KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 2539. | Iri hati adalah satu dosa pokok. Ia berarti bahwa orang kecewa karena yang lain mendapat untung, dan menghendaki secara tidak terbatas, untuk memiliki sendiri hartanya atas cara yang tidak adil. Siapa yang menginginkan yang jahat bagi sesamanya, melakukan dosa berat.
Santo Agustinus melihat di dalam iri hati "dosa setani" (catech. 4:8). "Dari iri hati muncullah kedengkiah, fitnah, hujah, kegirangan akan kesengsaraan sesama, dan menyesalkan keberuntungannya" (Gregorius Agung., mor. 31,45).
| | 2540. | Iri hati merupakan satu dari bentuk gundah gulana dan dengan demikian satu penolakan cinta kasih. Yang dibaptis harus berjuang melawannya dengan kebaikan hati. Iri hati sering muncul dari kesombongan; yang dibaptis berusaha, supaya hidup dengan rendah hati.
"Apakah kamu ingin melihat Tuhan dihormati melalui kamu? Baik, kalau begitu kamu harus bergembira dengan kemajuan saudaramu, dan dengan demikian Tuhan sudah dimuliakan. Terpujilah Allah, demikian orang akan mengatakan, karena pelayannya tahu memerangi iri hati, dengan bergembira atas jasa-jasa orang lain" (Yohanes Krisostomus, hom. in Rom 7,5).
| | 2541. | Tata hukum dan rahmat memalingkan hati manusia dari kelobaan dan iri hati; membimbingnya supaya merindukan kebaikan tertinggi; mengajarnya mengenai kehendak Roh Kudus, yang memuaskan hati manusia.Tuhan segala perjanjian selalu mengawasi manusia sejak awal terhadap godaan, oleh apa yang tampak di firdaus sebagai baik untuk dimakan, dan sedap kelihatannya, lagi pula menarik hati Bdk. Kej 3:6.
| | 2542. | Hukum yang telah dipercayakan kepada umat Israel tidak pernah dapat membenarkan manusia yang takluk kepadanya; ia malahan telah menjadi sarana "nafisu" Bdk. Rm 7:7.. Kesenjangan antara keinginan dan perbuatan Bdk. Rm 7:10. menunjukkan konflik antara hukum Tuhan, yaitu "hukum akal budi" dan satu hukum lain, sehingga "aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku" (Rm 7:23).
| | 2543. | "Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-Kitab para nabi, yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya" (Rm 3:21-22). Oleh karena itu, orang yang percaya kepada Kristus "telah menyalibkan daging dengan segala hawa-nafsu dan keinginannya" (Gal 5:24); mereka membiarkan diri dibimbing oleh Roh Kudus dan mengikuti maksudnya Bdk. Rm 8:27.
| | 2544. | Yesus mewajibkan murid-muridNya agar mengutamakan-Nya di atas segala-galanya dan di atas semua orang, dan mengusulkan kepada mereka, agar demi diri-Nya dan demi Injil Bdk. Mrk 8:35. mengurbankan "seluruh harta miliknya" (Luk 14:33). Sebelum sengsara-Nya Ia memberi bagi mereka janda miskin dari Yerusalem sebagai contoh, yang walaupun dirinya sangat berkekurangan, namun memberikan segala-galanya, yang ia miliki untuk hidup Bdk. Luk 21:4.. Memenuhi perintah pelepasan dari harta milik sangat perlu, supaya dapat masuk ke dalam Kerajaan surga.
| | 2545. | Semua umat beriman Kristen hendaknya "mengarahkan keinginan hati dengan tepat, supaya mereka dalam mengejar cinta kasih yang sempurna jangan dirintangi karena menggunakan hal-hal duniawi dan melekat pada kekayaan melawan semangat kemiskinan menurut Injil" (LG 42).
| | 2546. | "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah" (Mat 5:3). Sabda bahagia mengungkapkan satu tata kegembiraan dan rahmat, keindahan perdamaian. Yesus memuji kegembiraan kaum miskin, karena mereka sudah memiliki Kerajaan Allah Bdk. Luk 6:20.
"Sabda [artinya Kristus] melukiskan kerendahan hati yang sadar dan pengurbanan roh manusia sebagai kemiskinan di hadapan Allah, dan Rasul sendiri menempatkan bagi kita kemiskinan Allah sebagai contoh, ketika ia berkata: "Ia membuat diri-Nya menjadi miskin demi kepentingan kita" (2 Kor 8:9)" (Gregorius dari Nisa, beat. 1).
| | 2547. | Tuhan mengeluhkan orang-orang kaya, karena mereka -menemukan hiburannya dalam kelimpahan barang-barang duniawi Bdk. Luk 6:24.. "Yang angkuh mengejar kekuasaan duniawi, sedangkan yang miskin mencari jalan menuju Kerajaan surga dalam roh" (Agustinus, serm. Dom. 1,1,3). Siapa yang percaya kepada penyelenggaraan Bapa surgawi, dibebaskan dari keresahan yang menggelisahkan untuk masa depannya Bdk. Mat 6:25-34.. Kepercayaan kepada Allah adalah satu persiapan untuk kebahagiaan para miskin. Mereka akan memandang Allah.
| | 2548. | Kerinduan akan kebahagiaan yang benar membebaskan manusia dari ketergantungan tanpa batas kepada barang-barang dunia ini dan menemukan kepenuhannya dalam pandangan akan Allah di dalam kebahagiaan-Nya. Janji untuk memandang Allah "mengatasi segala kebahagiaan... Dalam Kitab Suci memandang Allah sama artinya dengan memiliki... Siapa memandang Allah, memiliki segala kekayaan yang dapat dibayangkan orang" (Gregorius dari Nisa, beat. 6).
| | 2549. | Bangsa kudus masih harus berjuang dengan bantuan rahmat dari atas supaya mendapatkan kekayaan yang dijanjikan Allah. Supaya memiliki dan memandang Allah, orang yang beriman kepada Kristus mematikan nafsunya dan menang dengan rahmat Allah atas godaan akan kenikmatan dan kekuasaan.
| | 2550. | Dalam perjalanan menuju kesempurnaan ini, Roh dan Mempelai memanggil setiap orang yang mendengarkan-Nyal menuju persatuan yang sempurna dengan Allah:
"Di sana akan ada kemuliaan yang benar, di mana pujian tidak lagi dibahayakan oleh kekeliruan atau dinodai oleh pujian yang dibuat-buat; penghormatan benar yang diberikan kepada setiap orang yang layak untuk itu, tidak diberikan kepada orang yang tidak layak. Malah tidak akan ada orang yang tidak layak, di mana hanya yang layak boleh bertempat tinggal, perdamaian yang benar akan berkuasa, di mana tidak seorang pun mengalami gangguan baik dari diri sendiri maupun dari orang lain. Upah kebajikan adalah Allah sendiri, yang telah menganugerahkan kebajikan dan memberikan harapan memiliki yang terbesar dan terbaik yang dapat dipikirkan, Aku akan menjadi Allahmu dan kamu menjadi umat-Ku (Im 26:12)... Dalam arti ini harus dimengerti pula perkataan Rasul: Supaya Allah ada dalam segala-galanya (1 Kor 15:12). Ia akan menjadi tujuan kerinduan kita, orang memandang-Nya tanpa henti-hentinya, mencintai tanpa rasa jemu, memuji tanpa rasa letih. Anugerah rahmat, simpati, kegiatan ini akan menjadi milik bersama, sebagaimana kehidupan abadi itu sendiri" (Agustinus, civ. 22,30).
| | 2551. | "Di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada" (Mat 6:21).
| | 2552. | Perintah kesepuluh melarang kelobaan, yang muncul dari kerinduan tanpa batas dan penuh nafsu akan kekayaan dan akan kekuasaan yang berkaitan dengannya.
| | 2553. | Iri hati terdiri dari kesedihan karena orang lain mendapat untung dan kerinduan yang tidak terkendalikan untuk memperoleh milik orang lain. Iri hati adalah satu kebiasaan buruk yang pokok.
| | 2554. | Yang sudah dibaptis memerangi iri hati dengan kemurahan hati, kerendahan hati dan penyerahan kepada penyelenggaraan Allah.
| | 2555. | Yang beriman kepada Kristus "telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya" (Gal 5:24); mereka membiarkan diri dibimbing oleh Roh Kudus dan berpegang pada kehendak-Nya.
| | 2556. | Untuk masuk ke dalam Kerajaan surga, orang harus membebaskan diri dari kekayaan. "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah".
| | 2557. | Manusia dengan kerinduan berkata: "Aku ingin memandang Tuhan Kehausan akan Tuhan dipuaskan oleh air kehidupan kekal Bdk. Yoh 4:14.
| | 2558. | Besarlah "rahasia iman". Gereja mengakuinya dalam simbolum para Rasul (Bagian I) dan merayakannya dalam liturgi Sakramen-sakramen (Bagian II), supaya kehidupan umat beriman dalam Roh Kudus ditata menjadi serupa Kristus demi kehormatan Allah Bapa (Bagian III). Umat beriman harus percaya kepada rahasia ini, merayakannya dan hidup darinya dalam satu hubungan yang hidup dan pribadi dengan Allah yang hidup dan benar. Hubungan ini adalah doa.
APA ITU DOA?
"Bagiku doa adalah ayunan hati, satu pandangan sederhana ke surga, satu seruan syukur dan cinta kasih di tengah percobaan dan di tengah kegembiraan" (Teresia dari Anak Yesus, ms. autob. 25r).
| | 2559. | "Doa adalah pengangkatan jiwa kepada Tuhan, atau satu permohonan kepada Tuhan demi hal-hal yang baik" (Yohanes dari Damaskus, f.o.3,24). Dari mana kita berbicara, kalau kita berdoa? Dari ketinggian kesombongan dan kehendak kita ke bawah atau "dari jurang" (Mzm 130:1) hati yang rendah dan penuh sesal? Siapa yang merendahkan diri akan ditinggikanBdk. Luk 18:9-14.. Kerendahan hati adalah dasar doa, karena "kita tidak tahu bagaimana sebenarnya harus berdoa" (Rm 8:26). Supaya mendapat anugerah doa, kita harus bersikap rendah hati: Di depan Allah, manusia adalah seorang pengemisBdk.Agusfinus,serm. 56,6,9.. 2613, 2736
| | 2560. | "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah" (Yoh 4:10). Mukjizat doa justru menunjukkan diri di sana, di pinggir sumur, tempat kita mengambil air. *Di sana Kristus bertemu dengan setiap orang; Ia mencari kita, sebelum kita mencari Dia, dan Ia meminta: "Berilah Aku minum!" Yesus kehausan; permohonan-Nya datang dari kedalaman Allah yang merindukan kita. Entah kita tahu atau tidak, di dalam doa kehausan Allah menemui kehausan kita. Allah merasa haus akan kehausan kita akan DiaBdk. Agusfinus, quaest. 64,4.
| | 2561. | Niscaya engkau meminta kepada-Nya, dan Ia memberi kepadamu air hidup" (Yoh 4:10). Doa permohonan kita adalah satu jawaban atas cara yang penuh rahasia - jawaban atas Keluhan Allah yang hidup: "mereka meninggalkan Aku sumber air yang hidup untuk menggali kolam bagi mereka sendiri, yakni kolam yang bocor, yang tidak dapat menahan air" (Yer 2:13). Doa permohonan adalah jawaban atas janji keselamatan yang cuma-cumaBdk. Yoh 7:37-39; Yes 12:3; 51:1.; jawaban penuh cinta atas kehausan Putera yang tunggalBdk. Yoh 19:28; Za 12:10; 13:1.
| | 2562. | Dari mana datangnya doa manusia? Bagaimanapun bentuk kegiatan dan kata-kata, dengannya doa mengungkapkan diri, yang berdoa itu selalu seluruh manusia. Tetapi untuk melukiskan tempat asalnya doa, Kitab Suci kadang-kadang berbicara tentang jiwa atau roh. Tetapi paling sering - lebih dari seribu kali - tentang hati. Hati berdoa. Jika hati itu jauh dari Allah, doa pun tidak mempunyai arti.
| | 2563. | Hati adalah rumah di mana aku berada dan tempat aku tinggal (dalam gaya bahasa semitis atau biblis: di mana aku "turun" [dari kendaraan]). Inilah pusat kita yang tersembunyi, yang tidak dapat dimengerti baik oleh akal budi kita maupun oleh orang lain. Hanya Roh Allah dapat menyelami dan mengetahuinya. Dalam kedalaman cita-cita kita, hati adalah tempat keputusan. Ia adalah tempat kebenaran, di mana kita memilih antara hidup dan mati. Ia adalah tempat pertemuan karena kita hidup dalam hubungan dengan citra Allah. Hati adalah tempat perjanjian.
| | 2564. | Doa Kristen adalah hubungan perjanjian antara Allah dan manusia di dalam Kristus. Ia adalah tindakan Allah dan tindakan manusia. Ia berasal dari Roh Kudus dan dari kita. Dalam persatuan dengan kehendak manusiawi Putera Allah terjelma, doa mengarahkan diri sepenuhnya kepada Bapa.
| | 2565. | Dalam Perjanjian Baru, doa adalah hubungan yang hidup anak-anak Allah dengan Bapanya yang tidak terhingga baiknya, bersama Putera-Nya Yesus Kristus dan dengan Roh Kudus. Rahmat Kerajaan Allah adalah "persatuan seluruh Tritunggal Mahakudus dengan seluruh jiwa" manusia (Gregorius dari Nasiansa, or. 16,9). Dengan demikian, kehidupan doa berarti bahwa kita selalu berada dalam hadirat Allah yang tiga kali kudus dan dalam persekutuan dengan Dia. Persekutuan hidup ini memang selalu mungkin, karena melalui Pembaptisan kita sudah menjadi satu dengan KristusBdk. Rm 6:5.. Doa itu Kristen, sejauh ia merupakan persekutuan dengan Kristus dan menyebar luas di dalam Gereja, Tubuh Kristus. Ia merangkum segala sesuatu, sama seperti cinta kasih KristusBdk. Ef 3:18-21.
| | 2566. | Manusia sedang mencari Tuhan. Melalui penciptaan, Tuhan memanggil setiap makhluk dari ketidakadaan ke dalam keberadaan. "Dimahkotai dengan keagungan dan kehormatan" (Mzm 8:6), sebagaimana malaikat sebelum dia, manusia mampu mengakui: "Tuhan, Allah kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi" (Mzm 8:2). Malahan sesudah manusia kehilangan keserupaannya dengan Allah karena dosanya, ia tetap diciptakan menurut citra Penciptanya. Ia memiliki kerinduan akan Allah, yang telah memanggil dia ke dalam keberadaan itu. Semua agama memberi kesaksian tentang pencarian ini, yang sesuai dengan hakikat manusiaBdk. Kis 17:27.
| | 2567. | Sebelum manusia memanggil Tuhan, Tuhan memanggil manusia. Juga apabila manusia melupakan Penciptanya atau menyembunyikan diri dari hadapan-Nya, juga apabila ia mengikuti berhalanya atau mempersalahkan Allah, bahwa Ia telah melupakannya, namun Allah yang hidup dan benar tanpa jemu-jemunya memanggil setiap manusia untuk suatu pertemuan penuh rahasia dengan-Nya di dalam doa. Dalam doa gerak cinta kasih Allah yang setia ini pertama-tama datang dari Dia; gerak manusia selalu merupakan jawaban. Sejauh Allah mewahyukan Diri dan menyanggupkan manusia mengenal dirinya sendiri, doa Kelihatan sebagai satu sapaan timbal balik, sebagai peristiwa perjanjian, yang melalui kata dan tindakan, mengikutsertakan hati. Ia menyata dalam perjalanan seluruh sejarah keselamatan.
| | 2568. | Pewahyuan doa dalam Perjanjian Lama terjadi antara dosa awal dan pemulihan manusia, antara pertanyaan Allah yang sedih kepada anak-anak pertama-Nya: "Di manakah engkau?... Apakah yang telah kauperbuat ini?" (Kej 3:9.13) dan jawaban Putera-Nya yang tunggal pada saat kedatangan-Nya ke dunia: "Sungguh, Aku datang... untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah" (Ibr 10:7). Atas cara ini doa berhubungan dengan sejarah manusia; ia adalah hubungan dengan Allah dalam kejadian-kejadian sejarah.
| << >>
|