KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 2550. | Dalam perjalanan menuju kesempurnaan ini, Roh dan Mempelai memanggil setiap orang yang mendengarkan-Nyal menuju persatuan yang sempurna dengan Allah:
"Di sana akan ada kemuliaan yang benar, di mana pujian tidak lagi dibahayakan oleh kekeliruan atau dinodai oleh pujian yang dibuat-buat; penghormatan benar yang diberikan kepada setiap orang yang layak untuk itu, tidak diberikan kepada orang yang tidak layak. Malah tidak akan ada orang yang tidak layak, di mana hanya yang layak boleh bertempat tinggal, perdamaian yang benar akan berkuasa, di mana tidak seorang pun mengalami gangguan baik dari diri sendiri maupun dari orang lain. Upah kebajikan adalah Allah sendiri, yang telah menganugerahkan kebajikan dan memberikan harapan memiliki yang terbesar dan terbaik yang dapat dipikirkan, Aku akan menjadi Allahmu dan kamu menjadi umat-Ku (Im 26:12)... Dalam arti ini harus dimengerti pula perkataan Rasul: Supaya Allah ada dalam segala-galanya (1 Kor 15:12). Ia akan menjadi tujuan kerinduan kita, orang memandang-Nya tanpa henti-hentinya, mencintai tanpa rasa jemu, memuji tanpa rasa letih. Anugerah rahmat, simpati, kegiatan ini akan menjadi milik bersama, sebagaimana kehidupan abadi itu sendiri" (Agustinus, civ. 22,30).
| | 2551. | "Di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada" (Mat 6:21).
| | 2552. | Perintah kesepuluh melarang kelobaan, yang muncul dari kerinduan tanpa batas dan penuh nafsu akan kekayaan dan akan kekuasaan yang berkaitan dengannya.
| | 2553. | Iri hati terdiri dari kesedihan karena orang lain mendapat untung dan kerinduan yang tidak terkendalikan untuk memperoleh milik orang lain. Iri hati adalah satu kebiasaan buruk yang pokok.
| | 2554. | Yang sudah dibaptis memerangi iri hati dengan kemurahan hati, kerendahan hati dan penyerahan kepada penyelenggaraan Allah.
| | 2555. | Yang beriman kepada Kristus "telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya" (Gal 5:24); mereka membiarkan diri dibimbing oleh Roh Kudus dan berpegang pada kehendak-Nya.
| | 2556. | Untuk masuk ke dalam Kerajaan surga, orang harus membebaskan diri dari kekayaan. "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah".
| | 2557. | Manusia dengan kerinduan berkata: "Aku ingin memandang Tuhan Kehausan akan Tuhan dipuaskan oleh air kehidupan kekal Bdk. Yoh 4:14.
| | 2558. | Besarlah "rahasia iman". Gereja mengakuinya dalam simbolum para Rasul (Bagian I) dan merayakannya dalam liturgi Sakramen-sakramen (Bagian II), supaya kehidupan umat beriman dalam Roh Kudus ditata menjadi serupa Kristus demi kehormatan Allah Bapa (Bagian III). Umat beriman harus percaya kepada rahasia ini, merayakannya dan hidup darinya dalam satu hubungan yang hidup dan pribadi dengan Allah yang hidup dan benar. Hubungan ini adalah doa.
APA ITU DOA?
"Bagiku doa adalah ayunan hati, satu pandangan sederhana ke surga, satu seruan syukur dan cinta kasih di tengah percobaan dan di tengah kegembiraan" (Teresia dari Anak Yesus, ms. autob. 25r).
| | 2559. | "Doa adalah pengangkatan jiwa kepada Tuhan, atau satu permohonan kepada Tuhan demi hal-hal yang baik" (Yohanes dari Damaskus, f.o.3,24). Dari mana kita berbicara, kalau kita berdoa? Dari ketinggian kesombongan dan kehendak kita ke bawah atau "dari jurang" (Mzm 130:1) hati yang rendah dan penuh sesal? Siapa yang merendahkan diri akan ditinggikanBdk. Luk 18:9-14.. Kerendahan hati adalah dasar doa, karena "kita tidak tahu bagaimana sebenarnya harus berdoa" (Rm 8:26). Supaya mendapat anugerah doa, kita harus bersikap rendah hati: Di depan Allah, manusia adalah seorang pengemisBdk.Agusfinus,serm. 56,6,9.. 2613, 2736
| | 2560. | "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah" (Yoh 4:10). Mukjizat doa justru menunjukkan diri di sana, di pinggir sumur, tempat kita mengambil air. *Di sana Kristus bertemu dengan setiap orang; Ia mencari kita, sebelum kita mencari Dia, dan Ia meminta: "Berilah Aku minum!" Yesus kehausan; permohonan-Nya datang dari kedalaman Allah yang merindukan kita. Entah kita tahu atau tidak, di dalam doa kehausan Allah menemui kehausan kita. Allah merasa haus akan kehausan kita akan DiaBdk. Agusfinus, quaest. 64,4.
| << >>
|