KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 2126. | Sering kali ateisme berdasarkan atas pandangan yang salah mengenai otonomi manusia, yang melangkah sekian jauh, sehingga menyangkal setiap ketergantungan kepada Allah Bdk. GS 20,1.. Tetapi "pengakuan terhadap Allah sama sekali tidak berlawanan dengan martabat manusia, sebab martabat itu didasarkan pada Allah sendiri dan disempurnakan dalam-Nya" (GS 21,3). Gereja tabu, "bahwa amanatnya menanggapi dambaan-dambaan hati manusia yang paling rahasia" (GS 21,7).
| | 2127. | Agnostisisme mempunyai beberapa bentuk. Kadang-kadang seorang agnostik menolak untuk menyangkal Allah, dan malahan menuntut keberadaan satu wujud transenden; tetapi wujud ini tidak dapat mewahyukan diri dan tidak ada seorang pun dapat mengatakan sesuatu tentangnya. Dalam kasus lain orang agnostik tidak mengambil sikap terhadap keberadaan Allah, karena menurut mereka tidak mungkin untuk membuktikannya ataupun sekedar mengiakan atau menyangkal.
| << >>
|