pada waktu yang sama boleh dikatakan sebuah penolakan untak menyatakan suatu nama. Tetapi justru karena itu ia menegaskan dengan cara yang paling baik, Siapa sebenarnya, Allah: Yang mengatasi segala sesuatu, yang tidak dapat kita mengerti atau katakan, Yang Mulia tak terbatas. Ia adalah "Allah yang tersembunyi" (Yes 45:15), nama-Nya tidak terkatakan Bdk. Hak 13:18. dan bersama itu pula Ia adalah Allah yang menghadiahkan kehadiran-Nya kepada manusia.
| | 207. | Bersama dengan nama-Nya Allah mewahyukan sekaligus kesetiaan-Nya yang ada sejak dulu dan akan tinggal selama-lamanya: Ia setia, "Aku ini Allah nenek moyangmu" (Kel 3:6) dan akan tetap setia, "Aku ada beserta kamu" (Kel 3:12). Allah, yang menamakan Diri "AKU ADA", mewahyukan Diri sebagai Allah yang selalu hadir, selalu menyertai bangsa-Nya untuk meluputkannya.
| | 208. | Mengingat kehadiran Allah yang penuh rahasia dan pesona, manusia menyadari kehinaannya. Di depan semak berduri yang menyala, Musa membuka sandalnya dan menutup mukanya sebab takut memandang Allah Bdk. Kel 3:5-6.. Di depan kemuliaan Allah yang tiga kali kudus, Yesaya berseru: "Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir" (Yes 6:5). Melihat tanda-tanda ilahi yang Yesus lakukan, Petrus berseru: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini orang berdosa" (Luk 5:8). Tetapi karena Allah itu kudus, Ia dapat mengampuni manusia yang mengakui diri sebagai orang berdosa di hadapan-Nya: "Aku tidak akan melaksanakan murka-Ku yang bernyala-nyala itu... sebab Aku ini Allah dan bukan manusia, Yang Kudus di tengah-tengahmu" (Hos 11:9). Demikian juga Rasul Yohanes berkata: "Demikian pula kita boleh menenangkan hati kita di hadapan Allah, sebab jika kita dituduh olehnya, Allah adalah lebih besar daripada hati kita serta mengetahui segala sesuatu" (1 Yoh 3:19-20).
| << >>
|