KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 2091. | Perintah pertama juga menyangkut dosa-dosa melawan harapan yaitu keputusasaan dan kesombongan.Dalam keputusasaan manusia berhenti mengharapkan dari Allah keselamatan pribadinya, bantuan rahmat, supaya sampai kepada keselamatan atau pengampunan dosa-dosanya. Dengan demikian ia menentang kebaikan Allah, keadilan-Nya - karena Tuhan selalu setia pada janji-Nya - dan kerahiman-Nya.
| | 2092. | Ada dua jenis kesombongan: manusia menilai kemampuannya terlalu tinggi, dengan berharap bahwa ia dapat mencapai keselamatan tanpa bantuan dari atas; atau ia berharap terlalu berani bahwa ia dapat menerima pengampunan dari kemahakuasaan dan kerahiman Allah, tanpa bertobat, dan menjadi bahagia, tanpa jasa apa pun.
| | 2093. | Dalam iman kepada kasih Allah termasuk ajakan dan kewajiban, supaya menjawab kasih ilahi dengan jujur. Perintah pertama mewajibkan kita supaya mengasihi Allah di atas segala sesuatu dan mengasihi segala makhluk demi Dia dan karena Dia Bdk. Ul 6:45.. 1
| | 2094. | Orang dapat berdosa melawan kasih Allah atas berbagai cara. Sikap acuh tak acuh menampik atau malah menolak untuk memperhatikan kasih Allah, ia tidak mengakui hakikatnya yang ramah dan mengingkari kekuatannya. Sifat tidak tahu terima kasih mengabaikan atau menolak mengakui kasih Allah dengan rasa syukur dan menjawabnya dengan kasih balasan. Kelesuan, menunda atau sama sekali tidak rela untuk menjawab kasih ilahi; di dalamnya dapat tercakup penolakan untuk menyerahkan diri kepada kasih ini. Kejenuhan hal-hal rohani (acedia) atau kelambanan rohani dapat membawa akibat bahwa orang menampik kegembiraan yang datang dari Allah dan membenci hal-hal ilahi. Kebencian terhadap Allah muncul dari kesombongan. Ia menantang kasih Allah, yang kebaikan-Nya ia mungkiri dan kutuki, karena Allah melarang dosa-dosa dan menjatuhkan hukuman atasnya.
| | 2095. | Kebajikan-kebajikan ilahi, iman, harapan, dan kasih, membentuk dan menjiwai kebajikan susila. Karena itu, kasih mendesak kita untuk memberi kepada Allah, apa yang sepantasnya harus kita berikan kepada-Nya. Kebajikan hormat kepada Allah [virtus religionis] membuat kita siap mengambil sikap ini.
| | 2096. | Tindakan pertama kebajikan hormat kepada Allah ialah penyembahan. Menyembah Allah berarti mengakui Dia sebagai Allah, sebagai Pencipta dan Penyelamat, Tuhan dan Guru dari segala sesuatu yang ada, sebagai Kasih yang tak terbatas dan penuh kerahiman. Yesus mengutip buku Ulangan Bdk. Ul 6:13. dan berkata: "Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti" (Luk 4:8).
| | 2097. | Menyembah Allah berarti dengan penuh hormat dan ketaklukan absolut mengakui, "keadaan makhluk yang tidak bernilai", yang memperoleh seluruh keberadaannya dari Allah. Menyembah Allah berarti memuja Allah, sebagaimana Maria di dalam Magnificat, bersyukur kepada-Nya dan merendahkan diri dihadapan-Nya, waktu orang mengakui dengan penuh terima kasih bahwa Ia telah melakukan yang besar dan bahwa nama-Nya kudus adanya Bdk. Luk 1:46-49.. Menyembah satu-satunya Allah membebaskan manusia dari ingat diri, perbudakan dosa, dan pendewaan dunia.
| | 2098. | Tindakan iman, harapan, dan kasih, yang dituntut perintah pertama, disempurnakan di dalam doa. Kita menyembah Allah, kalau kita mengangkat roh dalam doa pujian dan doa syukur, doa syafaat dan doa permohonan kita. Doa adalah satu prasyarat yang mutlak perlu untuk menghayati perintah-perintah Allah. Orang harus "selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu" (Luk 18:1).
| | 2099. | Sungguh layak membawakan kurban kepada Allah sebagai bukti penyembahan dan terima kasih, permohonan dan persekutuan dengan Dia. "Kurban yang benar adalah setiap karya yang dikerjakan untuk mengikuti Allah dalam persekutuan kudus" (Agustinus, civ. 10,6).
| | 2100. | Supaya kegiatan kurban yang kelihatan itu tulus, haruslah ia menjadi ungkapan sikap kurban batin: "Kurban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur..." (Mzm 51:19). Para nabi Perjanjian Lama sering mengecam kurban-kurban yang dipersembahkan tanpa keterlibatan batin Bdk. Am 5:21-25. atau tanpa kasih kepada sesama Bdk. Yes 1:10-20.. Yesus mengingatkan kembali perkataan nabi Hosea: "Yang Kuhendaki ialah belas kasihan, dan bukan persembahan" (Mat 9:13; 12:7) Bdk. Hos 6:6.. Kurban sempurna satu-satunya ialah kurban yang dibawa Yesus di salib dalam penyerahan Diri sepenuhnya kepada kasih Bapa dan demi keselamatan kita Bdk. Ibr 9:13-14.. Kalau kita mempersatukan diri dengan kurban-Nya, kita dapat menjadikan hidup kita suatu persembahan kepada Allah.
| | 2101. | Dalam berbagai kesempatan, seorang Kristen diminta untuk mengucapkan janji kepada Allah. Pembaptisan dan Penguatan, Perkawinan dan Tahbisan selalu berhubungan dengan janji semacam itu. Karena kesalehan pribadi, warga Kristen juga dapat menjanjikan satu perbuatan, satu doa, satu sedekah, satu ziarah, atau yang semacam itu, kepada Allah. Dengan memenuhi janji yang telah dibuat kepada Allah terbuktilah penghormatan yang harus diberikan kepada keagungan Allah dan kasih kepada Allah yang setia.
| | 2102. | "Kaul, yakni janji kepada Allah yang dibuat dengan tekad bulat dan bebas mengenai sesuatu yang mungkin dan lebih baik, harus dipenuhi demi keutamaan agama" (CIC, can. 1191 ? 1). Kaul adalah satu tindakan penyerahan diri, yang dengannya warga, Kristen menyerahkan diri kepada Allah atau menjanjikan satu perbuatan baik kepada-Nya. Dengan memenuhi kaulnya, ia mempersembahkan kepada Allah, apa yang telah ia janjikan atau ikrarkan. Santo Paulus misalnya, sebagaimana disampaikan Kisah para Rasul, sangat memperhatikan supaya memenuhi kaulnya Bdk. Kis 18:18; 21:23-24.
| | 2103. | Kaul-kaul untuk hidup seturut nasihat-nasihat Injil, dijunjung tinggi Gereja Bdk. CIC, can. 654.:
"Maka Bunda Gereja bergembira, bahwa dalam pangkuannya terdapat banyak pria dan wanita, yang mengikuti dari dekat dan memperlihatkan lebih jelas pengosongan diri Sang Penyelamat, dengan menerima kemiskinan dalam kebebasan anak-anak Allah Serta mengingkari keinginaan keinginan mereka sendiri. Mereka itulah, yang demi Allah tunduk kepada seorang manusia dalam mengejar kesempurnaan melampaui apa yang diwajibkan, untuk lebih menyerupai Kristus yang taat" (LG 42).
Dalam situasi tertentu Gereja dapat memberikan dispensasi dari kaul & janji karena alasan-alas" yang wajar Bdk. CIC, cann. 692; 1196-1197.
| | 2104. | "Semua orang wajib mencari kebenaran, terutama dalam apa yang menyangkut Allah dan Gereja-Nya. Sesudah mereka mengenal kebenaran itu, mereka wajib memeluk dan mengamalkannya" (DH 1, 2). Manusia didesak unluk menjalankan kewajibannya itu "oleh kodrat mereka itu sendiri" (DH 2). Kewajiban ini tidak melarang, "dengan penghargaan yang jujur" menghormati agama-agama lain, yang "tidak jarang memantulkan cahaya kebenaran, yang menerangi semua manusia" (NA 2); ia tidak bertentangan dengan perintah cinta kasih, yang mendorong orang Kristen untuk "bertindak penuh kasih, kebijaksanaan, dan kesabaran terhadap mereka, yang berada dalam keadaan sesat atau tidak tahu-menahu mengenai iman" (DH 14).
| << >>
|