Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

229.Iman akan Allah mendorong kita, supaya berpaling hanya kepada Dia sebagai awal mula kita yang pertama dan sebagai tujuan akhir kita dan tidak boleh ada sesuatu pun yang mendahului-Nya atau mengganti-Nya.

230.Walaupun Allah mewahyukan Diri, namun Ia tetap tinggal rahasia yang tidak terucapkan: "Kalau engkau memahami-Nya, Ia bukan lagi Allah " (Agustinus, serm. 52,6,16).

231.Allah yang kita imani telah mewahyukan Diri sebagai YANG ADA: Ia menyatakan Diri sebagai "yang penuh kemurahan hati dan belas kasihan " (Kel 34:6) Kebenaran dan cinta adalah kodrat-Nya.

232.Orang Kristen dibaptis atas "nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus" (Mat 28:19). Sebelumnya mereka menjawab pertanyaan tiga ganda, apakah mereka percaya akan Bapa, Putera, dan Roh Kudus dengan: "Aku percaya". "Inti iman semua orang Kristen adalah Allah Tritunggal" (Sesarius dari Arles, symb.).

233.Orang Kristen dibaptis atas "nama" (tunggal) dan bukan atas "nama-nama" (jamak) Bapa, Putera, dan Roh Kudus Bdk. Pengakuan iman Paus Vigilius pada tahun 552, DS 415., karena ada hanya satu Allah, Bapa yang maha kuasa dan Putera-Nya yang tunggal dan Roh Kudus: Tritunggal Maha Kudus.

234.Misteri Tritunggal Maha Kudus adalah rahasia sentral iman dan kehidupan Kristen. Itulah misteri kehidupan batin ilahi, dasar pokok segala misteri iman yang lain dan cahaya yang meneranginya. Itulah yang paling mendasar dan hakiki dalam "hierarki kebenaran iman". (DCG 43). "Seluruh sejarah keselamatan tidak lain dari sejarah jalan dan upaya, yang dengan perantaraannya Allah yang satu dan benar - Bapa, Putera, dan Roh Kudus - mewahyukan Diri, memperdamaikan diri-Nya dengan manusia yang berbalik dari dosa, dan mempersatukan mereka dengan diri-Nya" (DCG 47).

235.Dalam bagian ini dijelaskan secara singkat, bagaimana misteri Tritunggal Maha Kudus diwahyukan (II), bagaimana Gereja merumuskan ajaran iman tentang misteri ini (III) dan bagaimana Bapa melalui perutusan ilahi Putera-Nya dan Roh Kudus melaksanakan "keputusan-Nya yang berbelaskasihan" mengenai penciptaan, penebusan, dan pengudusan (IV).

236.Bapa-bapa Gereja membedakan "teologi" dan "oikonomi". Dengan istilah pertama mereka menandaskan kehidupan batin Allah Tritunggal; dengan yang kedua semua karya, yang dengannya Allah mewahyukan Diri dan menyampaikan kehidupan-Nya. Melalui "oikonomi" disingkapkan bagi kita "teologi"; tetapi sebaliknya "teologi" menerangi seluruh "oikonomi". Karya Allah mewahyukan kepada kita kodrat batin-Nya, dan sebaliknya misteri kodrat batin-Nya itu membuat kita mengerti karya-Nya dengan lebih baik. Hubungan antar pribadi manusia mirip dengan itu:.manusia menyatakan diri dalam perbuatannya, dan semakin baik kita mengenal seseorang, semakin baik lagi kita mengerti perbuatannya.

237.Tritunggal adalah misteri iman dalam arti sesungguhnya, satu dari "rahasia-rahasia yang tersembunyi dalam Allah... yang kalau tidak diwahyukan oleh Allah, tidak dapat diketahui" (Konsili Vatikan I: DS 3015). Dalam karya penciptaan-Nya dan dalam wahyu-Nya selama Perjanjian Lama, Allah memang meninggalkan jejak-jejak kodrat trinitaris-Nya itu. Tetapi kodrat-Nya yang terdalam sebagai Tritunggal Kudus merupakan satu rahasia, yang tidak dapat diterobos budi kita dan yang sebelum inkarnasi Putera Allah dan perutusan Roh Kudus, juga tidak dapat diterobos iman Israel.

238.Dalam banyak agama Allah disapa sebagai "Bapa". Yang ilahi sering dipandang sebagai "Bapa dewa-dewi dan manusia". Di Israel Allah dinamakan "Bapa" sebagai pencipta dunia Bdk. Ul 32:6; Mal 2:10.. Lebih lagi Allah itu Bapa atas dasar perjanjian dan penyerahan hukum kepada Israel, "anak-Nya yang sulung" (Kel 4:22). Ia juga dinamakan Bapa raja Israel Bdk. 2 Sam 7:14.. Secara khusus ia adalah "Bapa kaum miskin", yatim dan janda Bdk. Mzm 68:6., yang berada di bawah perlindungan-Nya yang penuh kasih.

239.Kalau bahasa iman menamakan Allah itu "Bapa", maka ia menunjukkan terutama kepada dua aspek: bahwa Allah adalah awal mula segala sesuatu dan otoritas yang mulia dan sekaligus kebaikan dan kepedulian yang penuh kasih akan semua anak-Nya. Kebaikan Allah sebagai orang-tua ini dapat dinyatakan juga dalam gambar keibuan Bdk. Yes 66:13; Mzm 131:2., yang lebih menekankan imanensi Allah, hubungan mesra antara Allah dan ciptaan-Nya. Dengan demikian bahasa iman menimba dari pengalaman manusia dengan orang-tuanya, yang baginya boleh dikatakan wakil-wakil Allah yang pertama. Tetapi sebagaimana pengalaman menunjukkan, orang-tua manusiawi itu dapat juga membuat kesalahan dan dengan demikian menodai citra kebapaan dan keibuan. Karena itu perlu diperingatkan bahwa Allah melampaui perbedaan jenis kelamin pada manusia. Ia bukan pria, bukan juga wanita; Ia adalah Allah. Ia juga melebihi kebapaan dan keibuan manusiawi Bdk. Mzm 27:10., walaupun Ia adalah awal dan ukurannya Bdk. Ef 3:14; Yes 49:15.. Tidak ada seorang bapa seperti Allah.

240.Yesus mewahyukan bahwa Allah merupakan "Bapa" dalam arti tak terduga: tidak hanya sebagai pencipta, tetapi dari segala abad. Bapa bagi Putera-Nya yang tunggal, yang hanyalah putera dalam hubungan dengan bapa-Nya: "Tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang-orang yang kepadanya Anak itu memperkenalkan Bapa" (Mat 11:27).

241.Karena itu, para Rasul mengakui Yesus sebagai Sabda: yang pada mulanya bersama dengan Allah dan adalah Allah Bdk. Yoh 1:1., sebagai "gambar Allah yang tidak kelihatan" (Kol 1:15), sebagai "yang memancarkan keagungan Allah yang gilang-gemilang" dan sebagai "gambar yang nyata dari Diri Allah sendiri" (Ibr 1:3).

242.Pengakuan para Rasul itu dipelihara oleh tradisi apostolik, dan sebagai akibatnya Gereja dalam tahun 325 pada konsili ekumene pertama di Nisea mengakui bahwa Putera adalah "sehakikat [homoousios, consubstantialis] dengan Bapa", artinya satu Allah yang Esa bersama dengan-Nya. Konsili ekumene kedua, yang berkumpul di Konstantinopel tahun 381, mempertahankan ungkapan ini dalam rumusannya mengenai iman Nisea dan mengakui "Putera Allah yang tunggal" sebagai yang "dilahirkan dari Bapa sebelum segala abad: Allah dari Allah, terang dari terang, Allah benar dari Allah benar, dilahirkan, bukan dijadikan, sehakikat dengan Bapa" (DS 150).

<<   >>