KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 209. | Karena hormat kepada kekudusan Allah, bangsa Israel tidak mengucapkan nama Allah. Waktu membaca Kitab Suci, nama yang diwahyukan diganti dengan gelar martabat ilahi "Tuhan" ("Adonai", dalam bahasa Yunani "Kurios"). Dengan gelar ini ke-Allah-an Yesus diakui secara meriah: "Yesus adalah Tuhan".
| | 210. | Setelah Israel berdosa dan berbalik dari Allah, dengan menyembah anak lembu emas Bdk. Kel 32., Allah mendengarkan permohonan Musa dan bersedia berjalan bersama bangsa-Nya yang tidak setia itu. Dengan demikian Ia menunjukkan cinta-Nya Bdk. Kel 33:12-17.. Ketika Musa meminta supaya boleh melihat kemuliaan-Nya, Allah menjawabnya: "Aku akan melewatkan segala kegemilangan-Ku di depanmu dan menyerakan nama YHWH di depanmu" (Kel 33:18-19). Dan Tuhan berjalan lewat di depan Musa dan berseru: "Tuhan, Tuhan, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya" (Kel 34:6). Lalu Musa mengakui bahwa Tuhan adalah Allah yang mengampuni Bdk. Kel 34:9.
| | 211. | Nama Allah "AKU ADA" atau "IA ADA" menyatakan kesetiaan Allah. Kendati ketidak-setiaan yang terdapat dalam dosa manusia, dan kendati siksa atasnya, Allah "mengasihi beribu-ribu keturunan" (Kel 34:7). Allah mewahyukan bahwa Ia "murah hati" (Ef 2:4) dan Ia berlangkah begitu jauh sampai Ia menyerahkan Putera-Nya sendiri. Yesus mengurbankan kehidupan-Nya supaya membebaskan kita dari dosa, dan dengan demikian mewahyukan bahwa Ia sendiri menyandang nama ilahi itu: "Apa bila kamu sudah meninggikan Anak Manusia, kamu akan tahu, bahwa Akulah Dia" (Yoh 8:28).
| << >>
|