KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 2561. | Niscaya engkau meminta kepada-Nya, dan Ia memberi kepadamu air hidup" (Yoh 4:10). Doa permohonan kita adalah satu jawaban atas cara yang penuh rahasia - jawaban atas Keluhan Allah yang hidup: "mereka meninggalkan Aku sumber air yang hidup untuk menggali kolam bagi mereka sendiri, yakni kolam yang bocor, yang tidak dapat menahan air" (Yer 2:13). Doa permohonan adalah jawaban atas janji keselamatan yang cuma-cumaBdk. Yoh 7:37-39; Yes 12:3; 51:1.; jawaban penuh cinta atas kehausan Putera yang tunggalBdk. Yoh 19:28; Za 12:10; 13:1.
| | 2562. | Dari mana datangnya doa manusia? Bagaimanapun bentuk kegiatan dan kata-kata, dengannya doa mengungkapkan diri, yang berdoa itu selalu seluruh manusia. Tetapi untuk melukiskan tempat asalnya doa, Kitab Suci kadang-kadang berbicara tentang jiwa atau roh. Tetapi paling sering - lebih dari seribu kali - tentang hati. Hati berdoa. Jika hati itu jauh dari Allah, doa pun tidak mempunyai arti.
| | 2563. | Hati adalah rumah di mana aku berada dan tempat aku tinggal (dalam gaya bahasa semitis atau biblis: di mana aku "turun" [dari kendaraan]). Inilah pusat kita yang tersembunyi, yang tidak dapat dimengerti baik oleh akal budi kita maupun oleh orang lain. Hanya Roh Allah dapat menyelami dan mengetahuinya. Dalam kedalaman cita-cita kita, hati adalah tempat keputusan. Ia adalah tempat kebenaran, di mana kita memilih antara hidup dan mati. Ia adalah tempat pertemuan karena kita hidup dalam hubungan dengan citra Allah. Hati adalah tempat perjanjian.
| | 2564. | Doa Kristen adalah hubungan perjanjian antara Allah dan manusia di dalam Kristus. Ia adalah tindakan Allah dan tindakan manusia. Ia berasal dari Roh Kudus dan dari kita. Dalam persatuan dengan kehendak manusiawi Putera Allah terjelma, doa mengarahkan diri sepenuhnya kepada Bapa.
| | 2565. | Dalam Perjanjian Baru, doa adalah hubungan yang hidup anak-anak Allah dengan Bapanya yang tidak terhingga baiknya, bersama Putera-Nya Yesus Kristus dan dengan Roh Kudus. Rahmat Kerajaan Allah adalah "persatuan seluruh Tritunggal Mahakudus dengan seluruh jiwa" manusia (Gregorius dari Nasiansa, or. 16,9). Dengan demikian, kehidupan doa berarti bahwa kita selalu berada dalam hadirat Allah yang tiga kali kudus dan dalam persekutuan dengan Dia. Persekutuan hidup ini memang selalu mungkin, karena melalui Pembaptisan kita sudah menjadi satu dengan KristusBdk. Rm 6:5.. Doa itu Kristen, sejauh ia merupakan persekutuan dengan Kristus dan menyebar luas di dalam Gereja, Tubuh Kristus. Ia merangkum segala sesuatu, sama seperti cinta kasih KristusBdk. Ef 3:18-21.
| | 2566. | Manusia sedang mencari Tuhan. Melalui penciptaan, Tuhan memanggil setiap makhluk dari ketidakadaan ke dalam keberadaan. "Dimahkotai dengan keagungan dan kehormatan" (Mzm 8:6), sebagaimana malaikat sebelum dia, manusia mampu mengakui: "Tuhan, Allah kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi" (Mzm 8:2). Malahan sesudah manusia kehilangan keserupaannya dengan Allah karena dosanya, ia tetap diciptakan menurut citra Penciptanya. Ia memiliki kerinduan akan Allah, yang telah memanggil dia ke dalam keberadaan itu. Semua agama memberi kesaksian tentang pencarian ini, yang sesuai dengan hakikat manusiaBdk. Kis 17:27.
| | 2567. | Sebelum manusia memanggil Tuhan, Tuhan memanggil manusia. Juga apabila manusia melupakan Penciptanya atau menyembunyikan diri dari hadapan-Nya, juga apabila ia mengikuti berhalanya atau mempersalahkan Allah, bahwa Ia telah melupakannya, namun Allah yang hidup dan benar tanpa jemu-jemunya memanggil setiap manusia untuk suatu pertemuan penuh rahasia dengan-Nya di dalam doa. Dalam doa gerak cinta kasih Allah yang setia ini pertama-tama datang dari Dia; gerak manusia selalu merupakan jawaban. Sejauh Allah mewahyukan Diri dan menyanggupkan manusia mengenal dirinya sendiri, doa Kelihatan sebagai satu sapaan timbal balik, sebagai peristiwa perjanjian, yang melalui kata dan tindakan, mengikutsertakan hati. Ia menyata dalam perjalanan seluruh sejarah keselamatan.
| | 2568. | Pewahyuan doa dalam Perjanjian Lama terjadi antara dosa awal dan pemulihan manusia, antara pertanyaan Allah yang sedih kepada anak-anak pertama-Nya: "Di manakah engkau?... Apakah yang telah kauperbuat ini?" (Kej 3:9.13) dan jawaban Putera-Nya yang tunggal pada saat kedatangan-Nya ke dunia: "Sungguh, Aku datang... untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah" (Ibr 10:7). Atas cara ini doa berhubungan dengan sejarah manusia; ia adalah hubungan dengan Allah dalam kejadian-kejadian sejarah.
| | 2569. | Pada tempat pertama, doa hidup dari kenyataan-kenyataan ciptaan. Sembilan bab pertama dari Kitab Kejadian menggambarkan hubungan ini dengan Allah, sebagai persembahan anak domba sulung oleh AbelBdk. Kej 4:4., sebagai seruan nama ilahi pada zaman EnosBdk. Kej 4:26., dan sebagai "perjalanan bersama Allah" (Kej 5:24). Persembahan Nuh berkenan kepada Allah. Allah memberkati Nuh dan melalui dia seluruh ciptaanBdk. Kej 8:20-9:17., karena ia mempunyai hati yang lurus dan tanpa cela; ia pun "hidup akrab dengan Allah" (Kej 6:9). Cara berdoa ini dilaksanakan oleh banyak orang jujur dari semua agama.Di dalam perjanjian-Nya yang tak tergoyahkan dengan segala makhluk hidupBdk. Kej 9:8-16., Allah selalu memanggil manusia untuk berdoa. Dengan cara khusus, doa diwahyukan dalam Perjanjian Lama sejak zaman bapa kita Abraham.
| | 2570. | Ketika Allah memanggil Abraham, ia segera berangkat, "seperti yang difirmankan Tuhan kepadanya" (Kej 12:4). Hatinya "sangat patuh terhadap sabda"; ia taat. Hati yang mendengarkan, yang memilih Tuhan, merupakan dasar setiap doa. Kata-kata melayani sikap mendengarkan ini. Tetapi doa Abraham, pada tempat pertama, dinyatakan dalam perbuatan: Ia adalah pria yang suka diam; di segala tempat di mana ia singgah, ia membangun altar untuk Tuhan. Baru kemudian in mengucapkan doanya dalam kata-kata: Doa itu merupakan suatu keluhan terselubung. Ia mengingatkan Allah akan janji-Nya, yang rasanya tidak dipenuhiBdk. Kej 15:2-3.. Langsung sejak awal Kelihatan satu ciri khas doa manusia: ujian iman akan kesetiaan Allah.
| | 2571. | Oleh karena bapa bangsa Abraham percaya kepada AllahBdk. Kej 15:6. dan menempuh jalannya dalam kehadiran dan dalam perjanjian dengan-NyaBdk. Kej 17:1-2., maka ia bersedia menerima seorang tamu misterius di dalam kemahnya. Lawatan yang penuh keajaiban di Mamre ini adalah satu pengantar untuk pengumuman putera perjanjian yang benarBdk. Kej 18:1-15; Luk 1: 26-38.. Sejak Allah memberitahukan keputusan-Nya kepada Abraham, hatinya turut serta dalam kerahiman Allah untuk manusia. Karena itu, ia berani dalam kepercayaan yang teguh, untuk memohon bagi merekaBdk. Kej 18:16-33.. 494, 2635
| << >>
|