Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

215."Semua sabda-Mu benar, segala hukum-Mu yang adil tetap selama-lamanya" (Mzm 119:160). "Ya, Tuhanku dan Allahku, Engkau Allah yang Esa, semua janji-Mu Kautepati" (2 Sam 7:28). Karena itu, Allah selalu memenuhijanji-Nya Bdk. Ul 7:9.. Allah adalah kebenaran itu sendiri; Sabda-sabda-Nya tidak bisa menipu. Karena itu, dengan penuh kepercayaan orang dapat menyerahkan diri dalam segala hal kepada kebenaran-Nya dan kepada kepastian Sabda-Nya. Dosa dan kejatuhan manusia disebabkan oleh dusta penggoda yang membawa kebimbangan terhadap Sabda Allah, terhadap kemurahan hati-Nya dan kesetiaan-Nya.

216.Kebenaran Allah adalah juga kebijaksanaan-Nya, yang menetapkan tata tertib seluruh ciptaan dan peredaran dunia Bdk. Keb 13:1-9.. Allah, yang Esa, yang menciptakan langit dan bumi Bdk. Mzm 115:15., adalah juga satu-satunya yang dapat menganugerahkan pengertian yang benar tentang segala ciptaan dalam hubungannya dengan Dia Bdk. Keb 7:17-21.

217.Allah juga benar, apabila Ia mewahyukan Diri: Ajaran yang datang dari Tuhan, adalah "ajaran yang benar" (Mal 2:6). Ia mengutus Putera-Nya ke dunia, supaya Ia "memberikan kesaksian tentang kebenaran" (Yoh 18:37). "Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal [Allah] Yang Benar" (1 Yoh 5:20) Bdk. Yoh 17:3.

218.Dalam peredaran sejarah, Israel dapat mengerti bahwa Allah hanya mempunyai satu alasan untuk mewahyukan Diri kepadanya dan memilihnya dari antara segala bangsa, supaya menjadi milik-Nya: cinta-Nya yang berbelaskasihan Bdk. Ul 4:37; 7:8; 10:15.. Berkat nabi-nabinya Israel mengerti bahwa Allah karena cinta-Nya selalu saja meluputkannya Bdk. Yes 43:1-7. dan mengampuni ketidaksetiaannya dan dosa-dosanya Bdk. Hos 2.

219.Cinta Tuhan kepada Israel dibandingkan dengan cinta seorang bapa kepada puteranya Bdk. Hos 11:1.. Cinta itu lebih besar daripada cinta seorang ibu kepada anak-anaknya Bdk. Yes 49:14-15.. Allah mencintai bangsa-Nya lebih dari seorang pengantin pria mencintai pengantin wanita Bdk. Yes 62:4-5.. Cinta ini malahan akan mengalahkan ketidak-setiaan yang paling buruk Bdk. Yeh 16; Hos 11.. Ia akan berlangkah sekian jauh, sampai Ia menyerahkan juga yang paling dicintai-Nya: "Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal" (Yoh 3:16).

220.Cinta Allah itu "abadi" (Yes 54:8): "Biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu" (Yes 54:10). "Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu" (Yer 31: 3).

221.Santo Yohanes berlangkah lebih jauh lagi dan berkata: "Allah adalah kasih" (1 Yoh 4:8-16): Cinta adalah kodrat Allah. Dengan mengutus Putera-Nya yang tunggal dan Roh cinta pada kepenuhan waktu, Allah mewahyukan rahasia-Nya yang paling dalam Bdk. 1 Kor 2:7-16; Ef 3:9-12.; Ia sendiri adalah pertukaran cinta abadi, Bapa, Putera, dan Roh Kudus, dan Ia telah menentukan supaya kita mengambil bagian dalam pertukaran itu.

222.Beriman akan Allah yang Esa dan mencintai-Nya dengan seluruh kepribadian kita, mempunyai akibat-akibat yang tidak dapat diduga untuk seluruh kehidupan kita:

223.Kita mengetahui keagungan dan kemuliaan Allah. "Sesungguhnya, Allah itu agung, tidak tercapai oleh pengetahuan kita" (Ayb 36:26). Karena itu, "kita harus menempatkan Allah pada tempat yang pertama sekali" (Jeanne d'Arc).

224.Kita hidup dengan ucapan terima kasih: Kalau Allah itu Esa, maka segala sesuatu yang ada pada kita dan yang kita miliki, berasal dari Dia: "Apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima? Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya?" (1 Kor 4:7). "Bagaimana akan kubalas kepada Tuhan segala kebaikan-Nya kepadaku?" (Mzm 116:12).

225.Kita mengetahui kesatuan dan martabat yang benar semua manusia: Mereka semua diciptakan menurut citra Allah, sesuai dengan-Nya Bdk. Kej 1:26.

226.Kita mempergunakan benda tercipta secara wajar: Iman akan Allah yang Esa mengajar kita mempergunakan segala sesuatu yang bukan Allah, sejauh hal itu mendekatkan kita kepada Allah, dan melepaskannya, sejauh ia menjauhkan kita dari Dia Bdk. Mat 5:29-30; 16:24-26.

"Tuhanku dan Allahku, ambillah dari diriku segala sesuatu yang menghalang-halangi aku untuk datang kepada-Mu.
Tuhanku dan Allahku, berilah aku segala sesuatu yang mendekatkan aku kepada-Mu. Tuhanku dan Allahku, ambillah aku dari diriku dan jadikanlah aku sepenuhnya milikmu".
(Nikolaus dari Flue, Doa).

227.Kita percaya kepada Allah dalam setiap keadaan, juga dalam hal-hal yang mengganggu.
Doa santa Teresia dari Yesus mengungkapkan ini dengan sangat mengesankan:
Semoga tidak ada hal yang membingungkan engkau,
Semoga tidak ada hal yang menakutkan engkau.
Segala sesuatu akan berlalu,
Allah tidak berubah.
Kesabaran memperoleh segala sesuatu.
Siapa yang memiliki Allah tidak kekurangan sesuatu pun.
Allah sendiri mencukupi.
(poes. 30)

228."Dengarlah, hai orang Israel: Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa " (Ul 6:4, menurut Mrk 2:29). "Apa yang mau dipandang sebagai yang terbesar harus esa sifatnya dan tidak boleh mempunyai tandingannya... Sebab kalau Allah tidak esa, maka Ia bukan Allah " (Tertulianus, Marc, 1, 3).

<<   >>